Showing posts with label skincare. Show all posts
Showing posts with label skincare. Show all posts

In beauty review skincare

Emina Sun Protection SPF 30 Review


Halo semuanya, apa kabar? Semoga selalu dilindungi Tuhan yaah :)
Kali ini aku mau review sebuah produk yang sebenarnya sudah aku review secara singkat di Instagram beberapa hari yang lalu. Kalau mau baca versi singkatnya, bisa baca disini. Produk yang mau aku review adalah Emina Sun Protection SPF 30 PA+++.

Apa ini?
Ini adalah tabir surya atau sunscreen yang murah banget. Seingatku harganya ngga sampai 40 ribu. Emina ini masih satu perusahaan dengan Wardah dan Make Over, dan produk-produknya lebih ditujukan untuk remaja. Makanya ngga heran kalau produk-produknya Emina harganya murah-murah dan kemasannya juga cenderung lebih playful.

Kenapa aku coba ini?
Berawal dari sebuah diskusi di kolom komentar, sepertinya di Youtube, aku kurang ingat. Waktu itu membicarakan soal sunscreen yang ramah untuk kulit berminyak. Lalu banyak juga yang merekomendasikan Emina ini. Akhirnya waktu aku mampir ke counter-nya Emina di sebuah Mall, aku beli aja. Waktu itu aku berpikir, kalaupun ngga cocok, aku ngga terlalu rugi karena harganya kan murah. Haha.

Apa klaimnya?
·                Memiliki tekstur ringan yang membantu melindungi kulit dari sinar UV di hari yang aktif.
·                Diperkaya Aloe Vera Extract dan emollient untuk memberikan kelembaban ekstra di kulit.

Kemasan, Volume, dan Konsistensi

Kemasan dari produk ini berbentuk tube berwarna putih dengan aksen berbentuk geometris berwarna oranye dan abu-abu. Saat membeli produk ini, pembeli tidak diberikan kotak. Namun isi produk terlindungi dengan segel aluminium. Kepala tubenya menggunakan tutup fliptop, sehingga pengguna dapat mengontrol sebanyak apa produk yang ingin dikeluarkan. Di bagian depan kemasan terdapat merk dan keterangan singkat produk. Di bagian belakang kemasan terdapat keterangan produk yang lebih lengkap seperti klaim, cara pakai, bahan-bahan, dan peringatan. Produk ini berisi 60 ml dengan konsistensi seperti krim berwarna putih kekuningan.

Bahan-Bahan
Aqua, Ethanol, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Glyceryl Stearate, Diethylamino Hydroxybenzoyl Hexyl Benzoate, Dimethicone, Butylene Glycol, Phenoxyethanol, Triethanolamine, Propylene Glycol, Panthenol, Polyvinyl Alcohol, Aloe Barbadensis (Aloe Vera) Leaf Extract, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Fragrance, Hydrolyzed Wheat Protein/PVP Crosspolymer, BHT, Disodium EDTA, Ethylhexylglycerin, Xanthan Gum, Potassium Sorbate, EDTA, Sodium Benzoate.
Berdasarkan bahan-bahan di atas, dapat dilihat bahwa sunscreen ini termasuk dalam chemical sunscreen yang menggunakan Ethylhexyl Methoxycinnamate (Octinoxate) dan Diethylamino Hydroxybenzoyl Hexyl Benzoate (Uvinul A Plus).

Cara Pakai dan Efek di Kulit

Cara pakai yang tertulis di kemasan adalah: Oleskan pada area wajah dan leher 15 menit sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.
Sunscreen ini menginggalkan sedikit sekali white cast saat diaplikasikan, namun white cast itu akan hilang ketika produk menyerap ke kulit. Kebetulan, beberapa bulan yang lalu aku sudah pernah pakai produk ini dan merasa white cast yang ditinggalkan mengganggu banget. Akhirnya aku kasih produk ini ke adikku. Tapi pas kemarin aku coba beli lagi dan coba pakai sekali lagi, aku ngga notice ada white cast yang berlebihan.
Akhirnya aku coba bandingkan punyaku yang baru saja kubeli dengan yang lama. Dan ternyata memang ada beberapa perbedaan antara produk lama dan baru. Pertama, warna produk yang lama lebih kekuningan dan produk yang baru lebih dominan putih dan hampir tidak terlihat kekuningannya. Kedua, produk yang lama lebih cair sementara yang baru lebih terasa seperti krim kental. Ketiga, produk yang lama lebih dewy dan saat terkena sinar matahari, pantulan sinarnya terlihat lebih putih dan mengkilap. Sementara produk yang baru lebih tidak berwarna saat terkena sinar matahari. Mungkin memang sudah ada perubahan formula antara produk yang lama dan yang baru.
Produk ini cukup cepat menyerap, dan saat sudah menyerap produk ini tidak meninggalkan rasa lengket di kulit. Finish-nya pun cenderung matte sehingga cocok digunakan oleh pengguna dengan kulit berminyak.

Tips dan Peringatan Produk
Pada kemasan produk terdapat peringatan yang berbunyi:
“Jangan terlalu lama terpapar sinar matahari, meskipun menggunakan sediaan tabir surya. Jika terjadi reaksi hipersensitivitas (rasa terbakar, kemerahan), hentikan pemakaian.”

Apakah produk ini sesuai dengan klaimnya?
Bisa dibilang iya. Produk ini sama sekali ngga terasa berat dan ngga bikin kulit kering. Tapi aku ngga berani bilang kalau produk ini juga ngga bikin kulit makin kering bagi orang yang kulitnya kering yah, karena kulitku sendiri berminyak. Di kulitku, produk ini cukup bikin kulit matte dan ngga bikin kulit makin berminyak sepanjang hari. It’s a big deal since almost all sunscreen that I’ve used made me more oily throughout the day.
Sayangnya, sunscreen ini hanya memiliki SPF 30. Aku pribadi lebih memilih sunscreen dengan SPF 50 karena merasa lebih aman dan terlindungi. Tapi, adakalanya aku juga butuh sunscreen dengan SPF lebih rendah untuk dipakai keluar rumah yang hanya sebentar atau saat masih pagi atau sore menjelang malam yang ngga terlalu banyak terpapar sinar matahari. Jadi, sunscreen ini cocok digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan tersebut. Tapi kalau untuk perlindungan harian sih aku merasa kurang.

Review keseluruhan:
(+) Harganya murah dengan isi cukup banyak.
(+) Kemasan yang cukup baik.
(+) Mudah ditemukan.
(+) Tidak meninggalkan white cast di kulitku.
(+) Tidak membuat kulit semakin berminyak.

(-) Baunya aneh. Bau jeruk tapi kimiawi banget.
(-) Hanya memiliki SPF30.
(-) Aku ngga tau produk ini akan meninggalkan white cast atau ngga di skintone yang lebih gelap dari kulitku, mengingat sebelumnya aku punya masalah white cast dengan produk ini.
(-) Mengandung alkohol dan fragrance.

Ranking? 4/5

Repurchase? Maybe. Selama aku belum menemukan sunscreen lain dengan finish matte dan SPF cukup rendah, kemungkinan besar aku akan tetap menggunakan sunscreen ini.
Sekian dulu review-ku kali ini. Semoga membantu yaah. Later!

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In back to basic beauty 101 skincare

Step by Step Menentukan Skincare Regime bagi Pemula

Halo semuanya, apa kabar? Semoga selalu sehat dan bahagia yah :)
Kali ini aku mau menuliskan tentang sesuatu yang mendasar nih. Kalau biasanya aku me-review pengalamanku tentang sebuah produk yang sudah aku coba, kali ini aku mau menjelaskan tentang basic-basic dalam penentuan rutinitas skincare untuk kalian yang baru mau mulai membangun skincare regime. Tanpa banyak basa-basi lagi, yuk langsung kita mulai aja langkah-langkahnya.
1.         Mengetahui jenis kulit
Langkah paling awal yang harus kita lakukan sebelum menentukan skincare regime adalah menemukan jenis kulit yang paling sesuai dengan jenis kulit kita. Langkah ini merupakan langkah yang paling krusial dan paling dasar dari seluruh langkah yang akan aku jelaskan. Kenapa? Karena semua hal yang berhubungan dengan kulit, baik itu skincare maupun makeup sangat bergantung dengan pengetahuan kita terhadap jenis kulit. Setiap manusia memiliki hanya 1 jenis kulit tapi bisa berubah seiring perkembangan waktu, meskipun biasanya perubahan tersebut ngga permanen. Jenis-jenis kulit yang umum itu ada 5, yaitu kulit kering, kulit berminyak, kulit normal, kulit kombinasi, dan kulit sensitif. Jenis kulit ini sangat dipengaruhi oleh gen yang diturunkan ke kita.
2.         Mengetahui kondisi kulit
Setelah mengetahui jenis kulit kita, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mengetahui kondisi kulit. Apa itu kondisi kulit? Kondisi kulit adalah keadaan kulit setelah dipengaruhi faktor internal dan eksternal seperti hormon, cuaca, stres, makanan, dan faktor-faktor lainnya. Tidak seperti jenis kulit, setiap manusia bisa memiliki jumlah kondisi kulit yang tidak terhingga :D Beberapa kondisi kulit yang umum terjadi adalah kulit dehidrasi, mudah berjerawat (acne-prone), hiperpigmentasi, penuaan, kerusakan akibat sinar matahari (sun damage), dan kondisi-kondisi kulit lainnya. Mengetahui kondisi kulit juga penting dilakukan karena akan mempengaruhi produk mana yang boleh dan tidak boleh dimasukkan ke dalam skincare regime kita. Sebagai contoh, kulitku memiliki kondisi yang mudah berjerawat (acne-prone), berpori-pori besar (enlarged pores), dan mengalami hiperpigmentasi di beberapa bagian.
3.         Mencari tahu bagaimana cara mengendalikan masalah yang ditimbulkan jenis kulit
Jenis kulit bisa dikendalikan lho. Terdapat aturan-aturan yang perlu kita ikuti agar masalah yang dibawa jenis kulit kita bisa dikendalikan. Misalnya, untuk jenis kulitku yang berminyak, maka aku perlu menghidrasi dan melembabkan kulitku dengan baik, sehingga tidak memicu produksi minyak berlebih. Aku juga dapat menambahkan bahan-bahan skincare yang memiliki fungsi untuk mengendalikan produksi sebum, contohnya Niacinamide.
4.         Menganalisa penyebab munculnya kondisi kulit
Seperti yang telah aku jelaskan di atas, kondisi kulit memiliki banyak penyebab baik faktor internal maupun eksternal. Untuk mengatasi dan mengendalikan kondisi kulit, kita perlu menganalisa apa penyebab dari munculnya kondisi tersebut. Contohnya kulitku sendiri merupakan kulit yang acne-prone dimana jerawat akan muncul ketika menjelang menstruasi, sehingga dapat disimpulkan bahwa penyebab jerawat di kulitku adalah hormon. Selain itu, kulitku juga memiliki pori-pori besar yang disebabkan oleh perawatan yang salah, dalam kasusku adalah dulu terlalu sering facial dan genetik. Dengan mengetahui penyebab dari kondisi kulit, kita akan lebih mudah menghindari faktor-faktor yang menyebabkan masalah di kulit dan lebih mudah mencari produk-produk yang perlu digunakan.
5.         Mencari tahu bagaimana cara mengendalikan kondisi kulit sesuai dengan jenis kulit
Setelah menganalisa penyebab kondisi kulit kita terjadi, maka kita perlu mencari tahu cara yang tepat mengendalikan kondisi kulit sesuai dengan jenis kulit. Meskipun jenis dan kondisi kulit tidak selalu berhubungan, tapi penanganan keduanya perlu bersinkronisasi agar tidak bertentangan satu sama lain.
Contohnya terkait pengendalikan jerawat. Sebagian besar produk pengobatan jerawat akan membuat kulit kering, karena mereka bekerja dengan cara mengeringkan jerawat. Banyak orang lupa, bahwa mengaplikasikan obat jerawat terus menerus akan membuat pertahanan alami kulit atau moisture barrier kita rusak. Dan akhirnya kulit kehilangan kemampuannya untuk menghidrasi dan dry patches muncul dimana-mana. Jadi, kita harus tahu bagaimana cara mengendalikan kondisi dan masalah kulit tanpa mengganggu kestabilan kulit kita.
Jadi, kita perlu banyak berkomunikasi dengan kebutuhan kulit kita. Termasuk peka terhadap bahan-bahan yang ada di dalam produk yang kita gunakan. Contohnya, untuk mengurangi produksi sebum maka produk pembersih wajah cenderung menggunakan SLS (Sodium Lauryl Sulfate). Tapi SLS juga dapat memberikan rasa kulit ketarik setelah digunakan, dan itu ngga baik karena dapat memicu produksi sebum. Maka baiknya kita hindari penggunaan SLS. Begitu juga dengan penggunaan alkohol. Beberapa orang sensitif dengan alkohol di dalam produk yang digunakan, apalagi alkohol konsentrasi tinggi. Alkohol juga dapat mengontrol produksi minyak, tapi juga dapat menyebabkan kulit kehilangan terlalu banyak minyak dan akhirnya memproduksi minyak berlebih.
6.         Memilih basic skincare berdasarkan kebutuhan
Langkah selanjutnya adalah memilih produk yang akan digunakan. Kalau sebelumnya kita sudah melakukan rangkaian produk skincare, maka kita perlu menganalisa ulang kandungan produk yang kita gunakan sebelum menambahkan rangkaian baru. Coba cek apakah pembersih wajah kamu menggunakan SLS. Kalau iya, coba ganti dengan pembersih wajah yang bebas SLS, SLES (Sodium Laureth Sulfate), ALS (Ammonium Lauryl Sulfate), dan ALES (Ammonium Laureth Sulfate). Rekomendasiku adalah produk dari Hada Labo seperti yang sedang aku gunakan. Setelah mengganti produk pembersih wajah kamu, coba perhatikan, apakah ada perubahan dalam kelembaban dan produksi minyak di wajah kamu? Atau ada perubahan berupa berkurangnya dry patches di kulit kamu? Setelah menemukan perubahan dan kamu merasa cocok, kamu bisa lanjutkan dengan menganalisa produk-produk yang kamu pakai lainnya. Ingat! Sesuaikan dengan kondisi dan jenis kulit kamu ya!
7.         Mempelajari cara pemakaian yang baik dan do’s and don’ts-nya
Masing-masing tahap itu perlu cara pemakaian yang berbeda-beda. Dan kamu harus tahu cara pakainya sebelum kamu beli produknya, biar produk-produk itu bisa bekerja dengan sempurna. Selain itu, kamu juga harus tahu kandungan apa aja yang ngga boleh dipakai bersamaan, biar ngga menimbulkan reaksi negatif di kulit kamu.
“Lalu apa aja basic skincare yang perlu kamu lakukan?”
Well, dasarnya cuma ada 5 tahap.
“Lho kok banyak?”
Engga kok. Kamu cuma perlu double cleansing, toner, moisturizer, dan sunscreen.
"Kalau cleansing-nya sekali aja gimana?" 
Kalau pagi-pagi, kamu boleh cuma sekali cleansing. Tapi, kalau malam, selama kamu memakai sunscreen pas siangnya, kamu harus tetap double cleansing. Cleansing pertama pakai yang oil-based, lalu pakai yang water-based. Karena sunscreen itu bisa diam di atas kulit kamu tanpa terserap, sehingga bisa mengakibatkan pori-pori tersumbat. Kalau pori-pori tersumbat, nanti kamu banyak komedo dan jerawat.
“Kalau gitu ngga usah pake sunscreen aja dong.”
NGGA BOLEH. Sunscreen is a must. Cahaya matahari yang mengandung sinar UV itu JAHAT BANGET. Cahaya UV itu bisa bikin kamu jerawatan, kulit terbakar, sampai kanker kulit. Jadi kamu WAJIB PAKAI SUNSCREEN. Ngga cukup SPF di dalem makeup, karena spf di dalem makeup itu ngga ngasih apa-apa. Kamu harus pakai sunscreen secara terpisah. Titik.
Oke balik lagi, double cleansing udah jelas dong ya wajib dilakukan. Lalu kamu harus toning, alias pakai toner. Atau bahasa indonesianya, pakai penyegar. Kenapa? Karena toner itu akan mengembalikan pH kulit kamu. Ketika kamu membersihkan kulit, pH kulit kamu akan berubah menjadi alkali (basa), dan kulit yang sehat itu ada di kondisi asam, bukan basa. Kalau kulit kamu basa, kulit kamu akan rentan terhadap bakteri dan berbagai masalah lainnya termasuk pertumbuhan jerawat. Selain itu, tahap-tahap skincare yang akan kamu pakai selanjutnya akan bekerja lebih baik di kulit yang asam. Makanya kamu butuh pakai toner. Kamu boleh pakai toner apapun selama toner itu bisa mengembalikan pH kulit, tapi saranku hindari yang mengandung alkohol ya. Karena ada beberapa orang yang sensitif terhadap alkohol dan malah bikin kulitnya dehidrasi.
Setelah toner kamu pakai moisturizer.
“Tapi kulitku berminyak, nanti pakai moisturizer makin berminyak dong.”
Sayang, justru kamu perlu pakai moisturizer biar kulit kamu ngga overwork. Ilustrasinya gini, kulit kamu berminyak, terus kamu cuci muka, otomatis minyak dari atas kulit kamu keangkat kan? Nah, kamu perlu pakai moisturizer untuk mengembalikan kelembaban kulit kamu. Kalau kamu ngga pakai moisturizer, nanti kulit kamu akan kasih sinyal kalau mereka (si kulit) kekurangan kelembaban, dan akhirnya mereka akan memproduksi minyak yang lebih banyak. Hasilnya kulit kamu malah makin berminyak. Maka dari itu, kamu perlu pakai moisturizer biar kamu ngebantu kerja kulit kamu mengembalikan kelembaban yang hilang akibat mencuci wajah. Get it?
Habis itu pakai sunscreen deh kalau mau keluar rumah. Di atas udah dijelasin kan kenapa harus pakai sunscreen? Kalau ngga keluar rumah ya ngga masalah ngga pakai sunscreen asal kamu ngga duduk di depan jendela dengan cahaya matahari langsung (sinar UV bisa menembus ruangan lho).
Jadi udah jelas ya, tahap basic skincare regime yang bisa dilakukan untuk pemula adalah:
Oil Based Cleanser – Water Based Cleanser – Toner – Moisturizer – Sunscreen (siang hari).
“Kok orang lain bisa sampai 10 step sih?”
Nah, kalau basic routine-nya kamu udah fasih, tapi kamu ngerasa masih butuh tahap ekstra untuk mengatasi masalah kulit kamu, kamu boleh tambah tahapan lain SATU PERSATU. Jangan latah ya! Jangan mentang-mentang orang lain pakai 10 tahap, kamu langsung beli 5 produk tambahan dan langsung pakai semuanya. Jangan say, pelan-pelan, satu-satu.
“Kenapa harus satu-satu?”
Alasan paling utama adalah, biar kamu paham dulu, mana yang butuh dan ngga butuh kamu pakai. Contoh pertama, kamu udah pakai 5 basic step tadi, tapi kamu masih punya banyak pori-pori yang tersumbat. Nah, mungkin kamu harus pertimbangin untuk double toning. Contoh kedua, kamu udah pakai 5 basic step tadi, tapi jerawat selalu muncul kalau kamu abis keluar rumah. Nah, mungkin kamu harus pertimbangin pakai serum yang mengandung antioksidan. Jadi setiap tahap punya fungsi masing-masing, dan kamu harus paham yang kamu butuhkan itu apa dan yang ngga kamu butuhkan itu apa. Karena dasarnya, semakin simpel skincare routine-nya, semakin baik. Selama semua masalah kamu bisa teratasi dengan baik.
Alasan kedua, biar hemat bu. Kalau kamu puas dengan kulit kamu hanya dengan 5 basic skincare, kenapa harus ditambah-tambahin? Nambah step kan artinya nambah budget juga. Dan ngga semua orang rela investasi banyak uang untuk skincare kan?
“Selain 5 basic skincare tadi, apa aja step tambahan yang bisa digunakan?”
Ada banyak dan beda fungsi.
1)      Eksfoliasi, fungsinya untuk mengangkat sel kulit mati di permukaan kulit kamu. Eksfoliasi ini ada yang physical, ada yang chemical. Yang fisik itu pakai face scrub, lulur wajah, atau cleansing device. Sementara yang chemical itu pakai peeling (non scrub) atau exfoliating toner (sering juga disebut acid toner). Yang perlu diingat, kalau eksfoliasi secara fisik itu ngga boleh setiap hari, dan sifatnya cukup abrasif. Karena dia hanya mengangkat sel kulit mati dari permukaan tapi ngga memberi nutrisi apa-apa kepada kulit baru yang baru naik ke permukaan.
2)      Hydrating toner, fungsinya untuk menghidrasi kulit. Umumnya dipakai kalau kamu pakai chemical exfoliating, jadi nanti istilahnya double toning (exfoliating toner + hydrating toner). Setelah dieksfoliasi kan kulit masih baru, dan exfoliating toner itu cenderung bikin kulit agak kering. Jadi kamu butuh hydrating toner untuk mengembalikan hidrasi di kulit kamu.
3)      Essence/Booster/First Treatment, fungsinya ngga beda jauh sama hydrating toner, yaitu menghidrasi kulit. Tapi essence juga bisa membantu kerja dari produk-produk yang selanjutnya mau kamu pakai biar lebih efektif, jadi sebagai booster gitu.
4)      Serum/Ampoule, fungsinya adalah menutrisi kulit. Serum ini kandungannya rich banget dan biasanya kental. Serum juga biasanya agak mahal karena kandungannya yang rich tadi. Fungsi dari serum ini macem-macem sesuai dengan kandungannya. Ada yang untuk hidrasi (biasanya mengandung Hyaluronic Acid), mencerahkan kulit, antioksidan, anti-aging, pengendalian jerawat, macem-macem deh pokoknya. Tinggal disesuaikan aja dengan kebutuhan kamu. Dan dalam 1 kali rangkaian, kita bisa pakai berbagai jenis serum lho. Tapi kamu harus perhatikan bahan-bahannya jangan sampai ada yang bertentangan dan ngga boleh dipakai bersamaan.
5)      Eye Cream/Eye Serum, fungsinya untuk menutrisi area mata. Area mata (dan bibir) (dan leher) adalah area yang memiliki kulit paling tipis di antara seluruh area di wajah, sehingga sangat rentan terhadap penuaan. Jangankan penuaan, beberapa orang (termasuk aku), punya garis alami di area mata yang muncul karena aku tersenyum. Ngga mungkin dong ya aku ngga senyum biar ngga berkerut? Nah makanya perlu eye serum atau eye cream untuk menutrisi area mata ini. Selain itu area mata juga rentan sama mata panda kan?
6)     Masker, fungsinya ada yang untuk detoxifying kulit ada yang untuk menutrisi kulit. Tinggal kamu pilih aja butuh yang mana.
7)    Lip treatment, fungsinya untuk menjaga kesehatan bibir. Bisa berupa lip scrub dan lip balm.
8)    Face Oil, fungsinya untuk menutrisi kulit atau bisa juga untuk jadi pengganti moisturizer.
Hmmm panjang juga ya penjelasanku tentang basic skincare ini. Aku harap kamu ngga bosen ya bacanya. Hehe. One thing that you should remember, ngga ada paksaan untuk membangun skincare routine yang panjang kok. Semua itu balik ke kebutuhan dan kerelaan kamu. Kalau kamu ngerasa cukup dengan apa yang kamu lakukan saat ini, ya udah. Aku ngga bisa maksa. You do you. Tapi kalau kamu ngerasa butuh skincare routine yang panjang, aku harap aku bisa membantu dengan menulis post ini.
Oh iya, satu lagi. Be patient. Skincare butuh waktu untuk bekerja, jadi jangan buru-buru nambahin produk baru kalau kamu belum ngerasain perubahan dari skincare routine yang sudah kamu lakukan.
Thanks a bunch for reading :*

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In beauty 101 beauty review skincare

(English) COSRX BHA Summer Pore Minish Serum (Review)


Perhatian! Tulisan ini ditulis dalam Bahasa Inggris. Untuk tulisan sama berbahasa Indonesia, Anda bisa baca disini.

Hi everyone, how are you? I wish you a good and happy life :)
I'm back with a product review that I’ve been trying for awhile. And now it’s the turn of a brand that has been so popular lately, which is COSRX. COSRX BHA Summer Pore Minish Serum to be exact.


Why am I trying this?
The main reason is because I have huge pores that is really difficult to conceal with makeup. I often ask myself why is it so difficult to conceal my pores eventhough I’ve tried so many pore minimizing primer.
Then someday I read a review in an online shop’s instagram page that written by someone who already used this serum. The user of this serum said that her pores has minimized after using this serum. And that’s it, I attracted to this serum then I bought it.
The Claim of COSRX BHA Summer Pore Minish Serum
What’s The Claim?
Based on what’s written in the box, COSRX BHA Summer Pore Minish Serum claims:
1. COSRX BHA Summer Pore Minish Serum is a pore-tightening serum that brings strong tightening effect to widening pores due to excessive sebum for oily-complex skin types and drying of the skin for neutral-dry skin types. Notes: Don’t ask me what the meaning of oily-complex skin types is, I don’t know anything about it either :( It is literally what’s written in the box.
2. COSRX BHA Summer Pore Minish Serum is an astringent serum that removes clogged sebum and old cornification in the pores with natural BHA ingredients to clean them, and helps with sebum control and pore-astringent effect. Notes: If I Google it, the meaning of cornification is a slow, coordinated process in space and time that allows the formation of dead cells (corneocytes) layer to create a physical barrier for the skin.
The Ingredients of COSRX BHA Summer Pore Minish Serum
Ingredients
COSRX BHA Summer Pore Minish Serum contains 0.5% of Betaine Salicylate that is one of BHA form. The full ingredients of this product is: Salix Alba (Willow) Bark Water, Alcohol, Butylene Glycol, Betaine Salycilate, Sodium Hyaluronate, 1,2-Hexanediol, Centella Asiatica Leaf Water, Cassia Obtusifolia Seed Extract, Ethyl Hexanediol, PEG-60 Hydrogenated Castor Oil, Arginine, Panthenol, Carbomer, Zinc Oxide, Xanthan Gum, Menthol.
From the full ingredients, we can see that the main ingredients of this product is Willow Bark Water. Willow bark water known for its astringent, anti-inflammatory, soothing and conditioning properties. Willow bark extract can also used to treat headache, and other ailments due to its aspirin-like effect and also act as antiseptic. Willow bark extract contains Salicylic Acid which is a natural exfoliant that helps treat acne because of its ability to help shed dead skin cell and clean pores. It also helps to stimulate new cell formation. Willow bark extract also contains Phenolic Acid, such as Salicin, Salicortin, Fragilin, Populin, Triandrin, and Vimalin as long as Flavonoid Tannin, and Mineral that can help skin rejuvenation. Wow, it got so many benefits, huh?
The second ingredients of this product is alcohol. This ingredients really draw my attention because alcohol tend to be sensitive for skin. As we know, alcohol could dry up the skin. Sadly, because of its characteristic that could dry up the skin, alcohol tend to be considered as an effective ingredients that need to be included into products for oily skin.
The Box

Brief Information about Product's Type

The Pump

Left: The Product before Shaken. Right: The Product after Shaken.
Packaging, Volume, and Consistency
The packaging of this product is a clear plastic bottle with black pump and clear cap. This product comes with white box and black font product description. The pump of this products isn’t so good, because eventhough it has a pump, the product comes out spurt. So we need to draw the cotton pad or the hand that we use closer to the pump. The product also comes out just a little for one pump, so I need to pump it between 5 to 6 pumps to wet my cotton pad and apply it easily.
A bottle of this product contains 100 ml. Sadly I don’t write a label about when I start use this product for the first time, so I don’t exactly know how long that I’ve been using this product. But I manage to find the information about when this product come to my mail, which is in April 29th 2017. So it might be that I’ve been using this product since May 2017 and until now (July 25th 2017 when I write this review, which is almost 3 months of usage), the product still contains about 20 ml. It’s quite a long journey to think that I use many pumps everytime I use.
The consistency of this product is so watery just like regular water. It’s a little bit strange since the title of this product is “serum”, whish is usually serum has thick consistency because of its rich ingredients. This product contains 2 parts, so we need to shake it well before use. The top part of this product is a clear liquid with a little bit of orangey tone, meanwhile the bottom part is the sebum absorption powder with white color that will come alongside the liquid when we pump the products out. The powder will leave white dots in the skin when applied.
Left: The consistency of this product. Center: Product after blended. Right: Product after absorbed.

How to Use the Product
How to Use and The Effect on the Skin
On the packaging of this product, there’s instructions to shake this product before use so the sebum absorption powder that sunken in the bottom of the bottle can be mixed with the water on the top. Then apply this product in the morning and night on serum/essence step and concentrate the application on the nose area with blackhead, greasy forehead, and area with larger pores such as cheeks, chin, and all over the face. Gently tap with the tip of the finger to help the absorption of the product and leaves the skin powdery outside but moist inside. It also recommended to refrigerate this product to help the pore-astringent effect and keep the moisture (and I just realize that I never refrigerate this product -_-).
The watery consitency of this product confuse me at the first time I want to use it. As we know, the very basic rule of skincare layering is start from the most runny products to the most thick one. While before serum step, usually I use hydrating toner with thicker consistency than this serum. But in the user instructions, it is recommended to use this product in the serum or essence step, both is after hydrating toner step. Confuse, right?
Usually I apply this product using a cotton pad, but it is likely you can also use this product directly with your finger. I only use this product in the night because I use other serum treatment in the morning. I concentrate the application of this product around the nose because that’s where my large pores are. But I also wipe this product all over my face. After I applied this product, my skin feels cold because it contains menthol. There are also white dots from the sebum absorption powder that I mentioned earlier. This products is easily absorbed without any feeling left except the cooling sensation. This cooling sensation stay quite long, about 15 minutes or more I would say.
Tips and Caution
Tips and Caution
This product also give tips and caution to the user, which is:
1. Keeps all the cosmetic products in order but do not make haste, this lessens effect, and leave the products to absorb (sorry for the english, I copy-paste it from the box :D)
2. Keep the nose special! Use a cotton pad for nose area for sebum particles, and use a new cotton pad to apply Pore Minish Serum. (Hmm...I think what they meant is the first cotton pad we use to clean the nose before we apply the product with the second cotton pad). Use from top to bottom and clean off the round sides of the nose and the tip of the nose. Give special care. Put a cotton pad on the nose for a moment then wash out.
3. Betaine Salicylate content is 0,5% for your use in every morning/evening. However, for people with sensitive skin, it may be better to use only in the evenings or 2-3 times a week.
Does this product works as it claims?
Yes and no. As I used it for almost 3 months, I see the change on my pores, it becomes shallower. As my pores becomes shallower, it seems from the surface of my skin that my pores is tightened. The truth is, the pores aren’t minimized or tightened, it’s only shallowed. To conceal the pores with makeup has become easier too. The foundation which once could not blur my pores, now it could. I don’t need to avoid shimmery blush on anymore because my pores isn’t really visible anymore. Yay!
But the sebum reduction effect doesn’t show up at all in my skin. Instead I feel like my skin become more oily when I wake up in the morning (since I only use this product in the night), especially on the chin area. This effect made me doesn’t want to use this product on the day time. I suspect that high level of alcohol in this product made my skin a little dehydrated so it produces more oil.
Sadly, I cannot attach the picture of before and after the usage of this product because I don’t plan to write this review before. I’m so sorry :(
Overall Review:
+ Product is easily absorbed.
+ Quite descent packaging with pump and cap.
+ Doesn’t leave sticky feeling.
+ Quite affordable price with large volume (The price in Indonesia is between IDR175K to IDR190K (about USD13,13 to USD14,26) with 100 ml volume).
+ Quite significant visible result.
+ Eventhough the instructions is a little bit confusing, but the product’s informations is quite comprehensive.
+ Balanced pH (according to my Google results, this product’s pH is around 6 to 7)

. – The pump ia little bit terrible, it makes the product come out spurt.
– High level of alcohol.
– The alcohol smell is so strong.
– Cooling sensation that stays too long.
– Can trigger more oil production.
– We need to buy it online in Indonesia.
– Confusing instructions.
– The runny consistency for a serum that made me confuse about the application.

Ranking? 3/5

Repurchase?
Definitely not. Well, the pore-tightening result could be really visible. But I can’t hold the strong alcohol smells and the cooling sensation that stays too long on my skin.
That’s it for this review. Apology for all the mistakes. I hope this can help you :)

*Further reading and link
http://www.els.net/WileyCDA/ElsArticle/refId-a0021583.html

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments