Showing posts with label beauty review. Show all posts
Showing posts with label beauty review. Show all posts

In beauty review skincare

Emina Sun Protection SPF 30 Review


Halo semuanya, apa kabar? Semoga selalu dilindungi Tuhan yaah :)
Kali ini aku mau review sebuah produk yang sebenarnya sudah aku review secara singkat di Instagram beberapa hari yang lalu. Kalau mau baca versi singkatnya, bisa baca disini. Produk yang mau aku review adalah Emina Sun Protection SPF 30 PA+++.

Apa ini?
Ini adalah tabir surya atau sunscreen yang murah banget. Seingatku harganya ngga sampai 40 ribu. Emina ini masih satu perusahaan dengan Wardah dan Make Over, dan produk-produknya lebih ditujukan untuk remaja. Makanya ngga heran kalau produk-produknya Emina harganya murah-murah dan kemasannya juga cenderung lebih playful.

Kenapa aku coba ini?
Berawal dari sebuah diskusi di kolom komentar, sepertinya di Youtube, aku kurang ingat. Waktu itu membicarakan soal sunscreen yang ramah untuk kulit berminyak. Lalu banyak juga yang merekomendasikan Emina ini. Akhirnya waktu aku mampir ke counter-nya Emina di sebuah Mall, aku beli aja. Waktu itu aku berpikir, kalaupun ngga cocok, aku ngga terlalu rugi karena harganya kan murah. Haha.

Apa klaimnya?
·                Memiliki tekstur ringan yang membantu melindungi kulit dari sinar UV di hari yang aktif.
·                Diperkaya Aloe Vera Extract dan emollient untuk memberikan kelembaban ekstra di kulit.

Kemasan, Volume, dan Konsistensi

Kemasan dari produk ini berbentuk tube berwarna putih dengan aksen berbentuk geometris berwarna oranye dan abu-abu. Saat membeli produk ini, pembeli tidak diberikan kotak. Namun isi produk terlindungi dengan segel aluminium. Kepala tubenya menggunakan tutup fliptop, sehingga pengguna dapat mengontrol sebanyak apa produk yang ingin dikeluarkan. Di bagian depan kemasan terdapat merk dan keterangan singkat produk. Di bagian belakang kemasan terdapat keterangan produk yang lebih lengkap seperti klaim, cara pakai, bahan-bahan, dan peringatan. Produk ini berisi 60 ml dengan konsistensi seperti krim berwarna putih kekuningan.

Bahan-Bahan
Aqua, Ethanol, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Glyceryl Stearate, Diethylamino Hydroxybenzoyl Hexyl Benzoate, Dimethicone, Butylene Glycol, Phenoxyethanol, Triethanolamine, Propylene Glycol, Panthenol, Polyvinyl Alcohol, Aloe Barbadensis (Aloe Vera) Leaf Extract, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Fragrance, Hydrolyzed Wheat Protein/PVP Crosspolymer, BHT, Disodium EDTA, Ethylhexylglycerin, Xanthan Gum, Potassium Sorbate, EDTA, Sodium Benzoate.
Berdasarkan bahan-bahan di atas, dapat dilihat bahwa sunscreen ini termasuk dalam chemical sunscreen yang menggunakan Ethylhexyl Methoxycinnamate (Octinoxate) dan Diethylamino Hydroxybenzoyl Hexyl Benzoate (Uvinul A Plus).

Cara Pakai dan Efek di Kulit

Cara pakai yang tertulis di kemasan adalah: Oleskan pada area wajah dan leher 15 menit sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.
Sunscreen ini menginggalkan sedikit sekali white cast saat diaplikasikan, namun white cast itu akan hilang ketika produk menyerap ke kulit. Kebetulan, beberapa bulan yang lalu aku sudah pernah pakai produk ini dan merasa white cast yang ditinggalkan mengganggu banget. Akhirnya aku kasih produk ini ke adikku. Tapi pas kemarin aku coba beli lagi dan coba pakai sekali lagi, aku ngga notice ada white cast yang berlebihan.
Akhirnya aku coba bandingkan punyaku yang baru saja kubeli dengan yang lama. Dan ternyata memang ada beberapa perbedaan antara produk lama dan baru. Pertama, warna produk yang lama lebih kekuningan dan produk yang baru lebih dominan putih dan hampir tidak terlihat kekuningannya. Kedua, produk yang lama lebih cair sementara yang baru lebih terasa seperti krim kental. Ketiga, produk yang lama lebih dewy dan saat terkena sinar matahari, pantulan sinarnya terlihat lebih putih dan mengkilap. Sementara produk yang baru lebih tidak berwarna saat terkena sinar matahari. Mungkin memang sudah ada perubahan formula antara produk yang lama dan yang baru.
Produk ini cukup cepat menyerap, dan saat sudah menyerap produk ini tidak meninggalkan rasa lengket di kulit. Finish-nya pun cenderung matte sehingga cocok digunakan oleh pengguna dengan kulit berminyak.

Tips dan Peringatan Produk
Pada kemasan produk terdapat peringatan yang berbunyi:
“Jangan terlalu lama terpapar sinar matahari, meskipun menggunakan sediaan tabir surya. Jika terjadi reaksi hipersensitivitas (rasa terbakar, kemerahan), hentikan pemakaian.”

Apakah produk ini sesuai dengan klaimnya?
Bisa dibilang iya. Produk ini sama sekali ngga terasa berat dan ngga bikin kulit kering. Tapi aku ngga berani bilang kalau produk ini juga ngga bikin kulit makin kering bagi orang yang kulitnya kering yah, karena kulitku sendiri berminyak. Di kulitku, produk ini cukup bikin kulit matte dan ngga bikin kulit makin berminyak sepanjang hari. It’s a big deal since almost all sunscreen that I’ve used made me more oily throughout the day.
Sayangnya, sunscreen ini hanya memiliki SPF 30. Aku pribadi lebih memilih sunscreen dengan SPF 50 karena merasa lebih aman dan terlindungi. Tapi, adakalanya aku juga butuh sunscreen dengan SPF lebih rendah untuk dipakai keluar rumah yang hanya sebentar atau saat masih pagi atau sore menjelang malam yang ngga terlalu banyak terpapar sinar matahari. Jadi, sunscreen ini cocok digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan tersebut. Tapi kalau untuk perlindungan harian sih aku merasa kurang.

Review keseluruhan:
(+) Harganya murah dengan isi cukup banyak.
(+) Kemasan yang cukup baik.
(+) Mudah ditemukan.
(+) Tidak meninggalkan white cast di kulitku.
(+) Tidak membuat kulit semakin berminyak.

(-) Baunya aneh. Bau jeruk tapi kimiawi banget.
(-) Hanya memiliki SPF30.
(-) Aku ngga tau produk ini akan meninggalkan white cast atau ngga di skintone yang lebih gelap dari kulitku, mengingat sebelumnya aku punya masalah white cast dengan produk ini.
(-) Mengandung alkohol dan fragrance.

Ranking? 4/5

Repurchase? Maybe. Selama aku belum menemukan sunscreen lain dengan finish matte dan SPF cukup rendah, kemungkinan besar aku akan tetap menggunakan sunscreen ini.
Sekian dulu review-ku kali ini. Semoga membantu yaah. Later!

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In beauty review the old goods and the new

The Old Goods and The New #1: Things I Used Up and The Replacement



Haaaaaiiiii!!! Apa kabar? Aku harap kamu selalu bahagia dan sehat yaah.
Kali ini aku mau share soal produk-produk yang sudah habis aku pakai nih. Well, basically this is one of those “empties” post you’ve seen before. Kalau biasanya orang lain cuma share produk apa saja yang sudah mereka pakai sampai habis, aku mau buat yang sedikit berbeda nih. Jadi, selain share produk-produk yang aku pakai sampai habis, aku juga mau share soal produk apa saja yang aku beli untuk menggantikan produk-produk yang sudah habis tersebut. Jadi kamu juga bisa tau produk mana saja yang aku repurchase dan produk mana saja yang aku ganti dan alasannya kenapa. Selain itu, aku juga menyertakan produk-produk yang ngga aku pakai sampai habis tapi sudah lewat shelf life atau sudah expired. Jadi memang sudah ngga bisa aku pakai lagi.
Nah untuk segmen ini, aku beri nama “The Old Goods and The New” lol. Agak geli sih ngasih nama segmen-nya, tapi suka *ngerasa kreatif*. FYI buat yang ngga tau, nama segmen-nya diambil dari Game of Thrones. Dimana kalo di GoT ada sebutan “The Old Gods and The New” yang merujuk pada 2 jenis agama atau dewa yang mayoritas disembah oleh orang-orang di dunia Game of Thrones, tepatnya di Westeros. Ada dewa-dewa lama (The Old Gods of The Forest) dan dewa-dewa baru (The Faith of The Seven).
Anyway, moving on to the products.


1. The Old: Bioré Cleansing Oil / The New: idem.
Ini adalah first cleanser favorit aku. Pertama kali juga pakai oil-based cleanser ya pakai produk ini. Enak banget sih dipakainya, buat membersihkan makeup atau sunscreen ampuh banget. Cara pakainya adalah dengan mengaplikasikan sekitar 2-3 pump oil ini ke kulit wajah yang masih dalam keadaan kering. Lalu ratakan dengan jari sambil dipijit-pijit. Nanti makeup dan sunscreen kita akan lumer bersamaan dengan oil-nya. Setelah itu kita harus membasahi tangan kita dan memijit kembali kulit kita agar minyak dapat teremulsifikasi, nantinya minyak akan berubah menjadi putih seperti susu. Baru deh dibilas dengan air atau washlap.
Aku suka banget dengan produk ini karena berkerja dengan sangat baik untuk membersihkan makeup maupun sunscreen di kulitku. Sebenarnya produk ini juga bisa digunakan untuk menghapus riasan mata dan bibir. Tapi kalau di mataku, produk ini bikin mata perih ketika dibilas. Mungkin karena minyaknya masuk-masuk ke mata. Dan akhirnya aku memilih untuk pakai eye remover lain yang akan aku jelaskan di bawah.
Produk ini aku repurchase karena aku belum menemukan first cleanser lain yang harganya terjangkau dan ampuh untuk membersihkan makeup dan sunscreen. Oh iya, produk ini harganya Rp. 99.000,- dengan ukuran 150ml dan bisa tahan sampai 6 bulanan (kalau ngga dipakai setiap hari seperti aku).


2. The Old: Wardah EyeXpert Eye Makeup Remover / The New: Nivea Double Effect Eye Make-up Remover
Nah, kalau tadi pembersih untuk kulit, yang ini untuk mata dan bibir. Aku pakai produk ini untuk membersihkan mata dan bibir saat menggunakan produk yang waterproof. Kalau ngga pakai produk waterproof, biasanya aku akan pakai micellar water biasa. Produk lamanya adalah Wardah EyeXpert eye Makeup Remover, dan aku cinta banget sama produk ini. Kalau kata orang ebrsihin maskara waterproof itu PR banget, kalau pakai produk ini mah PR-nya dikerjain sama si Wardah ini. Lol. Enak banget asli, sekali ulas langsung hilang maskaranya. Ngga perih juga di mata, kalau dipakai di bibir juga ngga bikin bibir terkelupas. Harganya juga murah, lupa tepatnya berapa tapi yang jelas untuk botol ukuran besar (100 ml) itu masih di bawah 50 ribu. Dan habisnya juga lama, soalnya dipakai hanya untuk mata dan bibir kan. Seingatku, aku udah repurchase produk ini 2 kali. Pertama beli yang besar, lalu yang kecil, dan yang besar lagi yang sekarang udah habis juga.
Tapi untuk kali ini aku ngga repurchase. Kenapa? Karena aku tertarik untuk mencoba Nivea Double Effect Eye Make-up Remover. Kata orang-orang, Wardah sudah enak kan. Nah si Nivea ini lebih enak lagi. Nah lho, jadi penasaran kan :D Makanya aku memilih untuk ngga repurchase si Wardah dan beralih untuk mencoba si Nivea. Harganya lebih mahal sih sekitar 60 ribu atau 70 ribuan, tapi isinya juga lebih banyak 25 ml (1 botol isi 125 ml). Aku sudah pernah pakai produk ini sekali. Seingatku sih sama enaknya seperti si Wardah, tapi udah agak lupa juga.


3. The Old: L’oreal Extraordinary Oil / The New: idem
Ini adalah life saviour T.T. rambutku itu keriting, mengembang, dan kering (mayoritas rambut keriting emang kering FYI). Susah banget diatur, harus pakai conditioner setangkup (literally, boros ye) itu pun harus ditambah oil ini. Kalau pakai oil ini, rambutku yang tadinya kayak singa jadi bisa nurut sedikit huhu seneng banget. Meskipun ngga terlalu ampuh untuk menangani rambutku yang kering, tapi aku ngga tau gimana nasibnya rambutku kalau ngga pakai oil ini. Dan of course aku repurchase karena aku belum menemukan rekomendasi produk lain yang bisa menjinakkan si singa ini. Lol.


4. The Old: Skinaqua UV Moisture Milk SPF50+ PA+++ / The New: Bioré UV Aqua Rich Watery Essence SPF50+ PA++++
Produk Skinaqua ini belum habis sebenarnya, tapi udah lewat masa shelf life jauuuuh banget, mungkin ada kali ya 6 bulanan *jangan ditiru* :D. Dan hasilnya udah jelek banget untuk kulit, setiap habis pakai sunscreen ini pasti nongol jerawat. This is my first sunscreen ever by the way. Aku udah pernah repurchase ini sekali. Dulu ngga pernah pakai sunscreen terpisah selain yang ada di makeup. Lalu tibalah saatnya harus KKN di Lombok, dimana Lombok kan panas banget ya kak, jadilah pusing cari sunscreen. Baca-baca review, katanya ini paling enak. Ternyata emang enak sih. Tapi tetep masih pengen coba yang lain karena sunscreen ini masih bikin mukaku berminyak walaupun ngga parah. Waktu itu sebenernya udah ngga pengen repurchase, tapi karena kepepet terus pusing mau beli yang mana, akhirnya repurchase.
Nah sekarang lagi dalam tahap pencarian sunscreen lainnya, jadilah ngga repurchase Skinaqua ini. Baca-baca review katanya punyanya Biore enak, ya sudah deh pilihan jatuh ke Biore. Baru coba Biore 2 kali dan baru bisa kasih review sedikit. Ini termasuk mineral sunscreen, sementara si Skinaqua itu physical sunscreen. Tekturnya cair banget, gampang meresap. Ngga ada white cast-nya juga. Belum tau bikin berminyak apa ngga, karena cuma dipakai sebentar doang. Tapi baunya agak kuat sih. Bau-bau jeruk gitu karena ternyata mengandung ekstrak buah-buahan. Aku suka sih baunya, tapi mungkin di beberapa orang ngga bisa toleransi. Hehe.


5. The Old: Nivea Lip Butter in Cocoa / The New: Nivea Lip Butter in Raspberry Rosé
Kalo produk yang ini juga masih belum habis, tapi udah expired. Hiks. Padahal masih ada lebih dari setengah. Sejauh ini, Nivea Lip Butter ini adalah pelembab bibir yang paling ampuh untuk bibirku. Aku ngga terlalu suka eksfoliasi bibir ketika bibir itu dalam keadaan kering karena jadinya sakit. Tapi biasanya kalo bibirku udah terlanjur kering, aku pakai Nivea ini yang banyak terus aku bawa tidur atau aku diemin seharian. Habis itu pasti kulit-kulit keringnya udah mulai lembek trus bisa dikelupas pelan-pelan. Baru deh aku eksfoliasi bibir pakai scrub atau simply aku kelupasin pelan-pelan.
Pertama beli yang cocoa karena adanya itu, lalu repurchase yang raspberry rose karena adanya ya itu. Lol. Tapi emang mau tau juga sih ada bedanya apa ngga antara yang cocoa sama yang rasa lain. Lalu ngga menyesal sama sekali karena baunya gilaaaa enak banget. Waktu pertama kali cium baunya langsung endus-endus terus. Haha. Lebih suka daripada bau yang cocoa karena pada dasarnya aku ngga suka bau cokelat di dalam produk kecantikan. Lol.


Jadi itulah semua produk yang sudah aku habiskan selama beberapa waktu ini. Sedih sih karena habisnya barengan yang artinya repurchase atau beli gantinya juga barengan. Bangkrut kak. Tapi senang juga karena punya alasan untuk belanja. Lol. Semoga episode pertama The Old Goods and The New ini bisa membantu kamu ya. 
Thanks for reading! Love ya!

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In beauty 101 beauty review skincare

(English) COSRX BHA Summer Pore Minish Serum (Review)


Perhatian! Tulisan ini ditulis dalam Bahasa Inggris. Untuk tulisan sama berbahasa Indonesia, Anda bisa baca disini.

Hi everyone, how are you? I wish you a good and happy life :)
I'm back with a product review that I’ve been trying for awhile. And now it’s the turn of a brand that has been so popular lately, which is COSRX. COSRX BHA Summer Pore Minish Serum to be exact.


Why am I trying this?
The main reason is because I have huge pores that is really difficult to conceal with makeup. I often ask myself why is it so difficult to conceal my pores eventhough I’ve tried so many pore minimizing primer.
Then someday I read a review in an online shop’s instagram page that written by someone who already used this serum. The user of this serum said that her pores has minimized after using this serum. And that’s it, I attracted to this serum then I bought it.
The Claim of COSRX BHA Summer Pore Minish Serum
What’s The Claim?
Based on what’s written in the box, COSRX BHA Summer Pore Minish Serum claims:
1. COSRX BHA Summer Pore Minish Serum is a pore-tightening serum that brings strong tightening effect to widening pores due to excessive sebum for oily-complex skin types and drying of the skin for neutral-dry skin types. Notes: Don’t ask me what the meaning of oily-complex skin types is, I don’t know anything about it either :( It is literally what’s written in the box.
2. COSRX BHA Summer Pore Minish Serum is an astringent serum that removes clogged sebum and old cornification in the pores with natural BHA ingredients to clean them, and helps with sebum control and pore-astringent effect. Notes: If I Google it, the meaning of cornification is a slow, coordinated process in space and time that allows the formation of dead cells (corneocytes) layer to create a physical barrier for the skin.
The Ingredients of COSRX BHA Summer Pore Minish Serum
Ingredients
COSRX BHA Summer Pore Minish Serum contains 0.5% of Betaine Salicylate that is one of BHA form. The full ingredients of this product is: Salix Alba (Willow) Bark Water, Alcohol, Butylene Glycol, Betaine Salycilate, Sodium Hyaluronate, 1,2-Hexanediol, Centella Asiatica Leaf Water, Cassia Obtusifolia Seed Extract, Ethyl Hexanediol, PEG-60 Hydrogenated Castor Oil, Arginine, Panthenol, Carbomer, Zinc Oxide, Xanthan Gum, Menthol.
From the full ingredients, we can see that the main ingredients of this product is Willow Bark Water. Willow bark water known for its astringent, anti-inflammatory, soothing and conditioning properties. Willow bark extract can also used to treat headache, and other ailments due to its aspirin-like effect and also act as antiseptic. Willow bark extract contains Salicylic Acid which is a natural exfoliant that helps treat acne because of its ability to help shed dead skin cell and clean pores. It also helps to stimulate new cell formation. Willow bark extract also contains Phenolic Acid, such as Salicin, Salicortin, Fragilin, Populin, Triandrin, and Vimalin as long as Flavonoid Tannin, and Mineral that can help skin rejuvenation. Wow, it got so many benefits, huh?
The second ingredients of this product is alcohol. This ingredients really draw my attention because alcohol tend to be sensitive for skin. As we know, alcohol could dry up the skin. Sadly, because of its characteristic that could dry up the skin, alcohol tend to be considered as an effective ingredients that need to be included into products for oily skin.
The Box

Brief Information about Product's Type

The Pump

Left: The Product before Shaken. Right: The Product after Shaken.
Packaging, Volume, and Consistency
The packaging of this product is a clear plastic bottle with black pump and clear cap. This product comes with white box and black font product description. The pump of this products isn’t so good, because eventhough it has a pump, the product comes out spurt. So we need to draw the cotton pad or the hand that we use closer to the pump. The product also comes out just a little for one pump, so I need to pump it between 5 to 6 pumps to wet my cotton pad and apply it easily.
A bottle of this product contains 100 ml. Sadly I don’t write a label about when I start use this product for the first time, so I don’t exactly know how long that I’ve been using this product. But I manage to find the information about when this product come to my mail, which is in April 29th 2017. So it might be that I’ve been using this product since May 2017 and until now (July 25th 2017 when I write this review, which is almost 3 months of usage), the product still contains about 20 ml. It’s quite a long journey to think that I use many pumps everytime I use.
The consistency of this product is so watery just like regular water. It’s a little bit strange since the title of this product is “serum”, whish is usually serum has thick consistency because of its rich ingredients. This product contains 2 parts, so we need to shake it well before use. The top part of this product is a clear liquid with a little bit of orangey tone, meanwhile the bottom part is the sebum absorption powder with white color that will come alongside the liquid when we pump the products out. The powder will leave white dots in the skin when applied.
Left: The consistency of this product. Center: Product after blended. Right: Product after absorbed.

How to Use the Product
How to Use and The Effect on the Skin
On the packaging of this product, there’s instructions to shake this product before use so the sebum absorption powder that sunken in the bottom of the bottle can be mixed with the water on the top. Then apply this product in the morning and night on serum/essence step and concentrate the application on the nose area with blackhead, greasy forehead, and area with larger pores such as cheeks, chin, and all over the face. Gently tap with the tip of the finger to help the absorption of the product and leaves the skin powdery outside but moist inside. It also recommended to refrigerate this product to help the pore-astringent effect and keep the moisture (and I just realize that I never refrigerate this product -_-).
The watery consitency of this product confuse me at the first time I want to use it. As we know, the very basic rule of skincare layering is start from the most runny products to the most thick one. While before serum step, usually I use hydrating toner with thicker consistency than this serum. But in the user instructions, it is recommended to use this product in the serum or essence step, both is after hydrating toner step. Confuse, right?
Usually I apply this product using a cotton pad, but it is likely you can also use this product directly with your finger. I only use this product in the night because I use other serum treatment in the morning. I concentrate the application of this product around the nose because that’s where my large pores are. But I also wipe this product all over my face. After I applied this product, my skin feels cold because it contains menthol. There are also white dots from the sebum absorption powder that I mentioned earlier. This products is easily absorbed without any feeling left except the cooling sensation. This cooling sensation stay quite long, about 15 minutes or more I would say.
Tips and Caution
Tips and Caution
This product also give tips and caution to the user, which is:
1. Keeps all the cosmetic products in order but do not make haste, this lessens effect, and leave the products to absorb (sorry for the english, I copy-paste it from the box :D)
2. Keep the nose special! Use a cotton pad for nose area for sebum particles, and use a new cotton pad to apply Pore Minish Serum. (Hmm...I think what they meant is the first cotton pad we use to clean the nose before we apply the product with the second cotton pad). Use from top to bottom and clean off the round sides of the nose and the tip of the nose. Give special care. Put a cotton pad on the nose for a moment then wash out.
3. Betaine Salicylate content is 0,5% for your use in every morning/evening. However, for people with sensitive skin, it may be better to use only in the evenings or 2-3 times a week.
Does this product works as it claims?
Yes and no. As I used it for almost 3 months, I see the change on my pores, it becomes shallower. As my pores becomes shallower, it seems from the surface of my skin that my pores is tightened. The truth is, the pores aren’t minimized or tightened, it’s only shallowed. To conceal the pores with makeup has become easier too. The foundation which once could not blur my pores, now it could. I don’t need to avoid shimmery blush on anymore because my pores isn’t really visible anymore. Yay!
But the sebum reduction effect doesn’t show up at all in my skin. Instead I feel like my skin become more oily when I wake up in the morning (since I only use this product in the night), especially on the chin area. This effect made me doesn’t want to use this product on the day time. I suspect that high level of alcohol in this product made my skin a little dehydrated so it produces more oil.
Sadly, I cannot attach the picture of before and after the usage of this product because I don’t plan to write this review before. I’m so sorry :(
Overall Review:
+ Product is easily absorbed.
+ Quite descent packaging with pump and cap.
+ Doesn’t leave sticky feeling.
+ Quite affordable price with large volume (The price in Indonesia is between IDR175K to IDR190K (about USD13,13 to USD14,26) with 100 ml volume).
+ Quite significant visible result.
+ Eventhough the instructions is a little bit confusing, but the product’s informations is quite comprehensive.
+ Balanced pH (according to my Google results, this product’s pH is around 6 to 7)

. – The pump ia little bit terrible, it makes the product come out spurt.
– High level of alcohol.
– The alcohol smell is so strong.
– Cooling sensation that stays too long.
– Can trigger more oil production.
– We need to buy it online in Indonesia.
– Confusing instructions.
– The runny consistency for a serum that made me confuse about the application.

Ranking? 3/5

Repurchase?
Definitely not. Well, the pore-tightening result could be really visible. But I can’t hold the strong alcohol smells and the cooling sensation that stays too long on my skin.
That’s it for this review. Apology for all the mistakes. I hope this can help you :)

*Further reading and link
http://www.els.net/WileyCDA/ElsArticle/refId-a0021583.html

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In beauty review skincare

(Bahasa Indonesia) COSRX BHA Summer Pore Minish Serum (Review)


DISCLAIMER: This post written in Bahasa Indonesia. For English content of this post you can read it here.

Halo semuanya, apa kabar? Semoga selalu sehat dan bahagia yah :)
Kembali lagi nih dengan review produk yang udah aku coba beberapa waktu belakangan. Kali ini gilirannya dari brand korea yang belakangan lagi hits banget, yaitu COSRX. Tepatnya COSRX BHA Summer Pore Minish Serum.

Kenapa aku coba ini?
Alasan utamanya adalah karena aku punya pori-pori super besar yang susah banget ditutupin makeup. Aku sampe bertanya-tanya sendiri, kenapa sih susah banget menyamarkan pori-poriku ini. Padahal aku udah coba pakai berbagai macam primer yang klaim-nya untuk meminimalisir penampakan pori-pori wajah.
Lalu suatu hari aku lihat review salah seorang pengguna serum ini di instagram-nya online shop gitu. Si pengguna bilang kalau pori-pori wajahnya bisa mengecil karena pakai serum ini. Aku jadi makin tertarik dan akhirnya aku beli.
Klaim COSRX BHA Summer Pore Minish Serum

Klaimnya apa?
Berdasarkan yang tertulis di kotaknya, COSRX BHA Summer Pore Minish Serum ini mengklaim:
1.      COSRX BHA Summer Pore Minish Serum adalah serum pengencang pori-pori yang memberikan efek pengencangan yang kuat untuk mengecilkan pori-pori yang disebabkan oleh sebum berlebih pada tipe kulit berminyak-kompleks dan kekeringan pada tipe kulit natural-kering.
Notes: Plis jangan tanya kulit berminyak-kompleks itu kayak gimana, aku juga ga tau:( tulisannya sih oily-complex skin types.
2.      COSRX BHA Summer Pore Minish Serum adalah serum astringen yang menyingkirkan sebum yang tersumbat dan cornification lama pada pori-pori dengan bahan alami BHA untuk membersihkan masalah-masalah tersebut, dan membantu mengontrol sebum dan memiliki efek pore-astringent.
·         Notes: Kalau aku googling, cornification adalah proses lambat terkoordinasi dalam ruang dan waktu (?) yang memungkinkan pembentukan lapisan kulit mati (corneocytes) untuk membentuk sebuah pelindung fisik untuk kulit.
Komposisi COSRX BHA Summer Pore Minish Serum

Bahan
COSRX BHA Summer Pore Minish Serum ini mengandung Betaine Salicylate sebesar 0.5% yang merupakan salah satu bentuk dari BHA. Komposisi lengkap dari produk ini adalah:
Salix Alba (Willow) Bark Water, Alcohol, Butylene Glycol, Betaine Salycilate, Sodium Hyaluronate, 1,2-Hexanediol, Centella Asiatica Leaf Water, Cassia Obtusifolia Seed Extract, Ethyl Hexanediol, PEG-60 Hydrogenated Castor Oil, Arginine, Panthenol, Carbomer, Zinc Oxide, Xanthan Gum, Menthol.
Dari komposisi lengkapnya, kita bisa lihat bahwa bahan utama dari produk ini adalah Willow Bark Water. Willow Bark Water dikenal akan khasiatnya sebagai astringen, anti-inflamasi, dan sebagai agen penenang dan pengondisi kulit. Ekstrak dari Willow Bark ini juga dapat digunakan sebagai penghilang sakit kepala dan penyakit ringan lainnya karena memiliki efek yang mirip seperti aspirin dan juga bertindak sebagai antioksidan. Ekstrak dari Willow Bark ini mengandung Salicylic Acid yang merupakan natural exfoliant yang membantu mengatasi jerawat karena dapat membantu kulit meluruhkan sel kulit mati dan membersihkan pori-pori, serta membantu menstimulasi pembentukan sel kulit baru. Ekstrak Willow Bark juga mengandung Phenolic Acid, seperti Salicin, Salicortin, Fragilin, Populin, Triandrin, dan Vimalin bersama dengan Flavonoid, Tannin, dan mineral yang dapat membantu peremajaan kulit. Wow, banyak sekali manfaatnya ya.
Komposisi kedua dari produk ini adalah alkohol. Komposisi ini sangat menarik perhatianku, karena alkohol cenderung sensitif untuk kulit. Seperti yang kita ketahui, alkohol dapat membuat kulit menjadi kering. Sayangnya karena sifat alkohol yang membuat kulit kering tersebut, alkohol malah dianggap sebagai bahan efektif yang perlu diikutsertakan ke dalam produk-produk untuk kulit berminyak.
Kotak Pembungkus
Keterangan Jenis Produk

Pump di Botol

Kiri: Produk sebelum dikocok. Kanan: Produk setelah dikocok.

Kemasan, Volume, dan Konsistensi
Kemasan dari produk ini merupakan botol plastik bening dengan pump berwarna hitam bertutup plastik bening. Produk ini datang dengan bungkus kotak berwarna putih dan keterangan produk berwarna hitam. Pump dari produk ini agak sedikit kurang enak, karena meskipun menggunakan pump, produk yang keluar agak muncrat. Sehingga kita harus menempatkan kapas atau tangan yang kita gunakan dekat dengan pump-nya. Produk yang dikelurkan pun sangat sedikit, sehingga aku harus pump 5-6 kali untuk membuat kapas yang aku gunakan basah dan mudah mengaplikasi produknya.
1 botol produk ini mengandung 100 ml. Sayang sekali aku ngga me-label kapan produk ini aku buka, jadi aku ngga bisa menginformasikan sudah berapa lama aku menggunakan produk ini. Tapi aku berhasil menemukan informasi kapan produk ini sampai di tanganku, yaitu tanggal 29 April 2017. Berarti kemungkinan besar aku sudah menggunakan produk ini sejak Mei 2017 dan sampai saat ini (25 Juli 2017, which is hampir 3 bulan) produk tersebut masih tersisa sekitar 20 ml. Cukup irit yah mengingat aku memakai produk ini dengan sedikit boros.
Konsistensi produk ini sangat cair seperti air. Cukup aneh mengingat judul dari produk ini adalah "serum", dimana biasanya serum memiliki konsistensi yang kental karena kaya akan bahan-bahan bernutrisi. Produk ini memiliki 2 bagian, sehingga harus dikocok saat akan digunakan. Bagian yang atas merupakan cairan bening berwarna sedikit oranye, sementara bagian yang bawah dikatakan merupakan sebum absorption powder berwarna putih yang akan ikut keluar saat kita memencet produk ini. Powder tersebut akan meninggalkan seperti titik-titik putih di kulit ketika diaplikasikan.
Kiri: Konsistensi produk. Tengah: Produk setelah dibaurkan. Kanan: Produk setelah menyerap.
Cara Pakai dalam Kemasan

Cara Pakai dan Efek di Kulit
Pada kemasan produk ini, terdapat petunjuk penggunaan yang menginstruksikan untuk mengocok produk ini sebelum digunakan agar sebum absorption powder yang tenggelam di bawah botol dapat bercampur dengan air di atasnya. Kemudian aplikasikan produk ini baik pagi dan malam pada tahap serum/essence dengan mengonsentrasikan pada daerah hidung yang memiliki banyak blackhead, dahi yang berminyak, dan daerah dengan pori-pori yang ingin dikelola. Dianjurkan juga untuk mengaplikasikan produk ini ke daerah pipi, dagu, dan seluruh wajah. Tepuk-tepuk secara perlahan dengan ujung jari untuk membantu penyerapan produk dan meninggalkan kulit yang powdery di luar tapi lembab di dalam. Produk ini juga sebaiknya dimasukkan ke dalam kulkas untuk membantu efek pore-astringent dan kelembaban (dan aku baru sadar dong aku ga pernah nyimpen ini di kulkas  -_-).

Konsistensi produk yang cair ini bikin aku jadi agak bingung saat pertama kali akan memakai produk ini. Karena kita semua tahu, kalau rules paling dasar dari layering skincare adalah dimulai dari yang paling cair sampai yang paling kental. Sementara sebelum step serum, aku sudah menggunakan hydrating toner yang konsistensinya lebih kental dari serum ini. Tapi pada petunjuk pemakaian, disarankan untuk menggunakan produk ini pada tahap serum atau essence dimana kedua-duanya dilakukan setelah hydrating toner. Bingung kan?
Aku biasanya mengaplikasikan produk ini menggunakan kapas, tapi sepertinya kamu juga bisa mengaplikasikan produk ini dengan tangan. Aku hanya menggunakan produk ini di malam hari karena pada pagi harinya aku menggunakan serum vitamin C. Aku mengonsentrasikan produk ini pada daerah sekitar hidung karena disanalah pori-pori besarku mengumpul. Tapi aku juga mengusap seluruh produk ini ke seluruh wajah. Setelah diaplikasikan, kulit akan terasa dingin karena produk ini mengandung menthol. Terdapat pula bintik-bintik putih dari sebum absorption powder yang tadi sudah kubahas. Produk ini sangat cepat menyerap dan tidak meninggalkan rasa apa-apa kecuali rasa dingin. Rasa dingin yang ditinggalkan oleh produk ini bertahan cukup lama, sekitar 15 menit atau lebih.
Tips dan Peringatan
Tips dan Peringatan Produk
Produk ini juga memberikan tips dan peringatan kepada para penggunanya, di antaranya:
1.         Gunakan seluruh produk kosmetik sesuai urutan dan jangan terburu-buru karena akan mengurangi efek dari produk, dan biarkan produk sampai menyerap.
2.         Berikan spesialisasi untuk area hidung! Gunakan kapas di area hidung untuk partikel sebum, dan gunakan kapas yang baru untuk mengaplikasikan produk. (Mmmm...Mungkin maksudnya kapas yang pertama untuk membersihkan hidung sebelum aplikasi produk pada kapas yang kedua kali ya). Gunakan dari atas ke bawah dan bersihkan bagian yang bulat dan ujung hidung. Berikan perhatian spesial. Letakkan kapas pada hidung untuk sesaat kemudian bersihkan.
3.         Kandungan Betaine Salycilate sebanyak 0.5% untuk penggunaan di pagi dan malam hari. Namun untuk orang dengan kulit sensitif, lebih baik gunakan hanya pada malam hari atau 2-3 kali seminggu.

Apakah produk ini sesuai klaimnya?
Ya dan tidak. Selama hampir 3 bulan aku menggunakan produk ini, aku melihat perubahan pada pori-poriku yang sudah tidak terlalu dalam. Karena pori-poriku berubah menjadi dangkal, sehingga dari permukaan tampak bahwa pori-poriku mengecil, padahal hanya mendangkal. Untuk menutup pori-pori tersebut dengan makeup juga jadi lebih mudah. Foundation yang dulunya masih menampakkan pori-poriku sekarang sudah bisa menyamarkan pori-poriku. Aku juga sudah ngga anti dengan blush on yang shimmery karena pori-poriku udah ngga terlalu keliatan lagi sekarang. Yay!
Tapi efek megurangi sebum di wajahku sama sekali tidak terlihat. Malah aku merasa kulitku jadi lebih berminyak pada saat bangun tidur (mengingat aku hanya pakai produk ini di malam hari), terutama di bagian dagu. Efek itu pula yang membuatku ngga mau pakai produk ini di siang hari. Aku curiga kandungan alkohol yang tinggi dalam produk ini membuat kulitku sedikit dehidrasi sehingga memicu produksi minyak berlebih.
Once again, aku ngga bisa menyertakan foto before-after nya karena aku ngga merencanakan akan menulis review ini. I’m so sorry :(

Review Keseluruhan:
+ Produk mudah menyerap di kulit.
+ Kemasan yang cukup baik dengan dilengkapi pump dan tutup.
+ Tidak lengket.
+ Harga cukup terjangkau dengan volume yang banyak (Harga sekitar Rp. 175.000 – Rp. 190.000 dengan volume 100 ml).
+ Hasil terlihat cukup siginifikan.
+ Meskipun instruksinya agak sedikit kurang jelas, tapi informasi mengenai produk yang diberikan cukup lengkap.
+ pH seimbang (menurut hasil Google, pH produk ini berkisar pada pH 6 - 7).

- Pump yang kurang baik, membuat produk muncrat saat dikeluarkan.
- Kandungan alkohol yang banyak.
- Bau alkohol yang sangat menyengat.
- Efek dingin di kulit yang bertahan terlalu lama.
- Dapat memicu kulit untuk jadi lebih berminyak.
- Harus beli secara online.
- Instruksi yang sedikit membingungkan.
- Konsistensi yang terlalu cair untuk ukuran serum sehingga membingungkan.

Ranking? 3,5/5

Repurchase?
Definitely not. Memang sih produk ini bisa membantu mengencangkan pori-poriku. Tapi aku sangat tidak tahan dengan bau alkohol dan rasa dingin yang terlalu lama bertahan di kulitku.
Sepertinya sekian dulu review kali ini. Mohon maaf atas segala kekurangannya ya. Semoga bisa membantu :)



*Bahan bacaan dan link lanjutan:
http://www.els.net/WileyCDA/ElsArticle/refId-a0021583.html

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments