Showing posts with label random ramble. Show all posts
Showing posts with label random ramble. Show all posts

In random ramble

Salahkah Cintaku Berlabuh?


Kepada engkau, yang tak sengaja melabuhkan cintanya pada orang yang tidak tepat. Atau kepada engkau, yang tak sengaja menjatuhkan hatinya dengan orang yang tepat, hanya saja waktunya tidak tepat. Salahkah kita?

Kita tidak pernah bisa memilih pada siapa hati kita merasa nyaman. Pun tidak pernah bisa memilih kapan kita akan bertemu dengannya. Semua terjadi begitu saja. Tiba-tiba kita jatuh cinta. Tiba-tiba dunia semuanya tentang dia. Salahkah rasa yang memilih untuk berpihak pada orang dan waktu yang tidak tepat ini?

Mungkin akan lebih mudah jika kita tidak pernah bertemu dengannya. Tapi semuanya akan lebih sulit jika ternyata dia teman kita. Teman sekolah, teman kuliah, atau teman kantor. Kita secara rutin bertemu dengannya dan tidak bisa menghindari fakta bahwa kita senang bertemu dengannya. Kita senang melihat matanya, melihat senyumnya, melihat ia tertawa. Rasanya dunia terasa dua kali lebih indah.

Namun di saat bersamaan kita benci berada di dekatnya. Kita selalu ingat bahwa dia bukan milik kita. Ingin mendekati namun tidak bisa. Entah karena sebenarnya kita sadar dia tidak tepat untuk kita. Atau karena dia terlihat sangat tepat untuk kita, hanya saja kita terlambat datang dan dia sudah ada yang memiliki. Rasanya ingin menghilang dan menarik diri saja. Pura-pura tidak pernah mengenalnya. Tapi lagi-lagi, kita harus memaksa diri berhadapan dengannya, bahkan mungkin setiap hari.

Apa yang salah? Hati kita dalam memilih tempat kah?

Hati kita tidak pernah salah tempat. Atau salah waktu. Hati kita hanya melakukan sesuatu yang ia paling ahli. Jatuh cinta tentu ada prosesnya, meski mungkin kita tidak menyadarinya. Logika kita bilang dia bukan orang tepat, tapi hati kita selalu jujur dan berkata dia membuat kita nyaman dan wajar kita jatuh cinta. Logika kita bilang kita bertemu di waktu yang salah, tapi hati kita jujur bilang waktunya memang salah tapi dia orang yang tepat dan kita menginginkannya. Hati selalu jujur.

Lalu, haruskah kita berhenti mencintai?

Saat ini mungkin yang terlihat adalah cinta selalu menyakiti kita. Tapi, ingatkah kamu bahwa cinta tidak harus berbalas? Coba belajar mencintai mereka yang tidak terlihat balasannya, atau bahkan tidak mampu membalas. Mencintai benda mati, mencintai alam, mencintai hewan. Balasannya abstrak dan mungkin tidak bisa kita lihat langsung. Tapi coba rasakan kehadiran mereka di dekat kita. Benda mati yang memberi kita manfaat untuk kita gunakan setiap hari. Alam memberi kita udara untuk kita hirup. Hewan memberi kita pertemanan sehingga kita punya makna untuk kembali bangun esok hari.

Belajar untuk mencintainya tanpa mengharap balasan nyata.

Sekarang mungkin kita tidak melihat diri kita ada di jalan yang tepat. Tapi kita pasti bisa melewati kesulitan ini meski berat. Bersyukurlah bahwa kita masih punya hati yang jujur menerima segala keadaan orang lain. Bersyukurlah kita masih punya hati yang luas mencintai orang yang tidak tersedia untuk dicintai. Bersyukurlah kita masih punya hati untuk mencinta. Sebab hati adalah rumah bagi perasaan-perasaan yang menjadikan kita manusia.

Cintamu tidak salah. Hatimu tidak salah. Kita hanya ditempatkan pada situasi tidak tepat yang menjadikan kita terlihat salah.

XOXO, Ayu.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In random ramble

Where Have I Been?


Hey there! How are you?

Aku minta maaf buat kamu yang bertanya-tanya, kemana aja aku selama beberapa minggu (atau bulan?) ini. Hehehe. As a start, sebelum nulis review lagi, aku akan menceritakan kesibukanku belakangan.

First, and the main reason is, aku lagi magang. Magang jadi jurnalis di sebuah startup digital bernama pijarpsikologi.org. Disana aku menulis artikel-artikel yang berbau psikologi dan kesehatan mental. Jadi bisa dibilang aku kembali ke akar dan menggunakan ilmu yang udah aku pelajari selama kuliah sambil  tetap melakukan hal yang aku cinta, menulis.

Aku sarankan kalian coba main-main ke website-nya. Sebelum magang disana aku udah fascinated sama artikel-artikel yang mereka buat. Selalu bisa relate dengan kehidupan sehari-hari, dan selalu membantu orang awam untuk melek dengan psikologi dan kesehatan mental.

Begitu aku jadi bagian dari mereka, aku makin terkagum lagi. Karena aku lihat dan ngerasain sendiri atmosfer kerja dan effort yang dilakukan penulis untuk menghasilkan artikel-artikelnya. Aku jadi tau kenapa tulisan-tulisan disana bagus-bagus dan kena ke hati. Aku jadi makin jatuh cinta.
Nanti, akan ada beberapa tulisan yang aku link di bawah, biar kalian juga bisa baca beberapa tulisan yang aku buat.

Menulis Ekspresif untuk Meringankan Stres
Relationship Goals dan Kenyataan di Baliknya

Kedua, aku akhirnya wisuda. Yay! There isn’t much to talk about it. Tapi aku senang. Aku bahagia. And I’m terrified of what comes next!




P.S: Mungkin beberapa post selanjutnya di blog ini aku akan re-publish artikelku di pijar biar pembaca disini juga lebih familiar dengan psikologi dan kesehatan mental. Biar blog-ku juga jadi lebih bermakna lagi. Hehe.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In beyond positive life talk poetical post random ramble

Beyond Positive #2: Kepada Para Perempuan yang Baru Patah Hati


Wahai perempuan yang baru patah hati. Ini bukan tentang apa yang salah pada dirimu.
Ini tentang ditinggalkan berkali-kali namun tetap melihat bayangan di kaca itu sebagai perempuan yang kau banggakan.
Bayangan itu tidak berubah sama sekali.
Coba lihat matanya. Memang, mungkin agak sembap, tapi bentuknya sama. Warnanya sama. Tetap cokelat, tetap biru, tetap abu-abu. Apapun warnanya, dia indah. Selalu indah. Jangan lihat kantung yang menggelap di bawah mata itu. Sedikit concealer bisa mengoreksinya. Fokus pada mata itu. Pada sinarnya yang sedikit redup karena hati pemiliknya sedang terluka. Sinar itu hanya pergi sementara. Mengelana mencari sumber kebahagiaan lain. Biarkan. Dia akan kembali. Mata itu akan kembali hidup. Coba terima rasa yang kau rasakan. Peluk sakitnya. Rengkuh lukanya.
Coba lihat hidungnya. Tidak mancung, tidak pesek. Sedikit besar dan membulat. Tapi indah. Kamu tidak perlu menyalahkan bentuknya. Kamu tidak perlu mengoreksinya. Kamu tidak butuh suntik filler untuk membuatnya lebih tegak. Tidak. Kamu cukup seperti ini. Kamu indah seperti ini. Kamu hanya perlu menerimanya. Memang, ujungnya memerah sebab kau terlalu banyak mengusapnya, menghapus lendir yang keluar saat kau menangis. Tak apa. Nikmati saja sakitnya. Resapi saja tiap perih yang muncul.
Coba lihat bibirnya. Tidak tipis, tidak tebal. Sedikit kecil dan asimetris. Tapi indah. Selalu indah. Kamu mungkin tidak pernah tahu berapa banyak orang yang bahagia mendengarmu berbicara. Mendengar kalimat yang keluar dari bibirmu itu. Bibirmu sempurna. Kamu tidak butuh apa-apa untuk membuatmu merasa sempurna. Kamu sudah sempurna.
Lihat wajah itu. Memerah sebab terlalu lama mengusap air mata. Tersedu. Hatinya patah. Hatinya remuk. Tapi bayangan itu tidak berubah. Mata itu tetap sama seperti kemarin. Hidung itu tetap sama seperti kemarin. Bibir itu selalu membuat orang jatuh cinta padamu.
Biarkan dia pergi. Biarkan.
Bukan dirimu yang salah. Lihat bayangan itu. Lihatlah. Dia sempurna. Tubuhnya memang dipenuhi lemak. Dipenuhi stretch mark. Tapi itulah kesempurnaan yang kau miliki. Mungkin saat ini kau terlihat jelek. Biarkan saja. Kau terlihat jelek karena kau sedang patah hati. Coba sekarang kamu pergi ke kamar mandi, basuh tubuhmu, basuh wajahmu sekaligus semua air mata itu. Kenakan baju terbaikmu. Kenakan riasan andalanmu. Kenakan sepatu yang paling kamu suka. Lalu keluar lah. Lihat dunia.
Kamu pantas.
Kamu berharga.
Kamu sempurna.
Bukan salahmu jika ia pergi. Bukan salahmu jika ia tidak bisa menerima kesempurnaanmu. Bukan salahmu, sayang.
Perempuan yang kau lihat setiap hari di kaca itu adalah dirimu. Dan kamu cantik. Kamu sempurna. Biarkan dia pergi. Itu bukan salahmu. Bukan.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In random ramble

10 Rekomendasi Webtoon


Helloooo I’m back!! Kinda. Hehe. Masih harus ngejar deadline revisian tapi udah jauh lebih ringan dan ngga terlalu makan waktu. Di post pertama setelah break ini, aku mau kasih referensi nih. Bukan tentang makeup atau skincare, tapi tentang 10 webtoon yang paling aku suka. Biar bacaannya ngga terlalu berat.
Yep. I love reading webtoon so much. Basically, aku hidup di dalam cerita. Aku suka baca cerita, aku suka nonton cerita, dan aku suka menulis cerita. Dari SD aku udah baca komik bervolume-volume, udah baca novel yang harusnya belum boleh aku baca, dan nonton film sampe tengah malem. Jadi, ketika aku bingung cari alternatif murah untuk mengisi kehausan atas cerita-cerita, akhirnya aku memutuskan untuk baca webtoon.
FYI, webtoon adalah sebuah aplikasi (ada web-nya juga sih) di bawah naungan Naver, perusahaan yang bikin LINE Messenger. Isinya adalah komik-komik bikinan siapa aja. Serius, siapapun bisa submit. Ngga perlu sekelas Aoyama Gosho atau Fujiko Fujio. Karena “dilahirkan” oleh Naver, maka mostly cerita webtoon tuh korea banget. Dan biasanya aku agak menghindari nih cerita yang terlalu korea-koreaan, karena emang ngga suka. Hehe. Jadi kalo kamu suka cerita yang ngga terlalu ke-korean-an, kamu harus baca tulisan ini. Oh iya, aku biasanya baca webtoon dalam bahasa inggris jadi aku ngga bisa include judul-judul yang dibuat creator lokal karena emang belum banyak yang di translate ke bahasa inggris.
By the way, aku nulis judul-judulnya ngga urut yah. Soalnya aku ngga bisa nentuin yang mana yang paling aku suka haha. So, in no particular order, here’s the list:
1.              Tower of God by SIU (featured), fantasy, updated every Monday.
Tower of God.
Bercerita tentang dunia fiktif namanya Talse Uzer. Di dunia itu ada sebuah menara dimana ngga semua orang bisa masuk ke menara itu dan kalau bisa masuk lalu bisa naik sampai tingkat paling atas, dia akan bisa mendapatkan semuanya. Tapi perjuangan untuk naik sampai lantai paling atas ngga gampang, dan harus bertarung dengan orang-orang lainnya. Menara itu diperintah oleh seseorang bernama King Jahad.
Cerita ini panjang banget. Banget. Ada sekitar 140 lantai (apa 170 ya, lupa) dan saat ini ceritanya baru sampai lantai 40-an -_- Tapi somehow, aku ngga bosen. Karena rahasia demi rahasia diungkap bertahap dan ngga pernah gagal bikin takjub. Webtoon ini cukup banyak punya penggemar fanatik, dan cukup hype. Tapi sekarang popularitasnya mulai turun, mungkin karena terlalu panjang.
Kalo mau baca ini harus ekstra sabar. Tiap episode panjang-panjang, tapi karena ceritanya super kompleks dan ruwet, tetep aja ngga selesai-selesai. Karakternya bejibun, background story-nya juga ngga main-main. Sampe karakter sampingan pun punya backgorund story sendiri. Mirip-mirip Game of Thrones kompleks-nya, tapi aku ngga bisa bilang mereka setara kualitasnya. Cuma ini satu-satunya webtoon yang mengharuskan aku Google karena kadang aku sampai lupa si ini siapa, si ini dulu ngapain dan sebagainya. Tapi, sama seperti GoT, aku cukup deg-deg an takut penulisnya keburu meninggal sebelum cerita ini selesai. Beruntung SIU masih muda, ngga kayak George R.R Martin yang bikin makin deg-deg an.
2.              My Giant Nerd Boyfriend by fishball (featured), slice of life, updated every Monday, Wednesday and Friday.
My Giant Nerd Boyfriend
Ini webtoon terlucu yang pernah aku baca. Menceritakan seorang cewek bernama fishball (creator-nya) yang tinggal sama pacarnya yang badannya 30 cm lebih tinggi dari dia. Per-episode pendek-pendek tapi cukup. Upload seminggu 3 kali dan ngga pernah ngga bikin ngakak. Kadang dia bikin twist dengan menceritakan cerita dari sisi si pacar dan seketika headline-nya berubah jadi “My Tiny Weird Girlfriend”.
Mereka ini orang Malaysia, jadi kadang aku bisa relate banget sama keadan mereka.
3.              Oh! Holy by Ahyun (featured), romance, updated every Monday.
Oh! Holy.
Nah, yang ini agak korea-koreaan sih. Tapi ngga terlalu. Menceritakan Jamie (RIP my cat Jaime :’() yang dari kecil bisa lihat makhluk halus dan jatuh cinta sama temen masa kecilnya, Holy, yang sangat populer. Tapi karena Jamie bisa lihat hantu, jadi dia dijauhi dan jadi loner gitu. Suatu hari, tanpa sengaja, Holy mati, dan webtoon ini menceritakan bagaimana Jamie berusaha agar Holy ngga jadi mati :D
Webtoon ini juga lucu banget sih. Kelakuan karakter-karakternya ngga ada yang bener. Ditambah hantu-hantu yang ngga bener juga. Wkwk. Walaupun bersetting di Korea, tapi webtoon ini ngga terlalu ke-korea-an menurutku.
4.              :Rebirth by 69Michi, fantasy/drama, updated every 2 weeks.
:Rebirth
Aku ngga nyangka akan suka sama cerita ini. Ceritanya ada seorang ayah yang punya istri dan 2 anak laki-laki, namanya Noah. Noah tiba-tiba terbangun di masa lalu, sebelum Zombie Apocalypse terjadi. Karena dia udah pernah sampai ke masa depan, jadi dia tau kalau akan ada Zombie Apocalypse dan tau siapa-siapa aja orang yang akan membantu dia nanti dan siapa-siapa aja yang akan menghambat dia nanti. Dia mulai bersikap baik sama salah satu anaknya, Neo, yang selama ini dia telantarkan. Dan mulai bersikap dingin ke istri dan anaknya yang lain.
Yang bikin menarik dari cerita ini adalah kita dibuat penasaran dengan kalimat-kalimat yang Noah bilang udah terjadi di masa depan, dan bagaimana akhirnya kalimat tersebut bisa terjadi. Dan kita juga dibuat penasaran, apakah Noah dan Neo akan berdamai atau malah semakin menjauh.
5.              Lumine by Emma Krogell (featured), drama, updated every Sunday.
Lumine
Webtoon ini menceritakan Lumine, seorang werewolf yang melarikan diri entah dari siapa (masih rahasia), lalu bertemu seorang penyihir anak-anak bernama Kody. Lumine lalu dipekerjakan oleh ayahnya Kody untuk menjaga Kody. Tapi Lumine kesulitan untuk berubah menjadi serigala dan kadang hanya berubah jadi sebesar anjing Husky yang menyulitkan dia untuk melindungi Kody. Ditambah, Kody sangat menolak kehadiran Lumine.
Yang bikin aku stay baca webtoon ini adalah karena Lumine gemesin banget. Haha. Tapi ceritanya juga bagus sih, ngga bikin bingung, dan cukup mudah dipahami.
6.              My Dear Cold-Blooded King by lifelight (featured), romance, updated every Sunday.
My Dear Cold-Blooded King
Kihara Mei, adalah seorang rakyat biasa. Suatu hari dia ngga sengaja menemukan seorang laki-laki terluka di hutan yang ternyata adalah Prince Osamu, adik dari King Asukai Katsu, atau lebih dikenal sebagai Blood King. Singkat cerita, pertemuan itu akhirnya mengantarkan Mei dan keluarganya untuk dapat tinggal di istana.
Webtoon ini menarik banget karena artwork-nya sangat bagus, dan ceritanya ngga menye-menye. Walaupun aku agak kurang suka dengan image Mei yang digambarkan sangat cantik dan menarik sehingga (hampir) semua tokoh laki-laki jatuh cinta sama dia. I think this type of image should die. Lol. But despite that imagery, it is a great webtoon and I love it.
7.              I Love Yoo by Quimchee (featured), romance, updated every Friday.
I Love Yoo
Nah, ini Korea banget sih, tapi masih bisa aku tolerir. Ceritanya adalah tentang Shin-Ae Yoo yang merupakan cewek dari kalangan biasa dan cukup penyendiri. Dia ngga mau berurusan dengan siapapun, apalagi menjalin hubungan romantis. Suatu hari dia diajak teman-temannya untuk ke sebuah pesta yang penuh dengan orang-orang kalangan atas. Disana dia tanpa sengaja merusak baju seorang laki-laki yang belakangan diketahui bernama Kousuke. Sebelumnya, dia juga merusak baju teman dari laki-laki yang dia tolak, yang bernama Yeong-Gi. Tanpa tahu bahwa ternyata Yeong-Gi dan Kousuke adalah kakak beradik.
Aku ngga suka banget sih sama jalan cerita webtoon ini. Kenapa? 1. Lagi-lagi karena Shin-Ae di-portrait sebagai cewek yang bisa segalanya dan menarik di mata banyak laki-laki, walaupun untungnya ngga digambarin sangat cantik. 2. Ceritanya pasaran. Cewek biasa ketemu cowok kaya raya lalu jatuh cinta, bosen ngga sih? Tapi selain semua hal itu, webtoon ini lucu dan cukup menghibur. Aku suka baca webtoon ini karena ceritanya ringan banget.
8.              unOrdinary by uru-chan (featured), fantasy, updated every Thursday
unOrdinary
Ini ceritanya bagus banget sih menurutku. Bercerita ketika di dunia ini, semua manusia punya super power, lalu ada seorang cowok yang ngga punya super power sama sekali, namanya John. Orang-orang yang ngga punya super power biasa disebut cripple, dan biasanya mereka akan jadi bahan bully. Manusia akan familiar dengan ranking yang diatur berdasarkan kekuatan super power mereka. Ajaibnya, John berteman dekat dengan cewek paling kuat di sekolahnya, yaitu Seraphina. Dan webtoon ini menceritakan bagaimana John bertahan sebagai seorang cripple beserta rahasia-rahasia di baliknya.
Aku suka banget sama webtoon ini. Menurutku ceritanya detail, complex, tapi ngga se-complex Tower of God yang sampe harus Google. Filosofi-filosofi di balik kisah hidup John dan Seraphina juga bagus banget. Webtoon ini berhasil mengajarkan bahwa power bukan segalanya dan ada banyak konsekuensi di balik power yang kita punya.
9.              Super Secret by eon (featured), romance, updated every Wednesday.
Super Secret
Ini cerita yang sangat ringan dan menghibur. Bercerita tentang seorang gadis bernama Emma yang tinggal sendirian di sebuah apartemen. Dia berteman dengan Ryan, laki-laki yang tinggal tepat di sebelah apartemennya dan mereka sudah berteman dari kecil. Yang Emma ngga tau, Ryan berasal dari keturunan werewolf. Dan selama ini Ryan dan keluarganya merahasiakan itu dari Emma. Ryan akhirnya jatuh cinta sama Emma dan semuanya jadi complicated.
Cerita ini setting-nya di Seoul tapi ngga korea-korea banget. Romantis tapi ngga terlampau cheesy. Malah bikin gemes banget.
10.          Siren’s Lament by instantmiso (featured), romance, currently on hiatus.
Siren's Lament
Lyra, seorang pemilik toko bunga jatuh cinta pada Shon, temannya sejak sekolah.  Sayangnya Shon sudah memiliki pacar dan dengan hati sakit, Lyra memutuskan untuk terjun ke laut. Tanpa disangka, seorang merman (mermaid laki-laki) menciumnya di laut. Ternyata, jika seorang mermaid mencium manusia yang patah hati di dalam laut, maka ia akan bertukar wujud dengan manusia tersebut. Ia kembali menjadi manusia, dan manusia tersebut menjadi mermaid dan kehilangan seluruh memorinya. Tapi, hal itu tidak terjadi dengan Lyra dan merman yang kemudian Lyra beri nama Ian ini. Ian dan Lyra malah menjadi setengah manusia dan setengah mermaid. Jika terlalu lama jauh dari air, mereka akan “sakaw”, tapi mereka juga dapat berjalan di daratan seperti manusia.
Aku udah lama banget ngga dengar cerita manusia dan mermaid. Terakhir kayaknya pas aku SD pas nonton sinetron putri duyung-nya Ayu Azhari. Jadi pas baca cerita ini aku jadi tertarik lagi. Ceritanya juga ngga cheesy dan ngga terlampau menye-menye. Masih ada sisi adventure di bawah laut yang menegangkan. Webtoon ini lagi hiatus sebelum season selanjutnya, dan aku udah ngga sabar nunggu-nya.
Honorable mention:
Missing by micniac, Unlovable Replacement by nylana, What It Means to Be Hard by Rainbow/ibunibun, Mermaid’s Dagger by useros, Midnight Rain by Pani K, Scarce Clover by Hima-, Charisma by rocket_charisma, IRIS by aorin, Runway by Janetly, dan Four Quarters by KurisuStinah.
Judul lain yang bagus juga tapi udah tamat: Winter Woods ( I used to be obsessed with this OMG), Helios: Femina (yang bikin Michelle Phan, that Michelle Phan yang Makeup Guru itu, artwork-nya bagus tapi dia ada team sih yang ngerjain webtoon ini, jadi ngga semuanya dia yang create. Currently in season break, kayaknya bentar lagi keluar nih season 2), Girls of The Wild, dan unTouchable.
Hmmm panjang juga yah. Padahal cuma 10 haha, kalo aku tulis semua yang aku suka, bisa jadi 2 part nih. Masih banyak sih judul-judul lain yang masih waiting-list di otakku. Tapi nanti dulu deh, aku belum siap commit sama judul baru. Hihi.

See ya, semoga membantu yah. Luv!








Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In poetical post random ramble

Expectancy #1

I see you every day

through the shiny screen of my cellular

you’re so far away

yet feels so close to the bone

I feel like I knew you

for a million days of our youth

while in reality, about you

I only know your name, and that’s the truth

I won’t speak about your perfection

‘cause it will sounds so cheesy

eventhough I have many words to explain

what about you, that always make me feel uneasy

Oh baby, I wish we could hold each other to eternity.


30.11.2017 - @yustitiaayu

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In poetical post random ramble

Is It Enough?

I’m longing to the day,
when we could meet each other’s eyes,
saying our name while shaking hands,
for the first time.
And to the day,
that we dance to Sinatra,
dive into each other’s mind in silence,
we speak through our stare,
we listen through our heart beat,
chest to chest,
palm to palm,
consuming the absoluteness of time.
We know exactly what we want,
we know we complete each other’s flaw,
and we know that we mad for each other’s love.
But, is this real?
Is it enough to just love?
Is it okay to just declare that “I can’t live without you”
while we have a thousand rules to keep,
while we have a million eyes to please,
is it enough that we found each other?
Is it enough?
21.11.17 - @yustitiaayu

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In life talk random ramble

Achievement

So, this post is gonna be a weird one. I think. Prepare yourself, you’ll dive into my weird mind.
Lately, I kinda tired of the word “Achievement”. Not tired, actually. But it has been a burden to talk and hear about achievement. I’m tired to see people with their achievements, that might be not huge, but they did something anyway. I hate to think that I’ve got no achievement. I hate to see myself so drown in my own problems and I can’t even swim, let alone dive!
I often find my self, asking. Why a children have to be a pride to their parents? They need to do something good, be something better than the parent themselves, make them proud. Why? Why don’t let them live their life? Let them do what they think would make them happy. Instead of give them so much responsibilties to be a pride.
I’ve done too much mistakes in the past. Way too much. I’ve been broken since. And I don’t think it’s fixable. I’ve been trying to convince myself, that even if the damage is permanent, I still have a goodness in me. One thing that I really don’t think I have. 
But, the word “achievement” kick me in the face everytime I see it.
“Look at them, they gain this, they gain that blah blah blah”
So-Fuckin’-Intimidating.
I just wanna live my life without any responsibility to make someone proud. Sometimes I found myself lost in someone else’s life, jealousing about how they can live carelessly. Being wild and free. And I can’t do that. Not a bit.
Then comes a phrase “The good will be paired with the good.” It kills me every fuckin’ time I hear it. People, often confuse “good” with “great achievement”. And I guess I won’t get a chance to be “the good”. People, often confuse “good” with “flawless”. And once again, I guess I won’t get a chance to be “the good”. Cause I simply full of mistakes.
I’m tired, people. Why all of you like to show your achievements? Why?
Gosh, I’m so weird.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In random ramble

Episode-Episode Rindu dan Porsi Cinta


“Ada yang mati, saat itu, dalam kerinduan yang tak terobati.”
Sepenggal lirik dari Payung Teduh yang nampaknya bisa menggambarkan bagaimana perasaanku saat ini. Semakin banyak episode-episode rindu yang tidak terobati yang berhasil aku lewati, semakin banyak pula porsi cinta yang mati. Sekian hari jumlahnya semakin berkurang, walau belum sepenuhnya hilang. Aku yakin suatu saat, porsi cinta itu akan jauh lebih banyak berkurang dan akhirnya hilang tanpa bekas. Karena semakin banyak rinduku tak menemukan penawarnya, semakin banyak pula aku mengikhlaskan.

Lucu rasanya kalau ingat, dulu aku rela melakukan apapun hanya untuk bisa bertemu denganmu. Namun saat ini, bertemu denganmu adalah perbuatan yang ingin sekali aku hindari. Aku pikir, jika kita bertemu aku akan senang. Tapi ternyata, setelah pertemuan kita batal terjadi, sebuah beban besar malah terangkat dari dadaku. Sesak karena rindu padamu, perlahan terganti dengan rasa lega karena aku tidak perlu berurusan dengan lebih banyak keriduan yang akan muncul jika mata kita sempat bertemu.

Aku masih mencintaimu, itu sudah pasti. Tapi aku mencoba untuk lebih mencintai diriku sendiri. Aku tahu, jika kita bertemu, maka cinta itu akan utuh kembali. Dan artinya, aku harus kembali melewati episode-episode rindu baru yang sudah jelas tidak akan pernah menemukan obatnya. Dan aku bersyukur, aku tidak perlu melewati itu semua.

Aku masih mencintaimu, itu sudah pasti. Tapi kecintaanku padamu sudah tertimbun pelan-pelan oleh rasa kecewa yang selalu kau sebabkan. Satu tahun bukan waktu yang sedikit untuk menetralkan rasa. Bukan pula saat yang mudah untuk dilewati. Butuh ribuan butir air mata, ribuan menit berpikir, dan ribuan faktor lainnya untuk membantuku mengembalikan cintaku pada diriku sendiri. Kau tidak tahu, berapa banyak waktu yang kuhabiskan hanya untuk menggali lubang kuburku sendiri, tapi aku juga yang akhirnya menimbun kembali lubang itu. Dan aku, tidak akan mengizinkan kamu, atau siapapun, untuk merusak segala perjuangan yang pernah aku lakukan. Aku pernah menjalani hari tanpamu, dan aku baik-baik saja. Dan aku tahu, tanpamu, aku akan tetap bisa hidup dan berdiri.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In beyond positive life talk random ramble

Beyond Positive: A Life Journal #1


Kemarin sore, aku menghadapi cobaan pertama di usia 25 ini. Cobaan yang bikin aku sadar, kalau harusnya aku udah bisa untuk ngga bersikap dan berpikiran childish lagi. Apalagi kalau masalahnya sepele dan ngga perlu dibawa ke hati. Mungkin karena kebetulan aku juga lagi PMS dan 2 hari belakangan emang agak mood swing, jadi kemarin agak lebay kali ya.
Tapi karena masalah sepele kemarin, aku jadi memutuskan untuk menyepi ke sebuah restoran yang namanya Pasta Banget Signature. Sekalian makan malam karena kebetulan belum makan malam. Walaupun duit lagi cekak banget akhir bulan tapi aku rela-relain makan mahal biar mood-ku bisa balik lagi. Daripada aku semaleman nangis dan nyalahin keadaan kan?



Sesampainya aku di Pasta Banget, aku terkesima. Tempatnya jadi bagus banget sekarang. Lebih bagus dari waktu tahun lalu, atau akhir 2015 ya aku lupa, waktu pertama kalinya aku makan disana dan kebetulan datangnya malam juga. Aku tau tempat itu punya kenangan, tapi ternyata meskipun tempat itu sarat kenangan, aku ngga menemukan masalah duduk disana. Malah aku bisa menemukan lagi keceriaanku disana.
Pertama karena tempatnya yang bagus dan aku dapat kursi yang pas. Kursi di sisi yang sama dengan yang aku duduki waktu itu, dengan pemandangan berbeda. Sekarang di sebelah kursi itu dipasang lampu-lampu gantung yang bikin suasana jadi lebih hangat dan romantis. Aku ambil banyak foto disana, dan bisa berkesperimen dengan beberapa fitur kamera hp-ku. Beruntung aku maksain diri buat bawa power bank pas mau pergi tadi. Faktor pertama ini sukses bikin aku sadar kalau di dunia ini masih banyak hal indah yang bisa aku nikmati. Sesimpel lihat lampu-lampu di restoran. Surprisingly, aku merasa sangat terinspirasi duduk disana, sampai-sampai aku merasa sayang karena aku ngga punya jurnal untuk aku tulis.



Faktor kedua adalah playlist yang diputar. Mostly lagu-lagunya Westlife, tapi ada juga Josh Groban, Christian Bautista, sampai Kelly Clarkson. Di akhir-akhir lagu-lagunya mereka ganti sih dengan yang lebih kekinian kayak Ariana Grande dan Bruno Mars. Tapi yang paling berperan meningkatkan mood-ku malam itu ya lagu-lagu seperti If I Let You Go, What Makes A Man, atau Uptown Girl <3 p="">

Faktor terakhir adalah makanannya yang enak. Aku pesan Garlic Bread dan Chicken Cordon Bleu, gara-gara kemarin lihat video pembuatan Chicken Cordon Bleu dan ternyata ngga susah. Chicken Cordon Bleu-nya dilengkapi Mashed Potato sama Creamy Spinach. Ini pertama kalinya aku makan Creamy Spinach dan ternyata enak banget. Aku kira bakal rasa bayem taunya lebih ke rasa cream. Garlic Bread-nya juga enak banget T^T agak keasinan dikit tapi masih bisa ditoleransi. Mungkin kalo dimakan pake soup enak kali ya.
Hmmm...kayaknya itu aja sih. Aku cuma mau ngingetin, di dunia ini banyak hal yang indah. Kalau kamu sedih, kamu jalan-jalan aja ke tempat yang indah. Lihat sekeliling. Masih banyak kebaikan di dunia ini, ngga perlu fokus sama keburukannya doang.
Semua orang pernah melakukan kesalahan. Kamu harus bisa memaafkan kesalahan mereka dan mengambil catatan dari kesalahan itu. Sambil berusaha untuk tidak melakukan kesalahan itu saat kamu ada di posisi mereka nanti. Oke?

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In life talk random ramble

Point of View

Have you ever look at yourself from someone else’s point of view?
How they feel about you, how they try to do with you?
They might be worship you,
They might be adore you,
or might be hope that you never exist.
Wondering why?
Because you meant something to them,
you might mean the love of their life,
you might be the reason they’re alive,
or you might be someone they wish they never met.
You might meant too much for them,
to the point that they worship you,
to the point that they adore you,
or to the point that they feel guilt about you.
They had the feeling that they can’t handle,
but sadly they can’t talk about it to anyone.
Because sometimes, talking about how much you love someone, weaken you.
There is no one can understand the love that you bear to someone else, other than yourself.
So don’t act like you care if you don’t.
Don’t get too close if you’re not ready to hold the future with them.
Let them be strong without any of your influence.
They’re worth more than what you think about them.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In beauty 101 random ramble skincare temanmu cerita

A Dummy Talks about Skincare

Sejak awal tahun ini aku mulai rutin layering skincare. Sekali layering bisa 5-7 step, exclude weekly scrubbing & masker.
Layering itu apa? Layering itu istilah yang dipakai kalau kita menumpuk berbagai macam produk skincare dalam satu tahap. Layering skincare yang paling terkenal itu yang dari Korea, lebih dikenal dengan “10 Step Korean Skincare”. Aku sendiri belum layering sampai 10 step karena berbagai alasan, diantaranya karena merasa belum butuh dan kondisi finansial. Hehe
Kenapa sih harus layering? Emang cuci muka aja ga cukup? Untuk aku ngga cukup. Alasannya banyak sih.
Pertama karena umurku udah 24 tahun, sebentar lagi 25. Aku merasa udah mulai harus mencegah terjadinya aging. Aku inget banget zaman aku SD sering banget dengar iklan di TV yang bilang kalau produk anti-aging harus mulai digunakan di umur 30. Tapi aku memilih untuk menggunakan produk anti-aging lebih awal karena beberapa pertimbangan. Memang ngga semua tahap skincare-ku diformulasikan untuk yang anti-aging sih, tapi di beberapa step pakai yang anti-aging. Kenapa mulai lebih awal? Karena aku beranggapan kalau kondisi udara saat ini sama kondisi udara 10 atau 15 tahun lalu zaman aku SD pasti udah beda jauh. Polusi saat ini pasti lebih tinggi, lapisan ozon udah makin tipis, radikal bebas berkeliaran, dll. Ditambah penggunaan gadget dan gaya hidup yang makin serampangan. Contoh kecil penggunaan HP dan komputer, saat kita menggunakan HP kita cenderung menundukkan kepala kan? Sadar atau tidak, semakin banyak kita menundukkan kepala, semakin rentan kita terkena double chin (lipatan lemak di bawah dagu) atau kerut di bagian bawah mata. Belum lagi faktor bawaan lahir seperti kerut ekspresi di sudut mata yang muncul kalau aku senyum, kalau ngga dirawat kulitnya, bisa jadi makin lama makin parah kerutnya.
Kedua, karena aku pengguna makeup. Semakin banyak makeup yang aku gunakan, semakin kotor kulitku. Banyak produk makeup yang menempel di wajah, bahkan menyumbat pori-pori. Pori-pori yang tersumbat inilah yang nantinya akan menyebabkan jerawat, komedo, dan masalah-masalah kulit lainnya. Sehingga, semakin banyak makeup yang aku gunakan, maka semakin intens pula perawatan yang harus aku lakukan.
Ketiga, karena aku punya goals untuk percaya diri ke tempat umum dengan hanya pake sunscreen + bedak tapi tetap keliatan segar dan ga kucel. Sekarang juga sebenernya aku sering sih pergi cuma pakai sunscreen dan bedak, tapi jarang. Sebenernya bukan ngga PD, tapi aku ngerasa kalau hanya pakai sunscreen + bedak, kulitku kelihatan kurang segar. Mungkin efek karena aku bisa lihat warna-warna yang ngga rata di kulit kali ya.
Keempat, aku mau "kanvas" ku dalam pakai makeup itu bagus, aku sering foto super close-up dan ga pakai beautifying edit/filter. Kalau kulitnya banyak bolong-bolong  atau warna-warna gelap kan ga bagus fotonya. Plus masih banyak banget makeup yg ga bisa aku pakai karena kulitku belum bagus. Contoh: dewy foundation dan shimmery blush. Kalo cuma buat foto dari jarak jauh sih bagus-bagus aja, tapi di dunia nyatanya jelek sis. Buat yang ngga tahu, dewy foundation (foundation dengan efek “basah” kayak yang suka dipakai orang korea) dan shimmery blush (blush on yang punya efek kilau atau glitter) kadang bikin tekstur kulit kita jadi makin jelas. Contohnya kalau di kulit aku, kedua produk tersebut bisa bikin pori-poriku yang besar jadi makin terlihat.
Tapi 7 step kan banyak banget? Iya, kalau kulitnya seperti aku, butuh sampai 7 step. Tapi tiap orang kebutuhan kulitnya beda. Ada tipe orang yang semakin sedikit pakai produk, semakin baik kulitnya. Then go for it. Kamu harus tahu kebutuhan kulit kamu itu yang seperti apa. Kalau aku punya banyak masalah di kulit. Acne-prone, minyak berlebih, warna kulit ngga merata, pori-pori besar, kerut ekspresi di sekitar mata, ah you name it. Otomatis karena banyak masalah, banyak juga produk yang harus dipakai. Karena biasanya ngga ada 1 produk yang mencakup semua masalah itu tadi, fokusnya pasti beda-beda.
Step-nya apa? Pagi: facial foam - serum vit.c - hydrating toner - eye serum - pelembab (plus sunscreen kalo mau keluar rumah). Malem: oil cleanser (kalo habis pakai sunscreen) - facial foam - (kadang ditambah) micellar water - acid toner - hydrating toner - eye serum - face serum - pelembab. Seminggu sekali pakai scrub, clay mask (tapi lagi abis, belum beli lagi) sama sheet mask (yang ini aku ngga rutin, kalo pengen aja. Kalo mau rutin bisa 2-3x seminggu, bisa juga tiap hari kalo kamu rajin).
Kok step pagi sama malam beda? Iya, karena kebutuhan kulitnya juga beda. Kalau pagi kan kita ngga habis pakai makeup, jadi cuma pakai 1 kali pembersih aja udah cukup, disini aku prefer pakai facial foam. Tapi bisa juga pakai micellar water aja (Micellar water: air khusus yang digunakan untuk membersihkan makeup dan kulit. Contoh merk yang punya micellar water: Bioderma, Garnier, L’oreal, Maybelline, dll). Tapi somehow aku kurang yakin kalau hanya pakai micellar water. Di step pagi juga aku pakai serum vit.c sebelum pakai toner dan aku ngga pakai acid toner di pagi hari, pertimbangannya adalah (setelah aku riset) ada beberapa pendapat yang bilang bahwa serum vit. C itu bekerja lebih baik pada kulit telanjang (bare face), ada juga yang berpendapat kalau skincare yang asam (acidic) lebih baik digunakan sebelum seluruh produk yang melembabkan (serum vit.c punyaku pH-nya 5.5, cukup acidic), dan ada juga yang berpendapat kalau vit.c ngga boleh digabung dengan AHA/BHA (which is kandungan utama dari acid toner). Jadi aku lebih memilih kalau acid toner-ku hanya dipakai di malam hari.
Terus gimana dong, kan skincare mahal? Balik lagi ke kulit kamu, kalau kamu cocok pakai skincare affordable buatan lokal ya alhamdulillah banget dong. Tapi aku punya banyak pertimbangan, kebanyakan skincare lokal ngga sesuai dengan preferensiku. Contohnya toner, aku pakai 2 jenis toner, yang acid dan yang hydrating. Kalau cari skincare lokal yang punya acid toner, hmmm good luck to find it, masih susah bgt ditemuin. Cari toner lokal yang hydrating juga susyah, mostly toner lokal pakai alkohol, sementara alkohol itu bikin kulit kering. Kalau bikin kering bukan hydrating toner lagi dong namanya? Jadi aku lebih prefer untuk pakai produk impor karena ya itu tadi, lebih sesuai dengan preferensiku.
Semuanya impor? Engga, kok. Beberapa produk yang aku pakai juga brand lokal. Sekarang udah banyak brand lokal yang bagus. Salah satunya aku pakai serum vitamin C dari votre peau. Meskipun produk lokal tapi ini bagus banget, harganya pun masih terjangkau. Untuk serum vitamin C masih bisa dibeli dgn harga 220.000 which is very good deal, karena biasanya serum itu di atas 250 ribu. Ada juga dari brand Sensatia Botanical (yang ini aku belum coba), yang katanya juga bagus banget. Selain itu, kamu juga bisa buat pertimbangan tentang produk mana yang harus di-invest dan produk mana yang bisa “ngalah”. Contoh, serum wajah dan serum/krim mata itu produknya “kaya” banget, nah mereka biasanya harganya mahal, tapi kandungannya juga banyak dan fokus ke 1 masalah. Makanya, kamu harus investasikan uang sedikit lebih banyak ke 2 produk ini. Tapi kamu bisa “ngalah” di beberapa produk lain kayak pelembab, facial foam atau makeup remover, karena ketiga produk ini dengan harga jauh lebih murah pun kamu udah bisa dapat yang bagus. Kamu juga harus bisa ngasih limit ke budget-mu, misalnya 1 produk ngga boleh lebih dari 250 ribu. Sebagus apapun suatu produk yang kamu incar, kamu harus berpikir ulang kalau harganya di atas limit. Ada harga ada rupa itu ga sepenuhnya bener untuk skincare. Skincare itu jodoh, bedanya kalau skincare jodohnya bisa ada banyak :D. Kulit setiap orang itu unik, sama kayak sidik jari. Jadi yang cocok di aku, belum tentu cocok di kamu. Makanya kamu perlu trial and error sendiri.
Efek layering apa? Kulitku enak banget sih sekarang. Bukan bagus ya, tapi enak. Ya ga bebas selamanya dari jerawat juga sih, tapi bisa dibilang aku punya kontrol terhadap kulitku sendiri. Kalau aku males ngerawat ya berarti salahku sendiri kalo ada jerawat nongol. Lagian nih ya kalau kamu perhatiin, orang-orang yang sering pake makeup tapi kulitnya tetep bagus itu pake skincare-nya pasti udah lama. Minimal 3 bulan sampe tahunan. Orang-orang yang di umur 35+ tapi masih keliatan kayak 28 tahunan itu pasti dr umur 25+ udah mulai pake skincare.
Ga capek yu? Ya kadang capek, kadang aku terlalu capek abis keluar rumah sampe akhirnya ga punya tenaga lagi buat layering. Kalau udah gini biasanya aku singkat step-nya jadi cuma 4 step dasar. Double cleansing - hydrating toner - pelembab.
Tapi males yu. "Iya, awalnya emang males, tapi begitu kamu ngerasain hasilnya pasti ketagihan." Itu kalimat KLISE SIH, SUMPAH. Tiap orang bilang kalimat itu, tapi sungguh benar adanya. Dulu aku juga skeptis pas dibilangin kalimat itu. Tapi sekarang tuh kalo aku ga pakai 1 step aja rasanya bersalah gitu :(
Terus gimana kalau mau mulai layering?
Pertama kamu harus komunikasi dulu sama kulitmu, apa yang kamu butuh, apa yang bermasalah, sumber masalahnya apa. Baru cari solusi.
Kedua, kenali istilah-istilah skincare dan manfaatnya. Aku jabarin beberapa istilah umumnya secara singkat dibawah ini ya:
-      Double cleansing: pembersihan muka 2 kali. First cleansing biasanya pakai yang oil-based, bisa berbentuk minyak/balm/milk. Tujuannya adalah untuk menghapus dan meluruhkan makeup di wajah kamu. First cleansing ini WAJIB dilakukan setiap kamu pakai sun protection, meskipun Cuma SPF di dalam pelembab/bb cream. Nah second cleansing biasanya pakai yang water-based, bisa berbentuk facial foam atau lainnya. Beberapa orang ngga mau pakai facial foam karena sedikit harsh di kulit, jadi ada yang pakai cleansing cream dll yang aku ngga terlalu paham.
-       Double toning: penggunaan 2 toner. Bahkan ada yang pakai 3 toner. Fungsi utama toner adalah untuk mengembalikan sifat kulit kita yang menjadi basa ketika dibersihkan. Kulit yang sehat itu sifatnya cenderung asam, sementara produk pembersih kulit itu bikin kulit kita cenderung ke arah basa. Untuk itu kita perlu toner untuk mengembalikan keasaman kulit kita. Kalau kamu mau simpel, kamu bisa pakai 1 jenis toner aja, pastikan toner tersebut bisa mengembalikan keasaman kulit kamu tanpa bikin kulit kamu kering ya. Tapi kalau kamu mau ekstra, kamu bisa double toning. Toner pertama yaitu acid toner/exfoliating toner, gunanya adalah untuk mengangkat sel kulit mati dan kotoran perlahan-lahan dari dalam. Kalau kamu pakai acid toner, otomatis kamu harus pakai toner yang kedua yaitu hydrating toner, gunanya untuk mengembalikan kelembaban kulit kamu setelah proses eksfoliasi.
-     Serum: produk yang punya kandungan yang kaya, biasanya berkonsistensi kental. Serum ini punya berbagai macam jenis yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan kulit kamu.
-       Eye cream/eye serum: aku sendiri belum terlalu paham bedanya eye serum dan eye cream. Tapi setahuku, bedanya ya seperti face serum dan face cream, kalau eye serum lebih kaya. Kenapa harus pakai eye serum/eye cream? Karena kulit di sekitar mata itu cuma setebal tisu dan cenderung terlupakan. Ada yang bilang kalau kita pakai produk wajah di sekitar mata, itu terlalu kaya. Kalau terlalu kaya juga ga bagus, bisa menimbulkan yang namanya Milia (seperti bintik-bintik menonjol di sekitar mata, warnanya putih).
-      Scrub: seperti lulur untuk wajah. Gunanya untuk mengangkat sel kulit mati (eksfoliasi). Kalau kamu ngga pakai acid toner atau produk eksfoliasi lainnya, kamu bisa pakai scrub 2-3 kali seminggu. Tapi kalau kamu pakai acid toner, kamu bisa pakai scrub 1x aja seminggu biar ngga over-exfoliation.
-      Masker: ya masker :D ada banyak jenisnya, tapi yang aku tahu ada 2 jenis masker yang punya kegunaan berbeda. Pertama ada clay mask (masker tanah liat), biasanya digunakan untuk “detox” kulit dan mengurangi minyak berlebih, mostly bentuknya kayak cream yang dioles ke kulit tapi ada juga yang berbentuk lembaran. Yang kedua ada masker yang bertujuan untuk menutrisi, sama aja bentuknya bisa cream atau lembaran tapi lebih banyak lembaran. Tujuannya untuk menginfus kulit kita dengan nutrisi, bisa nutrisi untuk melembabkan, mengencangkan, anti-aging, macem-macem deh pokoknya.
Ketiga, RISET RISET RISET. Sampe sekarang pun tiap mau beli/ganti produk aku pasti riset lagi. Efeknya apa, cara pakainya gimana, cocoknya untuk tipe kulit apa, kalau dikombinasi sama produk yang lain boleh apa engga. Ada banyak step skincare yang aku skip karena aku ngerasa belum butuh. Contohnya essence. Aku juga ngga terlalu paham gunanya essence itu apa, tapi setahuku orang korea dan jepang sangat senang pakai essence karena bisa lebih melembabkan kulit mereka (kan korea atau jepang udaranya kering banget). Nah aku ngerasa belum butuh essence jadi aku belum pakai essence. Cara riset skincare itu gampang, kamu tinggal buka google/youtube dan search dengan kata kunci misalnya “Best Moisturizer for Oily Skin” atau sejenisnya, lalu kamu bacain deh artikelnya satu-satu. Kalau pilihan kamu udah mengerucut ke 1 produk, misalnya pelembab A, kamu tinggal ganti keyword-nya jadi “Pelembab A review” lalu baca lagi satu-satu.
Keempat, coba satu-satu jangan langsung sepaket. Kenapa? Biar kamu bisa lihat produk mana yang cocok di kulit kamu, mana yang engga. Mana yang ngasih perubahan, mana yang bisa dieliminasi. Seperti yang tadi aku bilang, trial and error. Sekalian sesuaiin budget.
Kelima, jangan maksa. Kalau memang kamu sudah beli 1 produk dan ngga cocok ya jangan dipaksa. Daripada kulit kamu kenapa-napa dan jadi lebih parah masalahnya, mending kamu ganti produk.
Budget-nya gimana? Nah ini. Aku punya cara gampang buat beli produk-produk itu tapi efektif dan ga memberatkan. TAPI, harus ekstra sabar.
Caranya adalah dengan nabung sehari 10.000, bisa kurang/lebih. Kalau kurang dari itu ya goals-mu lebih lama tercapai, kalau lebih dari itu artinya goals-mu lebih cepat tercapai.
Goals-nya apa sih? Goals-nya adalah 2 bulan (+/- 60 hari) bisa beli 3 produk dengan rata2 harga 200.000. Ga sesaklek itu sih, fleksibel aja sesuai kemampuan kamu. Alhamdulillah kalau cocok dengan yang di bawah 200 ribu. Itungannya 200.000:10.000 per hari= 20 hari. Jadi 1 produk bisa "dicicil" dalam 20 hari.
Lama dong? Iya lama, tapi ga berat. Coba bandingin, dalam sebulan sekali belanja langsung keluar 200 ribu sama keluar 10 ribu per hari mana yang lebih kerasa hilang duitnya? Yang langsung 200 ribu pasti lebih kerasa, karena saldonya berkurang langsung banyak :D
Kelebihannya 1 lagi, kan skincare cocok-cocokan tuh. Jadi kamu bisa sekalian test kecocokan kamu dengan 1 produk sembari kamu nabung untuk beli produk yang lain. Waktu 20 hari itu cukup banget menurutku kalau cuma untuk ngetes cocok apa engga-nya 1 produk di kulit kamu. Kalau untuk ngetes efektivitas-nya baru ngga cukup. Hehe.
Aku kasih contoh deh. Misalnya aku mau beli 2 produk, acid toner sama pelembab, harganya masing-masing 200 ribu. Tanggal 1 April aku mulai nabung, tanggal 20 April aku udah bisa beli acid toner-nya (exclude ongkir, kamu bisa pilih nabungnya mau sekalian untuk ongkir apa engga). Nah tanggal 21 April aku mulai nabung untuk beli pelembab, sekalian mulai ngetest kecocokan kulitku sama si acid toner yang udah aku beli kemarin. Tanggal 10 Mei, aku udah bisa liat kulitku bereaksi negatif apa ngga sama acid toner yg baru aku beli, kalau cocok ya aku lanjutin. Sekaligus aku udah punya uang utk beli pelembab. Baru deh aku beli pelembabnya. Kemudian test lagi, nabung lagi. Gitu terus sampai kamu punya kebebasan finansial :D
Melelahkan, tapi kamu happy. Kebutuhan kulit terpenuhi, pengeluaran juga ngga kerasa hilang banyak banget. Jangan dipaksain juga, kalau emang lagi ngga punya uang ya berhenti dulu nabungnya, lanjutin lagi kalau udah gajian. Jangan sampai kamu ngga bisa makan karena uangnya buat beli skincare.
Kayaknya segitu dulu aja deh penjelasanku soal skincare. Awalnya cuma mau share cara nabung aja, malah jadi ngomongin skincare-nya yang lebih banyak. Dari yang tadinya untuk caption instagram jadi pindah ke blog. Semoga ngga bosen ya bacanya, dan semoga terbantu sama yang aku jelasin. Maaf kalau masih banyak kesalahan atau aku kurang riset. See you later :D

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments