In beyond positive life talk poetical post random ramble

Beyond Positive #2: Kepada Para Perempuan yang Baru Patah Hati


Wahai perempuan yang baru patah hati. Ini bukan tentang apa yang salah pada dirimu.
Ini tentang ditinggalkan berkali-kali namun tetap melihat bayangan di kaca itu sebagai perempuan yang kau banggakan.
Bayangan itu tidak berubah sama sekali.
Coba lihat matanya. Memang, mungkin agak sembap, tapi bentuknya sama. Warnanya sama. Tetap cokelat, tetap biru, tetap abu-abu. Apapun warnanya, dia indah. Selalu indah. Jangan lihat kantung yang menggelap di bawah mata itu. Sedikit concealer bisa mengoreksinya. Fokus pada mata itu. Pada sinarnya yang sedikit redup karena hati pemiliknya sedang terluka. Sinar itu hanya pergi sementara. Mengelana mencari sumber kebahagiaan lain. Biarkan. Dia akan kembali. Mata itu akan kembali hidup. Coba terima rasa yang kau rasakan. Peluk sakitnya. Rengkuh lukanya.
Coba lihat hidungnya. Tidak mancung, tidak pesek. Sedikit besar dan membulat. Tapi indah. Kamu tidak perlu menyalahkan bentuknya. Kamu tidak perlu mengoreksinya. Kamu tidak butuh suntik filler untuk membuatnya lebih tegak. Tidak. Kamu cukup seperti ini. Kamu indah seperti ini. Kamu hanya perlu menerimanya. Memang, ujungnya memerah sebab kau terlalu banyak mengusapnya, menghapus lendir yang keluar saat kau menangis. Tak apa. Nikmati saja sakitnya. Resapi saja tiap perih yang muncul.
Coba lihat bibirnya. Tidak tipis, tidak tebal. Sedikit kecil dan asimetris. Tapi indah. Selalu indah. Kamu mungkin tidak pernah tahu berapa banyak orang yang bahagia mendengarmu berbicara. Mendengar kalimat yang keluar dari bibirmu itu. Bibirmu sempurna. Kamu tidak butuh apa-apa untuk membuatmu merasa sempurna. Kamu sudah sempurna.
Lihat wajah itu. Memerah sebab terlalu lama mengusap air mata. Tersedu. Hatinya patah. Hatinya remuk. Tapi bayangan itu tidak berubah. Mata itu tetap sama seperti kemarin. Hidung itu tetap sama seperti kemarin. Bibir itu selalu membuat orang jatuh cinta padamu.
Biarkan dia pergi. Biarkan.
Bukan dirimu yang salah. Lihat bayangan itu. Lihatlah. Dia sempurna. Tubuhnya memang dipenuhi lemak. Dipenuhi stretch mark. Tapi itulah kesempurnaan yang kau miliki. Mungkin saat ini kau terlihat jelek. Biarkan saja. Kau terlihat jelek karena kau sedang patah hati. Coba sekarang kamu pergi ke kamar mandi, basuh tubuhmu, basuh wajahmu sekaligus semua air mata itu. Kenakan baju terbaikmu. Kenakan riasan andalanmu. Kenakan sepatu yang paling kamu suka. Lalu keluar lah. Lihat dunia.
Kamu pantas.
Kamu berharga.
Kamu sempurna.
Bukan salahmu jika ia pergi. Bukan salahmu jika ia tidak bisa menerima kesempurnaanmu. Bukan salahmu, sayang.
Perempuan yang kau lihat setiap hari di kaca itu adalah dirimu. Dan kamu cantik. Kamu sempurna. Biarkan dia pergi. Itu bukan salahmu. Bukan.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In beauty 101 full face makeup makeup look

Tips dalam Membuat No Makeup Makeup Look ala Ayu



Haaaiii apa kabar semuanyaa?? Semoga sehat dan bahagia selalu yaaah :)
Hari ini aku mau berbagi tips dalam mengaplikasikan my interpretation of no makeup makeup look yang udah aku cobain sendiri. FYI, tips ini cocok banget dipake untuk foto, untuk kalian yang kulitnya kering, atau untuk kalian yang simply suka aja sama makeup dewy. Aku kurang merekomendasikan tips ini untuk kalian yang kulitnya berminyak kayak aku. Karena biar makeup-nya keliatan kayak kulit asli, aku perlu mencampur 1 tetes Squalane (sejenis minyak), dan aku udah pernah pake adonan ini keluar rumah dan di waktu 6 jam kulitku udah ga ramah buat foto, alias berminyak banget.
Wah, intro-nya kepanjangan. Haha. Langsung aja yah.

Complexion
Complexion merupakan bagian yang paling penting dan paling susah di achieve dalam aplikasi no makeup makeup look. Di foto yang aku lampirkan, aku pake foundation lho! Tapi keliatan kayak kulit aja kan?
1.              Tools.
Tips pertama sekaligus kunci yang paling penting dalam complexion yang skin-like adalah tools-nya. Di foto yang aku lampirkan, aku mengaplikasikan foundation menggunakan flat foundation brush punyanya Real Techniques. Tapi sebenarnya kamu bisa pake kuas merek apapun, yang penting jenisnya flat. Selain pakai flat foundation brush, aku juga menggunakan beauty sponge dari Miniso untuk membaurkan foundation-nya.
Kenapa harus pakai flat foundation brush? Karena kamu mau foundation kamu itu menutup semua imperfection tapi tetap tipis. Pakai beauty sponge juga bikin foundation jadi lebih tipis, tapi juga mengurangi coverage-nya, hasilnya kamu jadi perlu pakai berlapis-lapis. Sementara kalau kamu apply pakai flat foundation brush dulu, kamu ngga akan mengurangi coverage foundation-nya.
Pastikan kamu apply foundation-nya tipis-tipis. Bukan kayak lagi ngecat tembok yah, tapi tipis-tipis. Aku selalu menepuk-nepuk brush-ku yang sudah aku beri foundation ke tangan atau ke mixing palette beberapa kali sampai foundation yang ada di brush-nya tinggal sedikit, baru aku aplikasikan ke kulit. Pastikan juga kamu aplikasikan di 1 area sampai rata, lalu langsung kamu tepuk-tepuk pakai beauty sponge lembab. Karena biasanya flat brush meninggalkan bekas garis-garis di kulit. Dan kalau kamu tunggu sampai seluruh wajah ter-cover foundation baru kamu ratakan pakai beauty sponge, nanti foundation-nya terlanjur kering dan susah diratakan.
Lalu ulangi semua langkah ini sampai seluruh wajah tertutup foundation. Kalau kamu ngerasa masih butuh coverage lebih, kamu bisa ulangi semua langkah tadi di bagian yang mau kamu tutupi. Tapi, prinsipku semakin tipis akan semakin terlihat seperti kulit. Jadi, hati-hati yah :)
2.              “Adonan” Foundation
Tips kedua dan ngga kalah penting adalah adonan foundation yang kamu pakai. Biasanya, kita sulit menemukan warna foundation yang sangat sesuai dengan warna kulit asli kita. Nah, untuk mencapai warna foundation yang sangat dekat dengan warna kulit asli kamu, kamu bisa mencampur beberapa warna foundation yang kamu punya sampai kamu rasa sudah paling mendekati warna asli kulit kamu. Semakin dekat warna foundation-nya dengan warna kulit asli kamu, semakin bagus hasilnya karena semakin meyakinkan kalau itu seperti kulit asli, padahal bukan. Hihi.
Selain itu, pastikan jenis foundation kamu pakai bukan foundation matte. Kulit asli, apalagi yang sehat, pasti akan cenderung lebih dewy-dewy-basah gitu. Jadi, kalau kamu pakai foundation yang matte, kamu bisa campurkan adonan foundation kamu dengan 1 tetes face oil kesayangan kamu. Jangan banyak-banyak yah, karena face oil itu bikin adonan foundation jadi lebih cair. Kalau kebanyakan nanti coverage-nya juga berkurang. Nah karena tips inilah aku kurang menyarankan cara ini dipakai untuk kamu yang berkulit oily. Karena aku takut lama kelamaan kulit kamu akan terlihat terlalu berminyak.
3.              Serba cair atau krim
Tips ketiga adalah penggunaan blush, bronzer, highlighter dan contour berbentuk cream atau cair. Aku sih ngga menyarankan kamu untuk contour kalau mau no makeup makeup look yang terlihat real. Karena contour akan membuat wajah terlihat lebih fake dari wajah tanpa makeup. Kalau kamu tetap mau contour wajah, pastikan kamu baur dengan baik biar ngga keliatan ada batas antara bagian yang di-contour dengan yang engga.
Di foto yang aku lampirkan, aku ngga pakai blush dan bronzer liquid/cream, tapi aku pakai lip coat dari BLP yang shade Mapple Waffle. Warnanya yang cokelat agak peach tapi agak mauve juga cocok buat jadi pengganti bronzer sekaligus blush, jadi aku pakai untuk keduanya. Aku juga ngga pakai highlighter, tapi kalo kamu mau pakai highlighter, pastikan kamu pakai yang berbentuk cream dan di blend dengan baik ya. Pilih juga highlighter yang subtle biar ngga terlalu keliatan fake. Kalau kamu ngga punya blush/bronzer/highlighter berbentuk krim, kamu bisa akalin dengan cara yang agak sadis tapi ampuh. Caranya kamu gerus blush/bronzer/highlighter kamu sedikit lalu campur dengan foundation. Selanjutnya adonan blush/bronzer/highlighter+foundation itu kamu tepuk-tepuk ke kulit. Pakai tangan aja biar panas tangan kamu ngebantu produknya nge-blend ke kulit kamu.
Oh iya, kalau kamu mau pakai concealer untuk bawah mata atau bagian-bagian yang mau kamu conceal, pastikan kamu juga membaurkan concealer-nya dengan jari yah. Biar (lagi-lagi) panas tangan kamu membantu produknya untuk terbaur dengan baik.
4.              Hindari penggunaan bedak berlebihan
Again, seperti yang sebelumnya aku jelaskan, kulit asli yang sehat akan terlihat dewy-dewy-basah. Jadi pastikan kamu meminimalisir penggunaan bedak, bahkan akan lebih bagus kalau tanpa bedak sama sekali. Kalau terpaksa menggunakan bedak, pastikan kamu pakai tipis aja. Semakin banyak bedak yang kamu pakai, semakin besar kemungkinannya complexion kamu akan terlihat dempul. Kalau aku, caranya adalah pakai brush yang ngga terlalu rapat bulunya, jadi produk yang diambil juga lebih sedikit. Dan cara mengaplikasikannya adalah dengan digeser-geser pelan-pelan ke kulit. Jangan pakai tekanan sama sekali dan usahakan hanya ujung-ujung kuas yang menempel ke kulit.
Kamu juga bisa menyemprotkan setting spray setelah menggunakan bedak agar bedak yang sudah kamu aplikasikan lebih terlihat menyatu dengan kulit.

Eye Makeup
5.              Alis natural
Hindari penggunaan brow pomade untuk no makeup makeup look. Aku pribadi ngga terlalu jago pakai brow pomade untuk alis natural. Jadi aku prefer untuk pakai pensil alis. Aku ngga bingkai alisku, tapi aku langsung meniru garis-garis alis dan mengisinya di bagian-bagian yang kosong. Dan aku pastikan alisnya terbaur dengan sempurna dengan cara menyikat alisnya berkali-kali. Jangan khawatir kalau alisnya sedikit berantakan. Karena alis yang natural memang sedikit berantakan kan?
6.              Warna eyeshadow natural
Di foto yang aku lampirkan, aku kembali menggunakan lip coat dari BLP sebagai warna mata. Aku aplikasikan hanya dengan jari dan baur sampai terlihat natural. Kamu juga bisa pakai bronzer di bagian kelopak mata biar mata kamu lebih terdefinisi.
7.              Maskara setipis mungkin
Ini krusial sih. Kamu harus pastikan mata kamu “bangun” tapi ngga keliatan fake. Kamu harus jepit bulu mata kamu dan pakai maskara setipis mungkin. Yang penting bulu mata kamu naik dan terlihat. Pastikan juga bulu mata kamu ngga menggumpal dan terlihat terpisah-pisah. Seolah-olah kamu abis cuci muka dan bulu mata kamu masih basah gitu. Hihi.

Lipstick
8.              Nah, ini juga penting. Kamu harus pilih warna lipstick yang natural. Cara aplikasinya juga penting. Menurutku, cara paling baik adalah dengan di tepuk-tepuk di bibir biar produk yang nempel tipis-tipis aja. Habis itu, kalau kamu mau, kamu bisa tambah lip gloss tanpa shimmer di bibir kamu biar keliatan lebih sehat. Tapi jangan berlebihan yah. Di foto yang aku lampirkan, menurutku lip gloss-nya masih agak berlebihan nih.
9.              Be confident!
Ini tips paling utama. Untuk bisa percaya diri dengan makeup tipis dan ngga keliatan pakai makeup adalah kita harus yakin dengan apa yang Tuhan kasih untuk kita. Kalau kita percaya diri, ngga pakai makeup pun kita ngga akan malu :)
Segitu dulu tips dari aku. Semoga membantu kamu yang lagi butuh tips untuk no makeup makeup look yah. Later!


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In beauty review skincare

Emina Sun Protection SPF 30 Review


Halo semuanya, apa kabar? Semoga selalu dilindungi Tuhan yaah :)
Kali ini aku mau review sebuah produk yang sebenarnya sudah aku review secara singkat di Instagram beberapa hari yang lalu. Kalau mau baca versi singkatnya, bisa baca disini. Produk yang mau aku review adalah Emina Sun Protection SPF 30 PA+++.

Apa ini?
Ini adalah tabir surya atau sunscreen yang murah banget. Seingatku harganya ngga sampai 40 ribu. Emina ini masih satu perusahaan dengan Wardah dan Make Over, dan produk-produknya lebih ditujukan untuk remaja. Makanya ngga heran kalau produk-produknya Emina harganya murah-murah dan kemasannya juga cenderung lebih playful.

Kenapa aku coba ini?
Berawal dari sebuah diskusi di kolom komentar, sepertinya di Youtube, aku kurang ingat. Waktu itu membicarakan soal sunscreen yang ramah untuk kulit berminyak. Lalu banyak juga yang merekomendasikan Emina ini. Akhirnya waktu aku mampir ke counter-nya Emina di sebuah Mall, aku beli aja. Waktu itu aku berpikir, kalaupun ngga cocok, aku ngga terlalu rugi karena harganya kan murah. Haha.

Apa klaimnya?
·                Memiliki tekstur ringan yang membantu melindungi kulit dari sinar UV di hari yang aktif.
·                Diperkaya Aloe Vera Extract dan emollient untuk memberikan kelembaban ekstra di kulit.

Kemasan, Volume, dan Konsistensi

Kemasan dari produk ini berbentuk tube berwarna putih dengan aksen berbentuk geometris berwarna oranye dan abu-abu. Saat membeli produk ini, pembeli tidak diberikan kotak. Namun isi produk terlindungi dengan segel aluminium. Kepala tubenya menggunakan tutup fliptop, sehingga pengguna dapat mengontrol sebanyak apa produk yang ingin dikeluarkan. Di bagian depan kemasan terdapat merk dan keterangan singkat produk. Di bagian belakang kemasan terdapat keterangan produk yang lebih lengkap seperti klaim, cara pakai, bahan-bahan, dan peringatan. Produk ini berisi 60 ml dengan konsistensi seperti krim berwarna putih kekuningan.

Bahan-Bahan
Aqua, Ethanol, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Glyceryl Stearate, Diethylamino Hydroxybenzoyl Hexyl Benzoate, Dimethicone, Butylene Glycol, Phenoxyethanol, Triethanolamine, Propylene Glycol, Panthenol, Polyvinyl Alcohol, Aloe Barbadensis (Aloe Vera) Leaf Extract, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Fragrance, Hydrolyzed Wheat Protein/PVP Crosspolymer, BHT, Disodium EDTA, Ethylhexylglycerin, Xanthan Gum, Potassium Sorbate, EDTA, Sodium Benzoate.
Berdasarkan bahan-bahan di atas, dapat dilihat bahwa sunscreen ini termasuk dalam chemical sunscreen yang menggunakan Ethylhexyl Methoxycinnamate (Octinoxate) dan Diethylamino Hydroxybenzoyl Hexyl Benzoate (Uvinul A Plus).

Cara Pakai dan Efek di Kulit

Cara pakai yang tertulis di kemasan adalah: Oleskan pada area wajah dan leher 15 menit sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.
Sunscreen ini menginggalkan sedikit sekali white cast saat diaplikasikan, namun white cast itu akan hilang ketika produk menyerap ke kulit. Kebetulan, beberapa bulan yang lalu aku sudah pernah pakai produk ini dan merasa white cast yang ditinggalkan mengganggu banget. Akhirnya aku kasih produk ini ke adikku. Tapi pas kemarin aku coba beli lagi dan coba pakai sekali lagi, aku ngga notice ada white cast yang berlebihan.
Akhirnya aku coba bandingkan punyaku yang baru saja kubeli dengan yang lama. Dan ternyata memang ada beberapa perbedaan antara produk lama dan baru. Pertama, warna produk yang lama lebih kekuningan dan produk yang baru lebih dominan putih dan hampir tidak terlihat kekuningannya. Kedua, produk yang lama lebih cair sementara yang baru lebih terasa seperti krim kental. Ketiga, produk yang lama lebih dewy dan saat terkena sinar matahari, pantulan sinarnya terlihat lebih putih dan mengkilap. Sementara produk yang baru lebih tidak berwarna saat terkena sinar matahari. Mungkin memang sudah ada perubahan formula antara produk yang lama dan yang baru.
Produk ini cukup cepat menyerap, dan saat sudah menyerap produk ini tidak meninggalkan rasa lengket di kulit. Finish-nya pun cenderung matte sehingga cocok digunakan oleh pengguna dengan kulit berminyak.

Tips dan Peringatan Produk
Pada kemasan produk terdapat peringatan yang berbunyi:
“Jangan terlalu lama terpapar sinar matahari, meskipun menggunakan sediaan tabir surya. Jika terjadi reaksi hipersensitivitas (rasa terbakar, kemerahan), hentikan pemakaian.”

Apakah produk ini sesuai dengan klaimnya?
Bisa dibilang iya. Produk ini sama sekali ngga terasa berat dan ngga bikin kulit kering. Tapi aku ngga berani bilang kalau produk ini juga ngga bikin kulit makin kering bagi orang yang kulitnya kering yah, karena kulitku sendiri berminyak. Di kulitku, produk ini cukup bikin kulit matte dan ngga bikin kulit makin berminyak sepanjang hari. It’s a big deal since almost all sunscreen that I’ve used made me more oily throughout the day.
Sayangnya, sunscreen ini hanya memiliki SPF 30. Aku pribadi lebih memilih sunscreen dengan SPF 50 karena merasa lebih aman dan terlindungi. Tapi, adakalanya aku juga butuh sunscreen dengan SPF lebih rendah untuk dipakai keluar rumah yang hanya sebentar atau saat masih pagi atau sore menjelang malam yang ngga terlalu banyak terpapar sinar matahari. Jadi, sunscreen ini cocok digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan tersebut. Tapi kalau untuk perlindungan harian sih aku merasa kurang.

Review keseluruhan:
(+) Harganya murah dengan isi cukup banyak.
(+) Kemasan yang cukup baik.
(+) Mudah ditemukan.
(+) Tidak meninggalkan white cast di kulitku.
(+) Tidak membuat kulit semakin berminyak.

(-) Baunya aneh. Bau jeruk tapi kimiawi banget.
(-) Hanya memiliki SPF30.
(-) Aku ngga tau produk ini akan meninggalkan white cast atau ngga di skintone yang lebih gelap dari kulitku, mengingat sebelumnya aku punya masalah white cast dengan produk ini.
(-) Mengandung alkohol dan fragrance.

Ranking? 4/5

Repurchase? Maybe. Selama aku belum menemukan sunscreen lain dengan finish matte dan SPF cukup rendah, kemungkinan besar aku akan tetap menggunakan sunscreen ini.
Sekian dulu review-ku kali ini. Semoga membantu yaah. Later!

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In haul

Jakarta Haul


Haiii semuanya. How are you? I hope you’re safe and sound :D
Kemarin aku berkesempatan untuk jalan-jalan ke Ibukota Jakarta yang katanya sekarang udah kalah jahat sama ibu jari netizen. Lol. Sebelum kesana aku memang udah nabung biar disana bisa beli barang-barang yang emang aku incar dari lama. Hasilnya, aku bangkrut. Wkwkwk. Nyatanya meskipun udah menyisihkan uang dari lama, aku tetap kalap dan kekurangan uang. Siap-siap aja nih kelaperan sampe tengah bulan.

Jadi di tulisanku kali ini aku mau share tentang apa saja barang-barang yang sudah aku beli disana. Take a note kalau sebagian barang-barang ini memang barang yang sudah lama aku incar tapi ragu untuk beli karena masalah ongkos kirim. Jadi aku ngga sembarang kalap, tapi memang udah research sebelumnya. Like I always told you, do research before buying anything.
Oke kita mulai aja yaa....
1. Drugstore (Guardian & Century)

Toko pertama yang aku masuki saat di Jakarta adalah Century. Kenapa Century? Karena aku udah lama penasaran sama Studio Tropik Original Priming Water (di website harganya Rp. 99.000,- tapi seingatku di Century harganya di atas 100 ribu). Priming Water ini udah sering di-rave sama MUA dan influencer lokal, dan katanya enak banget dan wanginya juga luar biasa. Pas banget waktu aku ke Century, Priming Water ini tinggal 1 botol dan tinggal yang untuk Oily Skin. Beruntung banget. Di Jogja, Priming Water ini belum masuk Century. 
Nah, hari kedua aku juga ke drugstore lainnya yaitu Guardian, di Mall yang berbeda. Disana aku beli Catrice Volumizing Lip Booster (040 Nuts About Mary; Rp. 58.000,-). Aku udah pernah punya ini tapi shades-nya terlalu terang untuk kulit aku. Jadi aku pilih shade nomor 040 ini karena warnanya cukup gelap dan sepertinya cocok untuk dipakai tanpa lip liner atau lipstick di bawahnya.
2. NYX


Toko kedua yang aku kunjungi adalah NYX. Aku ngga suka sama pengalamanku di toko ini. Waktu masuk aku langsung disamperin sama salah seorang beauty advisor-nya, tapi tanpa senyum sama sekali sepanjang dia ngasih advice ke aku. Dia cukup mampu menjelaskan ini itu ke aku, tapi karena dia menjelaskan tanpa senyum, lama-lama aku jadi ngerasa ngga enak dan terintimidasi. Alhasil, aku jadi punya perasaan ngga enak kalau ngga beli, dan jadinya aku setengah asal-asalan pilih produknya. Walaupun memang produk yang aku beli aku juga suka. Tapi aku rasa aku akan lebih nyaman untuk bebas mondar-mandir coba sana-sini sebelum beli, se-jam di toko pun aku ngga masalah dan akan tetap beli. Asalkan ngga terkekang sama mata BA-nya.
Di NYX aku beli 2 lipstick, again, karena aku udah capek diikutin. Aku beli NYX Lip Lingerie (masing-masing Rp. 135.000,- di sephora.co.id dan sociolla.com. PS: di sociolla lagi diskon lho pas aku nulis artikel ini (07 Maret 2018)) yang Honeymoon memang udah aku incar sejak lama. Yang satu lagi nih yang aku agak gimanaa gitu, shade-nya Ruffle Trim, sama-sama Lip Lingerie. Aku suka sama warnanya, tapi aku udah punya yang mirip banget, dan lebih murah, jadi aku ngerasa sia-sia belinya. Seandainya BA-nya ngasih aku waktu untuk lebih lama mikir dan muter-muter, aku pasti bisa beli produk lain yang lebih aku suka dan butuh.
3. Innisfree

Nah, ke-kalapan dimulai ketika aku masuk Innisfree. Aku paling banyak menghabiskan waktu dan uang disana. Aku beli 2 jenis Jeju Volcanic Color Clay Mask (masing-masing Rp. 120.000,- di website resminya), yaitu yang Purifying (hitam) dan Brightening (kuning). Aku memang sudah mengincar produk ini dari lama, jadi ketika di toko aku hanya sedikit bingung memilih varian mana yang akan aku pilih. Aku juga beli 3 jenis Capsule Recipe Pack (masing-masing Rp. 37.000,- di website resminya), 2 jenis yang wash-off (volcanic cluster dan bija & tea tree) dan 1 jenis sleeping pack (rice). Dan aku baru sadar kalau harusnya aku ngga perlu beli yang volcanic cluster karena aku juga sudah beli clay mask-nya dan fungsi mereka sama aja :D Terakhir aku beli 3 jenis My Real Squeeze Mask (coconut, manuka honey, dan tomato; masing-masing Rp. 19.000,- di website resminya).
Di Innisfree aku dapat bonus 3 aitem. Aitem pertama adalah mask brush yang merupakan bonus kalau beli 2 buah clay mask-nya. Aitem kedua adalah sampel sachet Super Volcanic Pore Clay Mask yang emang aku pengen coba. Terakhir ada 1 paket Best Collection Kit for New Member (padahal aku ngga apply jadi member :D) isinya The Green Tea Seed Serum (5 ml), Super Volcanic Pore Clay Mask (10 ml), dan Orchid Enriched Cream (10 ml). Semuanya memang aku pengen coba, jadi aku seneng banget dapet serangkaian sampel itu.
4. Miniso

Miniso di Jakarta ibarat surga kecil lol. Di Jogja Miniso-nya ngga sebesar di Jakarta, jadi banyak aitem yang ngga ada. Aku ke 2 Miniso di 2 Mall berbeda, di tiap toko aku beli 1 aitem. Di toko pertama aku agak ragu jadi aku cuma beli Cuticle Trimmer Set (aku ngga bisa nemuin harga produk ini :( padahal udah cari ke official account Miniso di Shopee) karena punyaku di rumah sudah patah. Isinya ada Nail File dan Cuticle Pusher. Di toko kedua aku beli Adorable Makeup Blender (Rp. 49.900,-) yang isinya ada 2 jadi aku punya back up kalau yang 1 sudah harus diganti.
5. BLP Beauty Space

Ini purchase ter-menyenangkan yang aku lakukan. Aku emang sudah mengincar shade Mapple Waffle dari BLP Lip Coat (Rp. 129.000,-) sejak lama. Dan sebenarnya aku juga mengincar beberapa shades lain dan beberapa produk lainnya. Tapi berhubung uangku sudah habis di Innisfree karena aku ngga mengira aku akan ke toko BLP, jadi aku hanya beli 1 lip coat aja. Agak bersyukur juga sih karena Lip Stain-nya tinggal 1 warna aja di toko, jadi aku ngga jadi beli. My money is safe :D
Senangnya disana aku bisa swatch beberapa lip coat, jadi besok-besok kalau aku mau beli via website, aku udah ngga bingung. Mapple Waffle menurut aku cantik luar bisa. Netral banget di kulit aku. Nude yang ngga peach ataupun pink, sebagaimana kebanyakan warna nude di pasaran, malah lebih ke coklat. Formulanya juga luar biasa enak. Sama sekali ngga kering dan waktu dipakai makan, “rasa” pudarnya enak banget. Tau kan rasa crusty dan sticky lipstick cair kalau pudar? Nah, ini ngga sama sekali. I can’t wait to try their other shades! And their other products as well. I have my eye on the duo liner and the brow pencil.
6. Additional


Ada 3 aitem additional yang mau aku masukkan ke haul ini, tapi sebenarnya aku ngga beli sendiri 2 aitem di antaranya, tapi dikasih sama temen baikku, Shasha. I love you, girl. Thank you. Aku dikasih 2 aitem, yaitu cosmetic pouch dan Pro Fine Precision Sculpting Brush. Menurut teman-temannya Shasha, brush-nya enak banget kalau dipakai untuk sculpting. Gonna try it soon and inform you all. Aitem 1 lagi aku beli waktu di airport, yaitu buku kumpulan puisi judulnya “Milk and Honey” karya Rupi Kaur (Rp. 207.000,-). Aku jatuh cinta sama buku ini. Ada 4 part  di dalamnya, dan setiap part berhasil bikin emosi aku naik turun. Kalau lagi di part yang sedih ya sedih beneran. Kalau lagi di part yang senang, ya senang beneran. I love it so much. Highly recommended. I can’t wait to get my hands on her second book.
So, that’s all. Aku lupa banget untuk nyimpen struk-struk pembeliannya. Sebagian harga yang aku cantumkan adalah hasil aku Google-ing, jadi mohon maaf kalau kurang akurat.
Thanks for reading. I love you! Later!


NB: I decided to copy Oliver’s “Later” from Call Me by Your Name movie :D Leave a comment below if you’ve watched it. Do you love it or not? What is the best part of the movie?



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In poetical post

Untitled #1

Berdamailah sayang,
pada kedewasaan yang kalian temukan
saat terpisah.
Jika memang kenyataan
selalu menegaskan
bahwa kalian berbeda jalan,
maka terimalah.
Satu ke utara, satu ke selatan
kalian memang pernah bertemu di sebuah persimpangan
tapi itu semua hanya kenangan.
Berdamailah sayang,
semua ini memang tidak akan bisa dipaksakan.
01.02.18 - @yustitiaayu

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In random ramble

10 Rekomendasi Webtoon


Helloooo I’m back!! Kinda. Hehe. Masih harus ngejar deadline revisian tapi udah jauh lebih ringan dan ngga terlalu makan waktu. Di post pertama setelah break ini, aku mau kasih referensi nih. Bukan tentang makeup atau skincare, tapi tentang 10 webtoon yang paling aku suka. Biar bacaannya ngga terlalu berat.
Yep. I love reading webtoon so much. Basically, aku hidup di dalam cerita. Aku suka baca cerita, aku suka nonton cerita, dan aku suka menulis cerita. Dari SD aku udah baca komik bervolume-volume, udah baca novel yang harusnya belum boleh aku baca, dan nonton film sampe tengah malem. Jadi, ketika aku bingung cari alternatif murah untuk mengisi kehausan atas cerita-cerita, akhirnya aku memutuskan untuk baca webtoon.
FYI, webtoon adalah sebuah aplikasi (ada web-nya juga sih) di bawah naungan Naver, perusahaan yang bikin LINE Messenger. Isinya adalah komik-komik bikinan siapa aja. Serius, siapapun bisa submit. Ngga perlu sekelas Aoyama Gosho atau Fujiko Fujio. Karena “dilahirkan” oleh Naver, maka mostly cerita webtoon tuh korea banget. Dan biasanya aku agak menghindari nih cerita yang terlalu korea-koreaan, karena emang ngga suka. Hehe. Jadi kalo kamu suka cerita yang ngga terlalu ke-korean-an, kamu harus baca tulisan ini. Oh iya, aku biasanya baca webtoon dalam bahasa inggris jadi aku ngga bisa include judul-judul yang dibuat creator lokal karena emang belum banyak yang di translate ke bahasa inggris.
By the way, aku nulis judul-judulnya ngga urut yah. Soalnya aku ngga bisa nentuin yang mana yang paling aku suka haha. So, in no particular order, here’s the list:
1.              Tower of God by SIU (featured), fantasy, updated every Monday.
Tower of God.
Bercerita tentang dunia fiktif namanya Talse Uzer. Di dunia itu ada sebuah menara dimana ngga semua orang bisa masuk ke menara itu dan kalau bisa masuk lalu bisa naik sampai tingkat paling atas, dia akan bisa mendapatkan semuanya. Tapi perjuangan untuk naik sampai lantai paling atas ngga gampang, dan harus bertarung dengan orang-orang lainnya. Menara itu diperintah oleh seseorang bernama King Jahad.
Cerita ini panjang banget. Banget. Ada sekitar 140 lantai (apa 170 ya, lupa) dan saat ini ceritanya baru sampai lantai 40-an -_- Tapi somehow, aku ngga bosen. Karena rahasia demi rahasia diungkap bertahap dan ngga pernah gagal bikin takjub. Webtoon ini cukup banyak punya penggemar fanatik, dan cukup hype. Tapi sekarang popularitasnya mulai turun, mungkin karena terlalu panjang.
Kalo mau baca ini harus ekstra sabar. Tiap episode panjang-panjang, tapi karena ceritanya super kompleks dan ruwet, tetep aja ngga selesai-selesai. Karakternya bejibun, background story-nya juga ngga main-main. Sampe karakter sampingan pun punya backgorund story sendiri. Mirip-mirip Game of Thrones kompleks-nya, tapi aku ngga bisa bilang mereka setara kualitasnya. Cuma ini satu-satunya webtoon yang mengharuskan aku Google karena kadang aku sampai lupa si ini siapa, si ini dulu ngapain dan sebagainya. Tapi, sama seperti GoT, aku cukup deg-deg an takut penulisnya keburu meninggal sebelum cerita ini selesai. Beruntung SIU masih muda, ngga kayak George R.R Martin yang bikin makin deg-deg an.
2.              My Giant Nerd Boyfriend by fishball (featured), slice of life, updated every Monday, Wednesday and Friday.
My Giant Nerd Boyfriend
Ini webtoon terlucu yang pernah aku baca. Menceritakan seorang cewek bernama fishball (creator-nya) yang tinggal sama pacarnya yang badannya 30 cm lebih tinggi dari dia. Per-episode pendek-pendek tapi cukup. Upload seminggu 3 kali dan ngga pernah ngga bikin ngakak. Kadang dia bikin twist dengan menceritakan cerita dari sisi si pacar dan seketika headline-nya berubah jadi “My Tiny Weird Girlfriend”.
Mereka ini orang Malaysia, jadi kadang aku bisa relate banget sama keadan mereka.
3.              Oh! Holy by Ahyun (featured), romance, updated every Monday.
Oh! Holy.
Nah, yang ini agak korea-koreaan sih. Tapi ngga terlalu. Menceritakan Jamie (RIP my cat Jaime :’() yang dari kecil bisa lihat makhluk halus dan jatuh cinta sama temen masa kecilnya, Holy, yang sangat populer. Tapi karena Jamie bisa lihat hantu, jadi dia dijauhi dan jadi loner gitu. Suatu hari, tanpa sengaja, Holy mati, dan webtoon ini menceritakan bagaimana Jamie berusaha agar Holy ngga jadi mati :D
Webtoon ini juga lucu banget sih. Kelakuan karakter-karakternya ngga ada yang bener. Ditambah hantu-hantu yang ngga bener juga. Wkwk. Walaupun bersetting di Korea, tapi webtoon ini ngga terlalu ke-korea-an menurutku.
4.              :Rebirth by 69Michi, fantasy/drama, updated every 2 weeks.
:Rebirth
Aku ngga nyangka akan suka sama cerita ini. Ceritanya ada seorang ayah yang punya istri dan 2 anak laki-laki, namanya Noah. Noah tiba-tiba terbangun di masa lalu, sebelum Zombie Apocalypse terjadi. Karena dia udah pernah sampai ke masa depan, jadi dia tau kalau akan ada Zombie Apocalypse dan tau siapa-siapa aja orang yang akan membantu dia nanti dan siapa-siapa aja yang akan menghambat dia nanti. Dia mulai bersikap baik sama salah satu anaknya, Neo, yang selama ini dia telantarkan. Dan mulai bersikap dingin ke istri dan anaknya yang lain.
Yang bikin menarik dari cerita ini adalah kita dibuat penasaran dengan kalimat-kalimat yang Noah bilang udah terjadi di masa depan, dan bagaimana akhirnya kalimat tersebut bisa terjadi. Dan kita juga dibuat penasaran, apakah Noah dan Neo akan berdamai atau malah semakin menjauh.
5.              Lumine by Emma Krogell (featured), drama, updated every Sunday.
Lumine
Webtoon ini menceritakan Lumine, seorang werewolf yang melarikan diri entah dari siapa (masih rahasia), lalu bertemu seorang penyihir anak-anak bernama Kody. Lumine lalu dipekerjakan oleh ayahnya Kody untuk menjaga Kody. Tapi Lumine kesulitan untuk berubah menjadi serigala dan kadang hanya berubah jadi sebesar anjing Husky yang menyulitkan dia untuk melindungi Kody. Ditambah, Kody sangat menolak kehadiran Lumine.
Yang bikin aku stay baca webtoon ini adalah karena Lumine gemesin banget. Haha. Tapi ceritanya juga bagus sih, ngga bikin bingung, dan cukup mudah dipahami.
6.              My Dear Cold-Blooded King by lifelight (featured), romance, updated every Sunday.
My Dear Cold-Blooded King
Kihara Mei, adalah seorang rakyat biasa. Suatu hari dia ngga sengaja menemukan seorang laki-laki terluka di hutan yang ternyata adalah Prince Osamu, adik dari King Asukai Katsu, atau lebih dikenal sebagai Blood King. Singkat cerita, pertemuan itu akhirnya mengantarkan Mei dan keluarganya untuk dapat tinggal di istana.
Webtoon ini menarik banget karena artwork-nya sangat bagus, dan ceritanya ngga menye-menye. Walaupun aku agak kurang suka dengan image Mei yang digambarkan sangat cantik dan menarik sehingga (hampir) semua tokoh laki-laki jatuh cinta sama dia. I think this type of image should die. Lol. But despite that imagery, it is a great webtoon and I love it.
7.              I Love Yoo by Quimchee (featured), romance, updated every Friday.
I Love Yoo
Nah, ini Korea banget sih, tapi masih bisa aku tolerir. Ceritanya adalah tentang Shin-Ae Yoo yang merupakan cewek dari kalangan biasa dan cukup penyendiri. Dia ngga mau berurusan dengan siapapun, apalagi menjalin hubungan romantis. Suatu hari dia diajak teman-temannya untuk ke sebuah pesta yang penuh dengan orang-orang kalangan atas. Disana dia tanpa sengaja merusak baju seorang laki-laki yang belakangan diketahui bernama Kousuke. Sebelumnya, dia juga merusak baju teman dari laki-laki yang dia tolak, yang bernama Yeong-Gi. Tanpa tahu bahwa ternyata Yeong-Gi dan Kousuke adalah kakak beradik.
Aku ngga suka banget sih sama jalan cerita webtoon ini. Kenapa? 1. Lagi-lagi karena Shin-Ae di-portrait sebagai cewek yang bisa segalanya dan menarik di mata banyak laki-laki, walaupun untungnya ngga digambarin sangat cantik. 2. Ceritanya pasaran. Cewek biasa ketemu cowok kaya raya lalu jatuh cinta, bosen ngga sih? Tapi selain semua hal itu, webtoon ini lucu dan cukup menghibur. Aku suka baca webtoon ini karena ceritanya ringan banget.
8.              unOrdinary by uru-chan (featured), fantasy, updated every Thursday
unOrdinary
Ini ceritanya bagus banget sih menurutku. Bercerita ketika di dunia ini, semua manusia punya super power, lalu ada seorang cowok yang ngga punya super power sama sekali, namanya John. Orang-orang yang ngga punya super power biasa disebut cripple, dan biasanya mereka akan jadi bahan bully. Manusia akan familiar dengan ranking yang diatur berdasarkan kekuatan super power mereka. Ajaibnya, John berteman dekat dengan cewek paling kuat di sekolahnya, yaitu Seraphina. Dan webtoon ini menceritakan bagaimana John bertahan sebagai seorang cripple beserta rahasia-rahasia di baliknya.
Aku suka banget sama webtoon ini. Menurutku ceritanya detail, complex, tapi ngga se-complex Tower of God yang sampe harus Google. Filosofi-filosofi di balik kisah hidup John dan Seraphina juga bagus banget. Webtoon ini berhasil mengajarkan bahwa power bukan segalanya dan ada banyak konsekuensi di balik power yang kita punya.
9.              Super Secret by eon (featured), romance, updated every Wednesday.
Super Secret
Ini cerita yang sangat ringan dan menghibur. Bercerita tentang seorang gadis bernama Emma yang tinggal sendirian di sebuah apartemen. Dia berteman dengan Ryan, laki-laki yang tinggal tepat di sebelah apartemennya dan mereka sudah berteman dari kecil. Yang Emma ngga tau, Ryan berasal dari keturunan werewolf. Dan selama ini Ryan dan keluarganya merahasiakan itu dari Emma. Ryan akhirnya jatuh cinta sama Emma dan semuanya jadi complicated.
Cerita ini setting-nya di Seoul tapi ngga korea-korea banget. Romantis tapi ngga terlampau cheesy. Malah bikin gemes banget.
10.          Siren’s Lament by instantmiso (featured), romance, currently on hiatus.
Siren's Lament
Lyra, seorang pemilik toko bunga jatuh cinta pada Shon, temannya sejak sekolah.  Sayangnya Shon sudah memiliki pacar dan dengan hati sakit, Lyra memutuskan untuk terjun ke laut. Tanpa disangka, seorang merman (mermaid laki-laki) menciumnya di laut. Ternyata, jika seorang mermaid mencium manusia yang patah hati di dalam laut, maka ia akan bertukar wujud dengan manusia tersebut. Ia kembali menjadi manusia, dan manusia tersebut menjadi mermaid dan kehilangan seluruh memorinya. Tapi, hal itu tidak terjadi dengan Lyra dan merman yang kemudian Lyra beri nama Ian ini. Ian dan Lyra malah menjadi setengah manusia dan setengah mermaid. Jika terlalu lama jauh dari air, mereka akan “sakaw”, tapi mereka juga dapat berjalan di daratan seperti manusia.
Aku udah lama banget ngga dengar cerita manusia dan mermaid. Terakhir kayaknya pas aku SD pas nonton sinetron putri duyung-nya Ayu Azhari. Jadi pas baca cerita ini aku jadi tertarik lagi. Ceritanya juga ngga cheesy dan ngga terlampau menye-menye. Masih ada sisi adventure di bawah laut yang menegangkan. Webtoon ini lagi hiatus sebelum season selanjutnya, dan aku udah ngga sabar nunggu-nya.
Honorable mention:
Missing by micniac, Unlovable Replacement by nylana, What It Means to Be Hard by Rainbow/ibunibun, Mermaid’s Dagger by useros, Midnight Rain by Pani K, Scarce Clover by Hima-, Charisma by rocket_charisma, IRIS by aorin, Runway by Janetly, dan Four Quarters by KurisuStinah.
Judul lain yang bagus juga tapi udah tamat: Winter Woods ( I used to be obsessed with this OMG), Helios: Femina (yang bikin Michelle Phan, that Michelle Phan yang Makeup Guru itu, artwork-nya bagus tapi dia ada team sih yang ngerjain webtoon ini, jadi ngga semuanya dia yang create. Currently in season break, kayaknya bentar lagi keluar nih season 2), Girls of The Wild, dan unTouchable.
Hmmm panjang juga yah. Padahal cuma 10 haha, kalo aku tulis semua yang aku suka, bisa jadi 2 part nih. Masih banyak sih judul-judul lain yang masih waiting-list di otakku. Tapi nanti dulu deh, aku belum siap commit sama judul baru. Hihi.

See ya, semoga membantu yah. Luv!








Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments