In beauty review makeup brush

Choosing Makeup Brush: An Experience of 6 Different Affordable Brands (Part 1)

Halo semuanya, apa kabar? Semoga selalu sehat dan bahagia yah :)




Ini pertama kalinya aku mau review produk kecantikan, tepatnya alat atau tools yang biasa digunakan untuk ber-makeup, yaitu kuas. Mungkin dari kalian ada yang bingung mau beli kuas yang mana, merk apa, atau bentuknya seperti apa. Di tulisan ini, aku ngga akan membahas soal semua bentuk dan kegunaan kuas yang pernah ada. Tapi aku mau membagi pengalamanku dalam menggunakan 6 merk kuas yang berbeda. Sebenernya aku pernah coba 8 merk sih, tapi yang 2 merk lagi kuas amatir dan kurang bagus kualitasnya jadi ngga akan aku bahas ya. Disini aku hanya akan bahas kuas-kuas yang kualitasnya oke dan worth to buy. 

Dari 6 merk yang akan aku bahas, 5 merk di antaranya aku beli kuas individual, dan 1 merk yang lain aku beli dalam 1 paket atau 1 set. Merk apa aja sih yang pernah aku coba? Baca terus sampai akhir ya :)

1. Real Techniques (Sam's Picks Set)






Real Techniques ini adalah kuas yang hits banget. Hampir semua pecinta dan penggiat makeup akan pakai kuas Real Techniques ini. Real Techniques didirikan oleh 2 orang kakak-beradik asal Inggris, yaitu Sam & Nic Chapman. Keduanya merupakan makeup artist, sehingga ngga heran kalau kuas-kuas Real Techniques kualitasnya oke. Pilihan kuasnya beragam, ada yang bisa dibeli secara individual atau satuan dan ada juga yang bisa dibeli sepaket. Kebetulan, aku punya yang sepaket, yaitu "Sam's Picks Set". Di paket ini aku dapat 6 kuas sekaligus, yaitu Multi-Task Brush, Buffing Brush, Essential Crease Brush, Setting Brush, Pointed Foundation Brush, dan Fine Liner Brush. Aku membeli paket kuas ini secara online dengan harga sekitar 320.000 - 360.000 (aku lupa tepatnya berapa) dan paket ini merupakan paket terbatas (limited edition) yang sudah tidak diproduksi lagi.

Dari hasil pengalamanku menggunakan kuas-kuas Real Techniques, aku sangat puas dengan kualitasnya. Bulu-bulunya halus dan kuat, jarang sekali rontok. Cukup mudah dibersihkan, namun ada beberapa kuas seperti Buffing Brush dan Pointed Foundation Brush yang agak sulit dibersihkan, mengingat keduanya biasa digunakan untuk produk cream atau liquid. Tapi dengan bantuan minyak zaitun atau cleansing oil kamu dapat mengurangi kesulitan dalam membersihkan kuas-kuas tadi. Bentuk-bentuk kuasnya pun pas dengan kebutuhan. Dari seluruh kuas yang aku dapatkan dari paket ini, ada 2 kuas yang agak jarang aku gunakan, yaitu Pointed Foundation Brush dan Fine Liner Brush. Bukan karena kualitasnya ngga bagus lho ya, tapi karena aku merasa kurang membutuhkan penggunaan kedua kuas tersebut. Selain kedua kuas tersebut, kuas-kuas yang lain sangat berguna dan memberikan hasil yang baik pula.



* Multi-Task Brush biasanya aku gunakan untuk pengaplikasian bedak tabur atau padat. Bulu-bulunya sangat lembut dan bentuknya yang besar mempercepat pengaplikasian bedak ke seluruh wajah. Tapi kalau kamu ingin menggunakan kuas ini untuk mengaplikasikan bedak di area bawah mata, kamu mungkin akan sedikit kesulitan. Karena kuas ini berukuran besar dan seringkali mataku tercolok saat menggunakan kuas ini untuk area bawah mata. Selain untuk menggunakan bedak, kuas ini juga bisa kamu pakai untuk mengaplikasikan bronzer atau blush. Tapi kalau wajah dan area pipi kamu kecil, aku sarankan kamu tidak menggunakan kuas ini untuk mengaplikasikan blush ya, karena ukurannya sedikit terlalu besar.

* Setting Brush biasanya aku gunakan untuk pengaplikasian highlighter di tulang pipi dan hidung. Ukurannya yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil sangat pas untuk pengaplikasian highlighter. Selain untuk pengaplikasian highlighter, kuas ini juga bisa kamu gunakan untuk mengaplikasikan bedak di area bawah mata. Nah, jika tadi Multi-Task Brush terlalu besar untuk area bawah mata, Setting Brush ini adalah pilihan yang tepat untuk mengaplikasikan bedak di bawah mata. 

* Buffing Brush biasanya aku gunakan untuk pengaplikasian foundation atau bb cream ke seluruh wajah. Bulu-bulunya padat dan pendek sehingga dapat membaurkan produk dalam bentuk cream dan liquid dengan baik. Aku juga sering menggunakan kuas ini untuk membaurkan cream contour dan concealer. Seperti yang telah aku jelaskan sebelumnya, kuas ini terkadang agak sedikit susah dibersihkan karena biasanya digunakan untuk produk cream atau cair. Tapi kamu bisa mengakalinya dengan mencampur sabun pembersih kuas kamu dengan minyak zaitun atau minyak kelapa, agar produk-produk yang menempel di kuas tersebut dapat lebih mudah luruh. Aku juga pernah mencoba menggunakan kuas ini untuk mengaplikasikan powder blush, tapi aku kurang suka dengan hasilnya. Karena kuas ini memiliki bulu yang padat sehingga pigmen blush yang terangkat jadi lebih pekat dan ketika diaplikasikan ke pipi jadi agak terlalu menor. Aku belum pernah mencoba menggunakan kuas ini untuk highlighter atau blush yang berbentuk cream, tapi seharusnya sih hasilnya bagus karena kuas dengan bulu yang padat memang dibuat untuk produk-produk berbentuk cream atau liquid.

* Essential Crease Brush merupakan kuas yang eksklusif hanya terdapat di paket Sam's Picks ini, namun setelah barusan aku cek di website Real Techniques, kamu juga dapat mendapatkan kuas ini di paket "Enhanced Eye Set". Kuas ini termasuk ke dalam blending brush atau kuas untuk membaurkan eyeshadow di mata. Blending brush memiliki banyak ukuran, dan kuas ini termasuk yang berukuran sedang-kecil. Bulu-bulunya agak renggang yang merupakan khas dari sebuah blending brush. Kuas ini cukup mampu melakukan tugasnya dengan baik. Namun menurutku kuas ini agak kurang lentur, sehingga tugasnya untuk membaurkan warna eyeshadow jadi kurang mantap. Aku perlu sedikit lebih banyak waktu untuk membaurkan warna eyeshadow-ku sampai aku mendapatkan hasil yang aku inginkan. Tapi ukurannya yang kecil sangat memudahkan pengaplikasian warna transisi di bagian lipatan mata (crease). Kamu dapat mengaplikasikan warna yang kamu inginkan di bagian crease secara presisi.



Nah, dari seluruh penjelasan yang sudah aku tuliskan di atas, sudah terbayang dong bagaimana kualitas dan kegunaan dari kuas-kuas Real Techniques ini. Lalu bagaimana-kah penilaiannya?

- Kualitas Bulu: 4/5 (halus dan cukup kuat tapi masih ada sedikit kerontokan saat dicuci).
- Harga: 3/5 (kuas ini termasuk affordable dengan kisaran harga 75 ribu - 150 ribu untuk kuas individual dan harga 200 ribu - 500 ribu untuk kuas paket).
- Bentuk dan Ukuran: 5/5 (sangat baik dan tepat guna).
- Desain Kuas dan Packaging: 5/5 (Desain kuas sangat eye-catching dan cukup bergengsi, ada keterangan jenis kuas di setiap kuasnya, packaging penjualan rapi dan mampu menjaga bentuk kuas dengan baik).
- Kebersihan: 4/5 (Ada beberapa kuas yang agak sulit dibersihkan, tapi kesulitan dapat diakali dengan mudah).
- Keterjangkauan: 4/5 (Untuk paket ini sudah tidak diproduksi lagi dan sudah cukup sulit ditemukan, namun kuas Real Techniques yang lain cukup mudah ditemukan baik di toko online maupun offline).

Jadi begitulah review tentang merk pertama dari koleksi kuas yang aku punya, yaitu Real Techniques. Untuk mengetahui pengalamanku dalam menggunakan kuas dari merk lain, kamu bisa baca di tulisan selanjutnya. Terima kasih sudah mampir, semoga tulisan ini membantu :)

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In poetical post random ramble

Mencintaimu ibarat waktu. Berputar tanpa tahu kapan harus berhenti. Tidak pernah terlambat, tidak pernah terlalu cepat. Kesalahan hanya datang jika energi sudah habis. Itu pun hanya sementara. Secepat mungkin ia akan kembali bergerak. Mengejar apa ia pun tidak tahu. Menuju kemana, ia tidak pernah tahu. Yang ia tahu, ia harus tetap hidup. Jika ia mati, dunia akan berhenti berputar.

Mencintaimu ibarat candu. Membawaku hilang dari dunia menuju ketidakwarasan. Sebentar tertawa, sebentar menangis. Sebentar tersenyum, sebentar merajuk. Tidak ada tempat untuk memikirkan hal lain, selain engkau dan perasaanku. Sibuk meracau dalam ketidakjelasan. Sekembalinya ke dunia, tubuh pun tidak sanggup melawan keinginan untuk kembali. Menjadi gila, menjadi hilang. Hanya dengan angan tentang kamu. Berdua.

Mencintaimu ibarat lara. Tidak direncanakan. Tidak diharapkan. Menetap dan sulit diusir. Rasanya menjalar melalui seluruh pembuluh darah. Mampir ke ubun-ubun dan merusak konsentrasi. Mengambil alih setiap kekuatan dan berbalik menyerang. Tidak akan reda sebelum penawarnya datang. Kadang menimbulkan bekas yang tak akan pernah hilang.

Mencintaimu ibarat hidup. Atas, bawah. Maju, mundur. Kuat, lemah. Silih berganti. Tidak pernah tahu kapan berakhir. Tidak pernah tahu siapa yang mengakhiri. Tidak pernah tahu bagaimana akhirnya. Terus berjalan untuk masa depan yang kabur. Terus berjuang untuk bertahan tanpa tahu apakah bertahan adalah keputusan yang benar. Terus mendaki tanpa tahu apakah di puncak akan kutemui engkau.

Mencintaimu adalah mati. Sakit. Sepi. Sendiri. Diam. Dan menyerah.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In poetical post random ramble


ada banyak pertanyaan

yang tak akan pernah mencapai jawaban

ada banyak angan-angan

yang akan terkubur bersama dengan kesendirian

pagi dan hampa adalah teman

malam dan diam adalah kawan

raut wajah dan senyum selalu bertentangan

terseok melangkah ke depan

tanpa tahu ke arah mana tujuan

mencoba tak peduli dengan keadaan

mencoba tak bergegas memberi perhatian

atau mencoba tak tergerak dengan keinginan

memeluk adalah impian

terlebih memiliki, bukan lagi jadi pilihan

mereka bilang mimpi bisa diperjuangkan

tapi tidak dengan hidup bersama tuan

sudah tak berani mengharapkan

walau sekedar sapa dan teguran

apalagi pertemuan

sudah kuanggap semua percakapan

yang terjadi waktu itu adalah perpisahan

dan aku bisa mempersempit penyesalan

karena sudah pernah kubuat pengakuan


aku ingin menjadi orang yang kau cintai

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In poetical post random ramble

Limbung

Ia berdiri kuat

berjalan tanpa ragu

tersenyum pada semua orang

memeluk setiap kesempatan

memimpikan setiap kebahagiaan.


Hingga suatu hari

kakinya patah satu

ia masih kuat berdiri

meski terpincang ia masih mampu berjalan

saat menjemput kesempatannya yang baru

satu kakinya patah pula.


Ia limbung

jatuh pada lututnya

tak ada lagi kaki yang mampu menopang beratnya hidup

ia hanya mampu merangkak

satu satu

perlahan tanpa arah.


Ia sudah menyerah

takdir tak pernah berbaik hati padanya

dunia tidak pernah berdamai dengannya

ia hidup tanpa harapan untuk bahagia

ia hidup hanya untuk orang lain

bukan untuk dirinya.


Kapalnya tak akan pernah berlabuh

karam di tengah pelayarannya menuju dermaga

hartanya hilang disapu ombak

bercampur pasir dan buih

ia, tak akan pernah sampai pada tujuannya.


Ia tidak menunggu siapa-siapa

ia menyerah

ia lelah merasa kuat

ia lelah merangkak

tolonglah, biarkan ia hidup dengan caranya sendiri.



07 Mei 2016.

Senandika Ayu, sudah menyerah.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In poetical post random ramble

Siapa Kita?

Siapa kita?


Siapa aku?


Aku pernah berusaha, dengan jiwa dan raga.


Sampai akhirnya bertemu pada titik dimana ragaku sudah mati.


Tersisa jiwa yang dalam diam masih berharap.


Untuk apa?


Untuk aku?


Untuk sepotong cerita di masa depan.


Untuk menghindar dari rasa bersalah,


penyesalan,


kerinduan,


keinginan untuk kembali di tahun nanti.


Aku siapa?


Aku jiwa yang pernah memiliki,


pernah berdiri di sisi,


pernah memeluk mimpi,

pernah ditinggalkan, tidak hanya sekali.

Gilakah aku?

Gilakah mengejar keinginan yang pernah terpendam oleh waktu?

Kamu siapa?

Rupa yang hadir di pencarianku,

meninggalkan jejak, tak pernah hilang.

Ada apa dengan engkau?

Mengapa kau bisa buat aku sebegininya?

Siapa kamu?

Kalau bukan kamu, lalu aku tidak tahu.

Dan tidak mau.



04 Mei 2016.

Senandika Ayu, sedang merindu.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In

Too tired of questioning
too tired of hoping
may the God give me strength to forget

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In

Mengapa pada suatu hari, Tuhan berikan aku sesuatu secara berlebihan, tapi Ia paksa aku memilih satu.
Lalu saat ini, Ia ambil semuanya tanpa menyisakan satu pun.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments