In random ramble

10 Rekomendasi Webtoon


Helloooo I’m back!! Kinda. Hehe. Masih harus ngejar deadline revisian tapi udah jauh lebih ringan dan ngga terlalu makan waktu. Di post pertama setelah break ini, aku mau kasih referensi nih. Bukan tentang makeup atau skincare, tapi tentang 10 webtoon yang paling aku suka. Biar bacaannya ngga terlalu berat.
Yep. I love reading webtoon so much. Basically, aku hidup di dalam cerita. Aku suka baca cerita, aku suka nonton cerita, dan aku suka menulis cerita. Dari SD aku udah baca komik bervolume-volume, udah baca novel yang harusnya belum boleh aku baca, dan nonton film sampe tengah malem. Jadi, ketika aku bingung cari alternatif murah untuk mengisi kehausan atas cerita-cerita, akhirnya aku memutuskan untuk baca webtoon.
FYI, webtoon adalah sebuah aplikasi (ada web-nya juga sih) di bawah naungan Naver, perusahaan yang bikin LINE Messenger. Isinya adalah komik-komik bikinan siapa aja. Serius, siapapun bisa submit. Ngga perlu sekelas Aoyama Gosho atau Fujiko Fujio. Karena “dilahirkan” oleh Naver, maka mostly cerita webtoon tuh korea banget. Dan biasanya aku agak menghindari nih cerita yang terlalu korea-koreaan, karena emang ngga suka. Hehe. Jadi kalo kamu suka cerita yang ngga terlalu ke-korean-an, kamu harus baca tulisan ini. Oh iya, aku biasanya baca webtoon dalam bahasa inggris jadi aku ngga bisa include judul-judul yang dibuat creator lokal karena emang belum banyak yang di translate ke bahasa inggris.
By the way, aku nulis judul-judulnya ngga urut yah. Soalnya aku ngga bisa nentuin yang mana yang paling aku suka haha. So, in no particular order, here’s the list:
1.              Tower of God by SIU (featured), fantasy, updated every Monday.
Tower of God.
Bercerita tentang dunia fiktif namanya Talse Uzer. Di dunia itu ada sebuah menara dimana ngga semua orang bisa masuk ke menara itu dan kalau bisa masuk lalu bisa naik sampai tingkat paling atas, dia akan bisa mendapatkan semuanya. Tapi perjuangan untuk naik sampai lantai paling atas ngga gampang, dan harus bertarung dengan orang-orang lainnya. Menara itu diperintah oleh seseorang bernama King Jahad.
Cerita ini panjang banget. Banget. Ada sekitar 140 lantai (apa 170 ya, lupa) dan saat ini ceritanya baru sampai lantai 40-an -_- Tapi somehow, aku ngga bosen. Karena rahasia demi rahasia diungkap bertahap dan ngga pernah gagal bikin takjub. Webtoon ini cukup banyak punya penggemar fanatik, dan cukup hype. Tapi sekarang popularitasnya mulai turun, mungkin karena terlalu panjang.
Kalo mau baca ini harus ekstra sabar. Tiap episode panjang-panjang, tapi karena ceritanya super kompleks dan ruwet, tetep aja ngga selesai-selesai. Karakternya bejibun, background story-nya juga ngga main-main. Sampe karakter sampingan pun punya backgorund story sendiri. Mirip-mirip Game of Thrones kompleks-nya, tapi aku ngga bisa bilang mereka setara kualitasnya. Cuma ini satu-satunya webtoon yang mengharuskan aku Google karena kadang aku sampai lupa si ini siapa, si ini dulu ngapain dan sebagainya. Tapi, sama seperti GoT, aku cukup deg-deg an takut penulisnya keburu meninggal sebelum cerita ini selesai. Beruntung SIU masih muda, ngga kayak George R.R Martin yang bikin makin deg-deg an.
2.              My Giant Nerd Boyfriend by fishball (featured), slice of life, updated every Monday, Wednesday and Friday.
My Giant Nerd Boyfriend
Ini webtoon terlucu yang pernah aku baca. Menceritakan seorang cewek bernama fishball (creator-nya) yang tinggal sama pacarnya yang badannya 30 cm lebih tinggi dari dia. Per-episode pendek-pendek tapi cukup. Upload seminggu 3 kali dan ngga pernah ngga bikin ngakak. Kadang dia bikin twist dengan menceritakan cerita dari sisi si pacar dan seketika headline-nya berubah jadi “My Tiny Weird Girlfriend”.
Mereka ini orang Malaysia, jadi kadang aku bisa relate banget sama keadan mereka.
3.              Oh! Holy by Ahyun (featured), romance, updated every Monday.
Oh! Holy.
Nah, yang ini agak korea-koreaan sih. Tapi ngga terlalu. Menceritakan Jamie (RIP my cat Jaime :’() yang dari kecil bisa lihat makhluk halus dan jatuh cinta sama temen masa kecilnya, Holy, yang sangat populer. Tapi karena Jamie bisa lihat hantu, jadi dia dijauhi dan jadi loner gitu. Suatu hari, tanpa sengaja, Holy mati, dan webtoon ini menceritakan bagaimana Jamie berusaha agar Holy ngga jadi mati :D
Webtoon ini juga lucu banget sih. Kelakuan karakter-karakternya ngga ada yang bener. Ditambah hantu-hantu yang ngga bener juga. Wkwk. Walaupun bersetting di Korea, tapi webtoon ini ngga terlalu ke-korea-an menurutku.
4.              :Rebirth by 69Michi, fantasy/drama, updated every 2 weeks.
:Rebirth
Aku ngga nyangka akan suka sama cerita ini. Ceritanya ada seorang ayah yang punya istri dan 2 anak laki-laki, namanya Noah. Noah tiba-tiba terbangun di masa lalu, sebelum Zombie Apocalypse terjadi. Karena dia udah pernah sampai ke masa depan, jadi dia tau kalau akan ada Zombie Apocalypse dan tau siapa-siapa aja orang yang akan membantu dia nanti dan siapa-siapa aja yang akan menghambat dia nanti. Dia mulai bersikap baik sama salah satu anaknya, Neo, yang selama ini dia telantarkan. Dan mulai bersikap dingin ke istri dan anaknya yang lain.
Yang bikin menarik dari cerita ini adalah kita dibuat penasaran dengan kalimat-kalimat yang Noah bilang udah terjadi di masa depan, dan bagaimana akhirnya kalimat tersebut bisa terjadi. Dan kita juga dibuat penasaran, apakah Noah dan Neo akan berdamai atau malah semakin menjauh.
5.              Lumine by Emma Krogell (featured), drama, updated every Sunday.
Lumine
Webtoon ini menceritakan Lumine, seorang werewolf yang melarikan diri entah dari siapa (masih rahasia), lalu bertemu seorang penyihir anak-anak bernama Kody. Lumine lalu dipekerjakan oleh ayahnya Kody untuk menjaga Kody. Tapi Lumine kesulitan untuk berubah menjadi serigala dan kadang hanya berubah jadi sebesar anjing Husky yang menyulitkan dia untuk melindungi Kody. Ditambah, Kody sangat menolak kehadiran Lumine.
Yang bikin aku stay baca webtoon ini adalah karena Lumine gemesin banget. Haha. Tapi ceritanya juga bagus sih, ngga bikin bingung, dan cukup mudah dipahami.
6.              My Dear Cold-Blooded King by lifelight (featured), romance, updated every Sunday.
My Dear Cold-Blooded King
Kihara Mei, adalah seorang rakyat biasa. Suatu hari dia ngga sengaja menemukan seorang laki-laki terluka di hutan yang ternyata adalah Prince Osamu, adik dari King Asukai Katsu, atau lebih dikenal sebagai Blood King. Singkat cerita, pertemuan itu akhirnya mengantarkan Mei dan keluarganya untuk dapat tinggal di istana.
Webtoon ini menarik banget karena artwork-nya sangat bagus, dan ceritanya ngga menye-menye. Walaupun aku agak kurang suka dengan image Mei yang digambarkan sangat cantik dan menarik sehingga (hampir) semua tokoh laki-laki jatuh cinta sama dia. I think this type of image should die. Lol. But despite that imagery, it is a great webtoon and I love it.
7.              I Love Yoo by Quimchee (featured), romance, updated every Friday.
I Love Yoo
Nah, ini Korea banget sih, tapi masih bisa aku tolerir. Ceritanya adalah tentang Shin-Ae Yoo yang merupakan cewek dari kalangan biasa dan cukup penyendiri. Dia ngga mau berurusan dengan siapapun, apalagi menjalin hubungan romantis. Suatu hari dia diajak teman-temannya untuk ke sebuah pesta yang penuh dengan orang-orang kalangan atas. Disana dia tanpa sengaja merusak baju seorang laki-laki yang belakangan diketahui bernama Kousuke. Sebelumnya, dia juga merusak baju teman dari laki-laki yang dia tolak, yang bernama Yeong-Gi. Tanpa tahu bahwa ternyata Yeong-Gi dan Kousuke adalah kakak beradik.
Aku ngga suka banget sih sama jalan cerita webtoon ini. Kenapa? 1. Lagi-lagi karena Shin-Ae di-portrait sebagai cewek yang bisa segalanya dan menarik di mata banyak laki-laki, walaupun untungnya ngga digambarin sangat cantik. 2. Ceritanya pasaran. Cewek biasa ketemu cowok kaya raya lalu jatuh cinta, bosen ngga sih? Tapi selain semua hal itu, webtoon ini lucu dan cukup menghibur. Aku suka baca webtoon ini karena ceritanya ringan banget.
8.              unOrdinary by uru-chan (featured), fantasy, updated every Thursday
unOrdinary
Ini ceritanya bagus banget sih menurutku. Bercerita ketika di dunia ini, semua manusia punya super power, lalu ada seorang cowok yang ngga punya super power sama sekali, namanya John. Orang-orang yang ngga punya super power biasa disebut cripple, dan biasanya mereka akan jadi bahan bully. Manusia akan familiar dengan ranking yang diatur berdasarkan kekuatan super power mereka. Ajaibnya, John berteman dekat dengan cewek paling kuat di sekolahnya, yaitu Seraphina. Dan webtoon ini menceritakan bagaimana John bertahan sebagai seorang cripple beserta rahasia-rahasia di baliknya.
Aku suka banget sama webtoon ini. Menurutku ceritanya detail, complex, tapi ngga se-complex Tower of God yang sampe harus Google. Filosofi-filosofi di balik kisah hidup John dan Seraphina juga bagus banget. Webtoon ini berhasil mengajarkan bahwa power bukan segalanya dan ada banyak konsekuensi di balik power yang kita punya.
9.              Super Secret by eon (featured), romance, updated every Wednesday.
Super Secret
Ini cerita yang sangat ringan dan menghibur. Bercerita tentang seorang gadis bernama Emma yang tinggal sendirian di sebuah apartemen. Dia berteman dengan Ryan, laki-laki yang tinggal tepat di sebelah apartemennya dan mereka sudah berteman dari kecil. Yang Emma ngga tau, Ryan berasal dari keturunan werewolf. Dan selama ini Ryan dan keluarganya merahasiakan itu dari Emma. Ryan akhirnya jatuh cinta sama Emma dan semuanya jadi complicated.
Cerita ini setting-nya di Seoul tapi ngga korea-korea banget. Romantis tapi ngga terlampau cheesy. Malah bikin gemes banget.
10.          Siren’s Lament by instantmiso (featured), romance, currently on hiatus.
Siren's Lament
Lyra, seorang pemilik toko bunga jatuh cinta pada Shon, temannya sejak sekolah.  Sayangnya Shon sudah memiliki pacar dan dengan hati sakit, Lyra memutuskan untuk terjun ke laut. Tanpa disangka, seorang merman (mermaid laki-laki) menciumnya di laut. Ternyata, jika seorang mermaid mencium manusia yang patah hati di dalam laut, maka ia akan bertukar wujud dengan manusia tersebut. Ia kembali menjadi manusia, dan manusia tersebut menjadi mermaid dan kehilangan seluruh memorinya. Tapi, hal itu tidak terjadi dengan Lyra dan merman yang kemudian Lyra beri nama Ian ini. Ian dan Lyra malah menjadi setengah manusia dan setengah mermaid. Jika terlalu lama jauh dari air, mereka akan “sakaw”, tapi mereka juga dapat berjalan di daratan seperti manusia.
Aku udah lama banget ngga dengar cerita manusia dan mermaid. Terakhir kayaknya pas aku SD pas nonton sinetron putri duyung-nya Ayu Azhari. Jadi pas baca cerita ini aku jadi tertarik lagi. Ceritanya juga ngga cheesy dan ngga terlampau menye-menye. Masih ada sisi adventure di bawah laut yang menegangkan. Webtoon ini lagi hiatus sebelum season selanjutnya, dan aku udah ngga sabar nunggu-nya.
Honorable mention:
Missing by micniac, Unlovable Replacement by nylana, What It Means to Be Hard by Rainbow/ibunibun, Mermaid’s Dagger by useros, Midnight Rain by Pani K, Scarce Clover by Hima-, Charisma by rocket_charisma, IRIS by aorin, Runway by Janetly, dan Four Quarters by KurisuStinah.
Judul lain yang bagus juga tapi udah tamat: Winter Woods ( I used to be obsessed with this OMG), Helios: Femina (yang bikin Michelle Phan, that Michelle Phan yang Makeup Guru itu, artwork-nya bagus tapi dia ada team sih yang ngerjain webtoon ini, jadi ngga semuanya dia yang create. Currently in season break, kayaknya bentar lagi keluar nih season 2), Girls of The Wild, dan unTouchable.
Hmmm panjang juga yah. Padahal cuma 10 haha, kalo aku tulis semua yang aku suka, bisa jadi 2 part nih. Masih banyak sih judul-judul lain yang masih waiting-list di otakku. Tapi nanti dulu deh, aku belum siap commit sama judul baru. Hihi.

See ya, semoga membantu yah. Luv!








Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In poetical post random ramble

Expectancy #1

I see you every day

through the shiny screen of my cellular

you’re so far away

yet feels so close to the bone

I feel like I knew you

for a million days of our youth

while in reality, about you

I only know your name, and that’s the truth

I won’t speak about your perfection

‘cause it will sounds so cheesy

eventhough I have many words to explain

what about you, that always make me feel uneasy

Oh baby, I wish we could hold each other to eternity.


30.11.2017 - @yustitiaayu

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In sponsored

(Bahasa Indonesia) Hatomugi Skin Conditioner Review #sponsored


Halo semuanya, apa kabar? Aku harap kamu selalu sehat dan bahagia yaah :)
Kali ini aku akan kembali lagi dengan review produk yang sudah aku pakai selama kurang lebih 2 minggu. Oh iya sebelumnya aku mau menginformasikan bahwa tulisan ini disponsori oleh nihonmart, tapi seluruh review yang aku tulis adalah murni berdasarkan pengalamanku pribadi dan tidak ada yang ditutup-tutupi. nihonmart mensponsori tulisan ini dengan cara mengirimkan produk ini secara cuma-cuma untuk aku review.
Oke langsung aja ya. Produk yang mau aku review kali ini adalah produk yang kayaknya sih lagi banyak disukai orang-orang, yaitu Hatomugi Skin Conditioner. Sebenarnya produk ini udah buanyak banget review-nya, tapi aku punya pandangan yang sedikit berbeda dari review-review yang sebelumnya sudah aku baca, jadi ngga ada salahnya kalau kamu baca tulisan ini sampai akhir ya :)
Hatomugi sebagai bahan andalan
Apa ini?
Jadi, sesuai dengan namanya, Hatomugi Skin Conditioner adalah kondisioner untuk kulit. Kalau biasanya kita pakai kondisioner untuk rambut, nah yang ini adalah kondisioner untuk kulit. Mengutip dari Wikipedia, kondisioner adalah sesuatu yang memperbaiki atau meningkatkan kualitas dari material lainnya. Kalau kondisioner untuk rambut ya berarti fungsinya untuk memperbaiki atau meningkatkan tekstur dan penampilan rambut. Kalau namanya kondisioner udara, (alias Air Conditioner, alias AC) ya artinya sesuatu yang digunakan untuk meningkatkan kualitas udara demi kenyamanan penggunanya. Intinya seperti itu. Jadi kalau namanya “Skin Conditioner” berarti produk ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan kenyamanan kulit.

Kenapa aku coba ini?
Jadi awalnya begini. Aku kan punya kulit yang berminyak nih, dan aku udah mulai kesulitan cari cara biar minyak di kulitku ini ngga muncul berlebihan. Aku pernah pakai produk yang mengklaim bisa membantu mengontrol sebum (kamu bisa baca review-nya disini) dan ternyata produk itu malah bikin kulitku memproduksi sebum yang lebih banyak. Lalu aku mikir, apa jangan-jangan kulitku dehidrasi ya? Aku mulai cari cara untuk menambahkan step tambahan dalam skincare regime-ku. Jadi aku mulai deh baca-baca review di Female Daily Network bagian serum dan essence dan aku menemukan produk ini di urutan ke-20 produk terpopuler. Lalu aku ingat, beberapa waktu sebelumnya aku pernah lihat produk ini di salah satu drugstore dan aku tergoda untuk beli karena namanya ngga asing. Ditambah lagi ukuran botolnya yang besar (setengah liter kak :D) yang bikin aku mikir “wah hemat nih.”
Tapi waktu itu aku ngga jadi beli karena aku belum pernah baca review-nya. Aku takut salah beli atau ngga cocok di kulitku jadi aku memutuskan untuk baca review dulu. Lalu aku mampir ke FD, pas lihat produk ini cukup populer aku langsung klik untuk baca review-nya, karena aku sudah lebih dulu tau kalau produk ini murah. Dan 90% orang yang review bilang kalau ini cocok di kulit mereka dan punya hasil yang bagus. Nah dari situ aku makin tertarik pada produk ini dan aku cerita ke temanku kalau aku tertarik sama produk ini bla bla bla. Eh ternyata seminggu kemudian, aku dapat e-mail dari nihonmart yang mengatakan bahwa mereka mau mensponsori review tentang Hatomugi ini. Wow bisa kebetulan gitu yah :D
Setelah tanya-tanya akhirnya aku setuju untuk mencoba produk ini. Tiga hari kemudian produk ini sampai and here I am.
Klaim dan Cara Penggunaan
Apa klaimnya?
Pada botolnya produk ini mengklaim:
1. Merupakan pelembab dan lotion yang tidak lengket yang dapat menembus ke daerah kulit kering.
2. Memberikan cukup kelembaban pada kulit,  merawat kehalusan dan mengurangi kekasaran.
3. Dapat menenangkan kulit setelah terbakar sinar matahari, dan memiliki efek pendinginan dan pengetatan.
4. Dapat digunakan sebagai pelembab wajah dan tubuh.
5. Bebas fragrance dan pewarna.

Kemasan, Volume, dan Konsistensi
Seperti yang telah aku bilang tadi, aku dapat produk ini dari nihonmart. Paket dari nihonmart ini sampainya cepet banget. Aku dapat konfirmasi kalau produknya sudah dikirim pada hari Jum’at dan pada hari Minggu paketnya sudah sampai. Paket datang dengan kotak bertuliskan “nihonmart” lengkap dengan tulisan “Fragile” untuk mencegah barang dibanting-banting. Di dalam kotaknya ada koran-koran yang aku sendiri agak bingung fungsinya untuk apa. Peace. Haha. Lalu produknya sendiri dibungkus dengan bubble wrap untuk menghindari kebocoran saat pengiriman.
Paket dari nihonmart (tampak luar)

Paket dari nihonmart (tampak dalam)
Barang dalam keadaan tersegel dan perbandingannya dengan ukuran tanganku
Produk ini kemasannya mirip sama botol air mineral. Warna botolnya bening dan tutupnya berwarna ungu. Tulisan keterangan prduk yang asli dari produsen juga di-cap berwarna ungu. Botol dan tutupnya dilapis segel plastik dan sayangnya, keterangan produk yang sudah diterjemahkan oleh distributor (termasuk ketrangan tanggal kadaluarsa) hanya ditempelkan di plastik tersebut. Kalau ngga hati-hati keterangannya bisa ikut tersobek dan terbuang saat segel produk dibuka. Tutup dari produk ini adalah tutup ulir dan lubang botolnya adalah lubang karet biasa. Nah, lubangnya ini agak menyulitkan kita kalau mau menuangkan produknya ke kapas ketika produk ini masih penuh. Karena produk ini cukup berat, sementara biar produknya mau keluar kita harus menuang produknya ke kapas, ngga bisa dengan cara menempelkan kapas lalu dibalik botolnya. Takutnya karena produk yang berat dan lubang yang terlalu biasa ini, produknya malah jadi tumpah-tumpah.
Tutup Ulir
Lubang tempat keluarnya produk
Produk ini bervolume 500ml which is banyak banget ya, Bu :D Tebakanku sih karena bisa dipakai di wajah dan tubuh makanya dikemas dalam ukuran besar. Konsistensi produknya cair banget kayak air, tapi warnanya putih. Dipindah ke botol spray juga ngga ada masalah. Karena aku pernah mindahin produk lain ke botol spray, tapi karena konsistensinya lebih kental dr produk ini eh pas disemprot keluarnya muncrat gitu. lol

Bahan-Bahan
Sesuai dengan namanya, produk ini memiliki kandungan utama Hatomugi atau lebih dikenal dengan Job’s Tears, Coix Seed, atau Adlay. Komposisi lengkapnya adalah:
Water, Dipropylene Glycol, Butylene Glycol, Glycerin, Dipotassium Glycyrrhizate, Coix Lacrima-Jobi (Job’s Tears) Seed Extract, Styrene/Acrylates Copolymer, Alcohol, Citric Acid, Sodium Citrate, Methylparaben, Propylparaben.
Ingredients List
See something? No? Ada yang sedikit aneh dari produk ini. Judulnya “Hatomugi” tapi kok Hatomugi-nya (nama latinnya Coix Lacrima-Jobi) ada di urutan keenam ya? Kalau kita lihat 5 bahan pertama, yang ada di urutan paling awal adalah air (by the way water is free, tho). Selanjutnya adalah Dipropylene Glycol yang merupakan pelarut, masking agent (sesuatu yang digunakan untuk meyamarkan bau tidak sedap dari bahan alami yang digunakan), dan pengatur kekentalan. Selanjutnya adalah Butylene Glycol yang merupakan pelarut (lagi), skin conditioning agent, humektan dan pengatur kekentalan (lagi). Selanjutnya ada Glycerin yang berfungsi sebagai humektan. Lalu ada Dipotassium Glycyrrhizate yang berfungsi sebagai skin conditioning agent, mengurangi pengelupasan kulit, mengembalikan kekenyalan kulit, anti iritasi, anti inflamasi, dan agen penenang kulit. Barulah selanjutnya ada Job’s Tears Extract alias si Hatomugi sendiri.
Setelah melihat komposisinya, aku sudah ngga berharap banyak sama produk ini. Kenapa? Karena terlalu banyak bahan-bahan tambahan yang malah ada di urutan awal ingredients. Artinya besaran dari bahan-bahan itu cukup besar. Dan kita ngga bisa bilang kalau kandungan utama dari produk ini adalah ekstrak Hatomugi itu sendiri, karena Hatomugi-nya sendiri ada di urutan keenam. Jadi menurutku produk ini kurang sesuai dengan judulnya.
Berdasarkan review yang sudah aku baca, banyak yang mengategorisasikan produk ini sebagai hydrating toner. Dan menurutku hal itu kurang tepat.
Pertama, karena kandungan bahan yang berhubungan dengan hidrasi yang muncul di urutan ketiga. Itu pun fungsi utamanya bukan sebagai hidrator, tapi lebih ke solvent atau pelarut. Baru di urutan keempat, kelima, dan keenam kita menemukan bahan yang berguna untuk menghidrasi kulit kita.
Alasan kedua adalah karena ada kandungan alkohol di dalam komposisinya. As I said million times before, alkohol bisa membuat kulit kering. Memang sih alkohol juga bisa membantu produk menyerap lebih cepat, tapi aku selalu berpikir kenapa kita harus pakai produk beralkohol yang punya potensi untuk bikin kulit kering, kalau yang kita cari adalah produk hidrator. The good news is alkohol-nya berada di urutan bawah yang artinya ngga terlalu banyak kandungannya. Fiuh.
Alasan terakhir mengapa aku ngga mau mengategorikan produk ini sebagai hydrating toner adalah karena produk ini mengandung Citric Acid. Mungkin ada yang belum tau, tapi citric acid adalah salah satu bentuk dari Alpha Hydroxy Acid (AHA) yang merupakan eksfoliator. Kalau mengandung eksfoliator ya berarti ngga bisa dikategorikan sebagai hydrating toner dong ya. Kita kan pakai hydrating toner biar kelembaban kulit kita setelah pakai eksfoliator bisa kembali, tapi kalau kita pakai produk ini setelah pakai eksfoliator, sama aja kita mengeksfoliasi setelah eksfoliasi. Meskipun kandungan citric acid-nya kecil dan terletak di bagian belakang-belakang.
Oh iya, seperti yang kita tahu, produk ini juga mengandung ekstrak Hatomugi. Setelah aku Google sana-sini ternyata Hatomugi itu ngga boleh dikonsumsi (secara oral) sama ibu hamil. Tapi aku belum menemukan sumber yang bilang kalau Hatomugi juga ngga boleh digunakan ke kulit selama hamil, jadi sebaiknya kamu (yang lagi hamil) tanya dulu ke dokter kamu sebelum menggunakan produk ini ya :)
Dan produk ini menggunakan Paraben. Aku pribadi ngga ada masalah sama penggunaan Paraben, tapi bagi kamu yang menghindari Paraben mungkin kamu bisa skip produk ini.
Produk cair seperti air berwarna putih
Produk sebelum dibaur
Produk setelah dibaur
Produk setelah meresap
Cara Pakai dan Efek di Kulit
Pada kemasannya, produk ini menjabarkan cara pemakaiannya dalam 2 cara:
1. Sebagai masker wajah dengan cara menuangkan Hatomugi Lotion ke kapas dan menerapkannya sebagai masker selama 5-10 menit.
2. Gunakan padding ke kulit untuk efek pelembab.
Dari hasil baca-baca review sebelumnya, banyak yang bilang kalau produk ini lebih nyaman digunakan dengan cara disemprotkan ke wajah. Nah karena review-review tersebut, akhirnya aku memutuskan untuk memindahkan produk ini ke botol spray yang sudah disteril. Aku pakai produk ini sebagai adjusting toner setelah cuci muka sebelum menggunakan produk lainnya. Biasanya aku hanya menyemprot produk ini banyak-banyak ke wajah dan membiarkannya sampai kering.
Banyak yang bilang kalau mereka senang mengaplikasikan produk ini untuk menenangkan kulit saat kepanasan. Aku pernah mencoba cara ini tapi tidak melihat perubahan apa-apa di temperatur kulit maupun di kenyamanan kulitku. Selain itu seperti saran di kemasannya, produk ini bisa digunakan sebagai masker wajah. Tapi melihat komposisinya, aku merasa tidak memiliki alasan untuk menjadikan produk ini sebagai masker. Jadi sejauh ini, aku memperlakukan produk ini ya hanya sebagai toner saja.
Untungnya produk ini tidak memberikan reaksi negatif di kulitku. Tidak ada jerawat atau bruntusan yang muncul sama sekali. Produk ini cukup bisa memberi sedikit kelembaban di kulit meskipun lebih banyak bertindak sebagai penenang. Aku pernah menggunakan produk ini hanya di tangan kiri, dan aku tidak merasakan perbedaan signifikan antara tangan kanan yang tidak menggunakan produk ini dan tangan kiri yang hanya menggunakan produk ini.
Tips dan Peringatan
Tips dan Peringatan Produk
Pada kemasannya produk ini memberikan peringatan untuk tidak digunakan dalam keadaan cedera, eksim, bengkak, dll. “Hentikan pemakaian jika terjadi kemerahan, gatal terjadi pada ski (what?) setelah menggunakan produk saat terkena sinar matahari. Konsultasikan ke dokter kulit segera.” That’s what literally written on the packaging, I don’t know what “ski” means.
Peringatan lainnya adalah kemungkinan adanya endapan berupa residu putih yang menempel di bagian dalam botol. Hal tersebut terjadi karena bahan-bahan yang digunakan adalah bahan alami. Namun endapan tersebut tidak mempengaruhi kualitas dan keamanan produk.

Apakah produk ini sesuai dengan klaimnya?
Hmmm...mungkin. Aku baru pakai produk ini selama 2 minggu, dan selama aku mencoba produk ini aku ngga merasakan perubahan drastis pada kulitku. Tapi yang jelas judul dan kandungan dari produk ini sedikit kurang sinkron sih. Kalau memang jawaranya adalah Hatomugi, harusnya Hatomugi diletakkan pada komposisi awal. Jadi pengguna akan benar-benar merasakan kegunaan dari Hatomugi itu sendiri, bukan kegunaan dari bahan-bahan lain seperti Glycerin atau bahan lainnya yang posisinya malah muncul lebih awal pada ingredients list.
Produk ini memang dipasarkan sebagai Skin Conditioner dan memang sesuai dengan penyebutannya sebagai skin conditioner, produk ini memang lebih berat fungsinya sebagai pengondisi kulit, bukan sebagai pelembab kulit. Jadi kalau kamu mencari produk untuk mengondisikan kulit kamu, kamu bisa menggunakan produk ini. Tapi jika kamu mencari produk untuk melembabkan kulit kamu, produk ini kurang tepat untuk kamu.
Jadi ada 2 concern disini. Pertama, produk ini sesuai dengan namanya sebagai skin conditioner. Tapi yang kedua, produk ini tidak sesuai jika mengangkat Hatomugi sebagai bahan andalan, karena kandungan Hatomugi-nya sendiri tidak berada pada urutan awal ingredients list.

Review keseluruhan:
(+) Mudah meresap di kulit.
(+) Tidak berbau.
(+) Tidak lengket dan tidak meninggalkan rasa apa-apa di kulit.
(+) Mampu memberi sedikit efek lembab.
(+) Mampu mengondisikan kulit, sesuai dengan judulnya.
(+) Mudah ditemukan. Kamu bisa beli produk ini di nihonmart (www.nihonmart.id) atau drugstore terdekat.
(+) Isinya banyak dan harganya murah (500ml untuk harga Rp. 98.500).
(+) Bisa digunakan untuk wajah dan tubuh.
(+) Informasi yang diberikan cukup lengkap.

(-) Botol besar dan berat saat masih penuh, sehingga rawan untuk tumpah saat akan dituang.
(-) Nama produk dan kandungannya kurang sesuai.
(-) Mengandung (terlalu) banyak bahan tambahan.
(-) Mengandung alkohol.
(-) Mengandung Paraben.
(-) Hasil kurang “nendang”.

Ranking? 3/5

Repurchase?
Maybe. Tapi bukan untuk digunakan ke wajah, mungkin lebih cenderung akan digunakan untuk kulit.
Sepertinya sekian review dariku tentang Hatomugi Skin Conditioner ini. Semoga dapat membantu kegalauan kamu saat akan memutuskan untuk membeli produk ini atau tidak. Terima kasih banyak pada nihonmart yang sudah mensponsori tulisan ini. Mohon maaf atas segala kekurangannya. See you in the next post! X.O
*Bahan Bacaan dan Link lanjutan:
https://en.wikipedia.org/wiki/Conditioner
https://en.wikipedia.org/wiki/Hair_conditioner
https://www.truthinaging.com/ingredients/glycerin



Read More

Share Tweet Pin It +1

2 Comments

In poetical post random ramble

Is It Enough?

I’m longing to the day,
when we could meet each other’s eyes,
saying our name while shaking hands,
for the first time.
And to the day,
that we dance to Sinatra,
dive into each other’s mind in silence,
we speak through our stare,
we listen through our heart beat,
chest to chest,
palm to palm,
consuming the absoluteness of time.
We know exactly what we want,
we know we complete each other’s flaw,
and we know that we mad for each other’s love.
But, is this real?
Is it enough to just love?
Is it okay to just declare that “I can’t live without you”
while we have a thousand rules to keep,
while we have a million eyes to please,
is it enough that we found each other?
Is it enough?
21.11.17 - @yustitiaayu

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In beauty review the old goods and the new

The Old Goods and The New #1: Things I Used Up and The Replacement



Haaaaaiiiii!!! Apa kabar? Aku harap kamu selalu bahagia dan sehat yaah.
Kali ini aku mau share soal produk-produk yang sudah habis aku pakai nih. Well, basically this is one of those “empties” post you’ve seen before. Kalau biasanya orang lain cuma share produk apa saja yang sudah mereka pakai sampai habis, aku mau buat yang sedikit berbeda nih. Jadi, selain share produk-produk yang aku pakai sampai habis, aku juga mau share soal produk apa saja yang aku beli untuk menggantikan produk-produk yang sudah habis tersebut. Jadi kamu juga bisa tau produk mana saja yang aku repurchase dan produk mana saja yang aku ganti dan alasannya kenapa. Selain itu, aku juga menyertakan produk-produk yang ngga aku pakai sampai habis tapi sudah lewat shelf life atau sudah expired. Jadi memang sudah ngga bisa aku pakai lagi.
Nah untuk segmen ini, aku beri nama “The Old Goods and The New” lol. Agak geli sih ngasih nama segmen-nya, tapi suka *ngerasa kreatif*. FYI buat yang ngga tau, nama segmen-nya diambil dari Game of Thrones. Dimana kalo di GoT ada sebutan “The Old Gods and The New” yang merujuk pada 2 jenis agama atau dewa yang mayoritas disembah oleh orang-orang di dunia Game of Thrones, tepatnya di Westeros. Ada dewa-dewa lama (The Old Gods of The Forest) dan dewa-dewa baru (The Faith of The Seven).
Anyway, moving on to the products.


1. The Old: Bioré Cleansing Oil / The New: idem.
Ini adalah first cleanser favorit aku. Pertama kali juga pakai oil-based cleanser ya pakai produk ini. Enak banget sih dipakainya, buat membersihkan makeup atau sunscreen ampuh banget. Cara pakainya adalah dengan mengaplikasikan sekitar 2-3 pump oil ini ke kulit wajah yang masih dalam keadaan kering. Lalu ratakan dengan jari sambil dipijit-pijit. Nanti makeup dan sunscreen kita akan lumer bersamaan dengan oil-nya. Setelah itu kita harus membasahi tangan kita dan memijit kembali kulit kita agar minyak dapat teremulsifikasi, nantinya minyak akan berubah menjadi putih seperti susu. Baru deh dibilas dengan air atau washlap.
Aku suka banget dengan produk ini karena berkerja dengan sangat baik untuk membersihkan makeup maupun sunscreen di kulitku. Sebenarnya produk ini juga bisa digunakan untuk menghapus riasan mata dan bibir. Tapi kalau di mataku, produk ini bikin mata perih ketika dibilas. Mungkin karena minyaknya masuk-masuk ke mata. Dan akhirnya aku memilih untuk pakai eye remover lain yang akan aku jelaskan di bawah.
Produk ini aku repurchase karena aku belum menemukan first cleanser lain yang harganya terjangkau dan ampuh untuk membersihkan makeup dan sunscreen. Oh iya, produk ini harganya Rp. 99.000,- dengan ukuran 150ml dan bisa tahan sampai 6 bulanan (kalau ngga dipakai setiap hari seperti aku).


2. The Old: Wardah EyeXpert Eye Makeup Remover / The New: Nivea Double Effect Eye Make-up Remover
Nah, kalau tadi pembersih untuk kulit, yang ini untuk mata dan bibir. Aku pakai produk ini untuk membersihkan mata dan bibir saat menggunakan produk yang waterproof. Kalau ngga pakai produk waterproof, biasanya aku akan pakai micellar water biasa. Produk lamanya adalah Wardah EyeXpert eye Makeup Remover, dan aku cinta banget sama produk ini. Kalau kata orang ebrsihin maskara waterproof itu PR banget, kalau pakai produk ini mah PR-nya dikerjain sama si Wardah ini. Lol. Enak banget asli, sekali ulas langsung hilang maskaranya. Ngga perih juga di mata, kalau dipakai di bibir juga ngga bikin bibir terkelupas. Harganya juga murah, lupa tepatnya berapa tapi yang jelas untuk botol ukuran besar (100 ml) itu masih di bawah 50 ribu. Dan habisnya juga lama, soalnya dipakai hanya untuk mata dan bibir kan. Seingatku, aku udah repurchase produk ini 2 kali. Pertama beli yang besar, lalu yang kecil, dan yang besar lagi yang sekarang udah habis juga.
Tapi untuk kali ini aku ngga repurchase. Kenapa? Karena aku tertarik untuk mencoba Nivea Double Effect Eye Make-up Remover. Kata orang-orang, Wardah sudah enak kan. Nah si Nivea ini lebih enak lagi. Nah lho, jadi penasaran kan :D Makanya aku memilih untuk ngga repurchase si Wardah dan beralih untuk mencoba si Nivea. Harganya lebih mahal sih sekitar 60 ribu atau 70 ribuan, tapi isinya juga lebih banyak 25 ml (1 botol isi 125 ml). Aku sudah pernah pakai produk ini sekali. Seingatku sih sama enaknya seperti si Wardah, tapi udah agak lupa juga.


3. The Old: L’oreal Extraordinary Oil / The New: idem
Ini adalah life saviour T.T. rambutku itu keriting, mengembang, dan kering (mayoritas rambut keriting emang kering FYI). Susah banget diatur, harus pakai conditioner setangkup (literally, boros ye) itu pun harus ditambah oil ini. Kalau pakai oil ini, rambutku yang tadinya kayak singa jadi bisa nurut sedikit huhu seneng banget. Meskipun ngga terlalu ampuh untuk menangani rambutku yang kering, tapi aku ngga tau gimana nasibnya rambutku kalau ngga pakai oil ini. Dan of course aku repurchase karena aku belum menemukan rekomendasi produk lain yang bisa menjinakkan si singa ini. Lol.


4. The Old: Skinaqua UV Moisture Milk SPF50+ PA+++ / The New: Bioré UV Aqua Rich Watery Essence SPF50+ PA++++
Produk Skinaqua ini belum habis sebenarnya, tapi udah lewat masa shelf life jauuuuh banget, mungkin ada kali ya 6 bulanan *jangan ditiru* :D. Dan hasilnya udah jelek banget untuk kulit, setiap habis pakai sunscreen ini pasti nongol jerawat. This is my first sunscreen ever by the way. Aku udah pernah repurchase ini sekali. Dulu ngga pernah pakai sunscreen terpisah selain yang ada di makeup. Lalu tibalah saatnya harus KKN di Lombok, dimana Lombok kan panas banget ya kak, jadilah pusing cari sunscreen. Baca-baca review, katanya ini paling enak. Ternyata emang enak sih. Tapi tetep masih pengen coba yang lain karena sunscreen ini masih bikin mukaku berminyak walaupun ngga parah. Waktu itu sebenernya udah ngga pengen repurchase, tapi karena kepepet terus pusing mau beli yang mana, akhirnya repurchase.
Nah sekarang lagi dalam tahap pencarian sunscreen lainnya, jadilah ngga repurchase Skinaqua ini. Baca-baca review katanya punyanya Biore enak, ya sudah deh pilihan jatuh ke Biore. Baru coba Biore 2 kali dan baru bisa kasih review sedikit. Ini termasuk mineral sunscreen, sementara si Skinaqua itu physical sunscreen. Tekturnya cair banget, gampang meresap. Ngga ada white cast-nya juga. Belum tau bikin berminyak apa ngga, karena cuma dipakai sebentar doang. Tapi baunya agak kuat sih. Bau-bau jeruk gitu karena ternyata mengandung ekstrak buah-buahan. Aku suka sih baunya, tapi mungkin di beberapa orang ngga bisa toleransi. Hehe.


5. The Old: Nivea Lip Butter in Cocoa / The New: Nivea Lip Butter in Raspberry Rosé
Kalo produk yang ini juga masih belum habis, tapi udah expired. Hiks. Padahal masih ada lebih dari setengah. Sejauh ini, Nivea Lip Butter ini adalah pelembab bibir yang paling ampuh untuk bibirku. Aku ngga terlalu suka eksfoliasi bibir ketika bibir itu dalam keadaan kering karena jadinya sakit. Tapi biasanya kalo bibirku udah terlanjur kering, aku pakai Nivea ini yang banyak terus aku bawa tidur atau aku diemin seharian. Habis itu pasti kulit-kulit keringnya udah mulai lembek trus bisa dikelupas pelan-pelan. Baru deh aku eksfoliasi bibir pakai scrub atau simply aku kelupasin pelan-pelan.
Pertama beli yang cocoa karena adanya itu, lalu repurchase yang raspberry rose karena adanya ya itu. Lol. Tapi emang mau tau juga sih ada bedanya apa ngga antara yang cocoa sama yang rasa lain. Lalu ngga menyesal sama sekali karena baunya gilaaaa enak banget. Waktu pertama kali cium baunya langsung endus-endus terus. Haha. Lebih suka daripada bau yang cocoa karena pada dasarnya aku ngga suka bau cokelat di dalam produk kecantikan. Lol.


Jadi itulah semua produk yang sudah aku habiskan selama beberapa waktu ini. Sedih sih karena habisnya barengan yang artinya repurchase atau beli gantinya juga barengan. Bangkrut kak. Tapi senang juga karena punya alasan untuk belanja. Lol. Semoga episode pertama The Old Goods and The New ini bisa membantu kamu ya. 
Thanks for reading! Love ya!

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments