In haul

Jakarta Haul


Haiii semuanya. How are you? I hope you’re safe and sound :D
Kemarin aku berkesempatan untuk jalan-jalan ke Ibukota Jakarta yang katanya sekarang udah kalah jahat sama ibu jari netizen. Lol. Sebelum kesana aku memang udah nabung biar disana bisa beli barang-barang yang emang aku incar dari lama. Hasilnya, aku bangkrut. Wkwkwk. Nyatanya meskipun udah menyisihkan uang dari lama, aku tetap kalap dan kekurangan uang. Siap-siap aja nih kelaperan sampe tengah bulan.

Jadi di tulisanku kali ini aku mau share tentang apa saja barang-barang yang sudah aku beli disana. Take a note kalau sebagian barang-barang ini memang barang yang sudah lama aku incar tapi ragu untuk beli karena masalah ongkos kirim. Jadi aku ngga sembarang kalap, tapi memang udah research sebelumnya. Like I always told you, do research before buying anything.
Oke kita mulai aja yaa....
1. Drugstore (Guardian & Century)

Toko pertama yang aku masuki saat di Jakarta adalah Century. Kenapa Century? Karena aku udah lama penasaran sama Studio Tropik Original Priming Water (di website harganya Rp. 99.000,- tapi seingatku di Century harganya di atas 100 ribu). Priming Water ini udah sering di-rave sama MUA dan influencer lokal, dan katanya enak banget dan wanginya juga luar biasa. Pas banget waktu aku ke Century, Priming Water ini tinggal 1 botol dan tinggal yang untuk Oily Skin. Beruntung banget. Di Jogja, Priming Water ini belum masuk Century. 
Nah, hari kedua aku juga ke drugstore lainnya yaitu Guardian, di Mall yang berbeda. Disana aku beli Catrice Volumizing Lip Booster (040 Nuts About Mary; Rp. 58.000,-). Aku udah pernah punya ini tapi shades-nya terlalu terang untuk kulit aku. Jadi aku pilih shade nomor 040 ini karena warnanya cukup gelap dan sepertinya cocok untuk dipakai tanpa lip liner atau lipstick di bawahnya.
2. NYX


Toko kedua yang aku kunjungi adalah NYX. Aku ngga suka sama pengalamanku di toko ini. Waktu masuk aku langsung disamperin sama salah seorang beauty advisor-nya, tapi tanpa senyum sama sekali sepanjang dia ngasih advice ke aku. Dia cukup mampu menjelaskan ini itu ke aku, tapi karena dia menjelaskan tanpa senyum, lama-lama aku jadi ngerasa ngga enak dan terintimidasi. Alhasil, aku jadi punya perasaan ngga enak kalau ngga beli, dan jadinya aku setengah asal-asalan pilih produknya. Walaupun memang produk yang aku beli aku juga suka. Tapi aku rasa aku akan lebih nyaman untuk bebas mondar-mandir coba sana-sini sebelum beli, se-jam di toko pun aku ngga masalah dan akan tetap beli. Asalkan ngga terkekang sama mata BA-nya.
Di NYX aku beli 2 lipstick, again, karena aku udah capek diikutin. Aku beli NYX Lip Lingerie (masing-masing Rp. 135.000,- di sephora.co.id dan sociolla.com. PS: di sociolla lagi diskon lho pas aku nulis artikel ini (07 Maret 2018)) yang Honeymoon memang udah aku incar sejak lama. Yang satu lagi nih yang aku agak gimanaa gitu, shade-nya Ruffle Trim, sama-sama Lip Lingerie. Aku suka sama warnanya, tapi aku udah punya yang mirip banget, dan lebih murah, jadi aku ngerasa sia-sia belinya. Seandainya BA-nya ngasih aku waktu untuk lebih lama mikir dan muter-muter, aku pasti bisa beli produk lain yang lebih aku suka dan butuh.
3. Innisfree

Nah, ke-kalapan dimulai ketika aku masuk Innisfree. Aku paling banyak menghabiskan waktu dan uang disana. Aku beli 2 jenis Jeju Volcanic Color Clay Mask (masing-masing Rp. 120.000,- di website resminya), yaitu yang Purifying (hitam) dan Brightening (kuning). Aku memang sudah mengincar produk ini dari lama, jadi ketika di toko aku hanya sedikit bingung memilih varian mana yang akan aku pilih. Aku juga beli 3 jenis Capsule Recipe Pack (masing-masing Rp. 37.000,- di website resminya), 2 jenis yang wash-off (volcanic cluster dan bija & tea tree) dan 1 jenis sleeping pack (rice). Dan aku baru sadar kalau harusnya aku ngga perlu beli yang volcanic cluster karena aku juga sudah beli clay mask-nya dan fungsi mereka sama aja :D Terakhir aku beli 3 jenis My Real Squeeze Mask (coconut, manuka honey, dan tomato; masing-masing Rp. 19.000,- di website resminya).
Di Innisfree aku dapat bonus 3 aitem. Aitem pertama adalah mask brush yang merupakan bonus kalau beli 2 buah clay mask-nya. Aitem kedua adalah sampel sachet Super Volcanic Pore Clay Mask yang emang aku pengen coba. Terakhir ada 1 paket Best Collection Kit for New Member (padahal aku ngga apply jadi member :D) isinya The Green Tea Seed Serum (5 ml), Super Volcanic Pore Clay Mask (10 ml), dan Orchid Enriched Cream (10 ml). Semuanya memang aku pengen coba, jadi aku seneng banget dapet serangkaian sampel itu.
4. Miniso

Miniso di Jakarta ibarat surga kecil lol. Di Jogja Miniso-nya ngga sebesar di Jakarta, jadi banyak aitem yang ngga ada. Aku ke 2 Miniso di 2 Mall berbeda, di tiap toko aku beli 1 aitem. Di toko pertama aku agak ragu jadi aku cuma beli Cuticle Trimmer Set (aku ngga bisa nemuin harga produk ini :( padahal udah cari ke official account Miniso di Shopee) karena punyaku di rumah sudah patah. Isinya ada Nail File dan Cuticle Pusher. Di toko kedua aku beli Adorable Makeup Blender (Rp. 49.900,-) yang isinya ada 2 jadi aku punya back up kalau yang 1 sudah harus diganti.
5. BLP Beauty Space

Ini purchase ter-menyenangkan yang aku lakukan. Aku emang sudah mengincar shade Mapple Waffle dari BLP Lip Coat (Rp. 129.000,-) sejak lama. Dan sebenarnya aku juga mengincar beberapa shades lain dan beberapa produk lainnya. Tapi berhubung uangku sudah habis di Innisfree karena aku ngga mengira aku akan ke toko BLP, jadi aku hanya beli 1 lip coat aja. Agak bersyukur juga sih karena Lip Stain-nya tinggal 1 warna aja di toko, jadi aku ngga jadi beli. My money is safe :D
Senangnya disana aku bisa swatch beberapa lip coat, jadi besok-besok kalau aku mau beli via website, aku udah ngga bingung. Mapple Waffle menurut aku cantik luar bisa. Netral banget di kulit aku. Nude yang ngga peach ataupun pink, sebagaimana kebanyakan warna nude di pasaran, malah lebih ke coklat. Formulanya juga luar biasa enak. Sama sekali ngga kering dan waktu dipakai makan, “rasa” pudarnya enak banget. Tau kan rasa crusty dan sticky lipstick cair kalau pudar? Nah, ini ngga sama sekali. I can’t wait to try their other shades! And their other products as well. I have my eye on the duo liner and the brow pencil.
6. Additional


Ada 3 aitem additional yang mau aku masukkan ke haul ini, tapi sebenarnya aku ngga beli sendiri 2 aitem di antaranya, tapi dikasih sama temen baikku, Shasha. I love you, girl. Thank you. Aku dikasih 2 aitem, yaitu cosmetic pouch dan Pro Fine Precision Sculpting Brush. Menurut teman-temannya Shasha, brush-nya enak banget kalau dipakai untuk sculpting. Gonna try it soon and inform you all. Aitem 1 lagi aku beli waktu di airport, yaitu buku kumpulan puisi judulnya “Milk and Honey” karya Rupi Kaur (Rp. 207.000,-). Aku jatuh cinta sama buku ini. Ada 4 part  di dalamnya, dan setiap part berhasil bikin emosi aku naik turun. Kalau lagi di part yang sedih ya sedih beneran. Kalau lagi di part yang senang, ya senang beneran. I love it so much. Highly recommended. I can’t wait to get my hands on her second book.
So, that’s all. Aku lupa banget untuk nyimpen struk-struk pembeliannya. Sebagian harga yang aku cantumkan adalah hasil aku Google-ing, jadi mohon maaf kalau kurang akurat.
Thanks for reading. I love you! Later!


NB: I decided to copy Oliver’s “Later” from Call Me by Your Name movie :D Leave a comment below if you’ve watched it. Do you love it or not? What is the best part of the movie?



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In poetical post

Untitled #1

Berdamailah sayang,
pada kedewasaan yang kalian temukan
saat terpisah.
Jika memang kenyataan
selalu menegaskan
bahwa kalian berbeda jalan,
maka terimalah.
Satu ke utara, satu ke selatan
kalian memang pernah bertemu di sebuah persimpangan
tapi itu semua hanya kenangan.
Berdamailah sayang,
semua ini memang tidak akan bisa dipaksakan.
01.02.18 - @yustitiaayu

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In random ramble

10 Rekomendasi Webtoon


Helloooo I’m back!! Kinda. Hehe. Masih harus ngejar deadline revisian tapi udah jauh lebih ringan dan ngga terlalu makan waktu. Di post pertama setelah break ini, aku mau kasih referensi nih. Bukan tentang makeup atau skincare, tapi tentang 10 webtoon yang paling aku suka. Biar bacaannya ngga terlalu berat.
Yep. I love reading webtoon so much. Basically, aku hidup di dalam cerita. Aku suka baca cerita, aku suka nonton cerita, dan aku suka menulis cerita. Dari SD aku udah baca komik bervolume-volume, udah baca novel yang harusnya belum boleh aku baca, dan nonton film sampe tengah malem. Jadi, ketika aku bingung cari alternatif murah untuk mengisi kehausan atas cerita-cerita, akhirnya aku memutuskan untuk baca webtoon.
FYI, webtoon adalah sebuah aplikasi (ada web-nya juga sih) di bawah naungan Naver, perusahaan yang bikin LINE Messenger. Isinya adalah komik-komik bikinan siapa aja. Serius, siapapun bisa submit. Ngga perlu sekelas Aoyama Gosho atau Fujiko Fujio. Karena “dilahirkan” oleh Naver, maka mostly cerita webtoon tuh korea banget. Dan biasanya aku agak menghindari nih cerita yang terlalu korea-koreaan, karena emang ngga suka. Hehe. Jadi kalo kamu suka cerita yang ngga terlalu ke-korean-an, kamu harus baca tulisan ini. Oh iya, aku biasanya baca webtoon dalam bahasa inggris jadi aku ngga bisa include judul-judul yang dibuat creator lokal karena emang belum banyak yang di translate ke bahasa inggris.
By the way, aku nulis judul-judulnya ngga urut yah. Soalnya aku ngga bisa nentuin yang mana yang paling aku suka haha. So, in no particular order, here’s the list:
1.              Tower of God by SIU (featured), fantasy, updated every Monday.
Tower of God.
Bercerita tentang dunia fiktif namanya Talse Uzer. Di dunia itu ada sebuah menara dimana ngga semua orang bisa masuk ke menara itu dan kalau bisa masuk lalu bisa naik sampai tingkat paling atas, dia akan bisa mendapatkan semuanya. Tapi perjuangan untuk naik sampai lantai paling atas ngga gampang, dan harus bertarung dengan orang-orang lainnya. Menara itu diperintah oleh seseorang bernama King Jahad.
Cerita ini panjang banget. Banget. Ada sekitar 140 lantai (apa 170 ya, lupa) dan saat ini ceritanya baru sampai lantai 40-an -_- Tapi somehow, aku ngga bosen. Karena rahasia demi rahasia diungkap bertahap dan ngga pernah gagal bikin takjub. Webtoon ini cukup banyak punya penggemar fanatik, dan cukup hype. Tapi sekarang popularitasnya mulai turun, mungkin karena terlalu panjang.
Kalo mau baca ini harus ekstra sabar. Tiap episode panjang-panjang, tapi karena ceritanya super kompleks dan ruwet, tetep aja ngga selesai-selesai. Karakternya bejibun, background story-nya juga ngga main-main. Sampe karakter sampingan pun punya backgorund story sendiri. Mirip-mirip Game of Thrones kompleks-nya, tapi aku ngga bisa bilang mereka setara kualitasnya. Cuma ini satu-satunya webtoon yang mengharuskan aku Google karena kadang aku sampai lupa si ini siapa, si ini dulu ngapain dan sebagainya. Tapi, sama seperti GoT, aku cukup deg-deg an takut penulisnya keburu meninggal sebelum cerita ini selesai. Beruntung SIU masih muda, ngga kayak George R.R Martin yang bikin makin deg-deg an.
2.              My Giant Nerd Boyfriend by fishball (featured), slice of life, updated every Monday, Wednesday and Friday.
My Giant Nerd Boyfriend
Ini webtoon terlucu yang pernah aku baca. Menceritakan seorang cewek bernama fishball (creator-nya) yang tinggal sama pacarnya yang badannya 30 cm lebih tinggi dari dia. Per-episode pendek-pendek tapi cukup. Upload seminggu 3 kali dan ngga pernah ngga bikin ngakak. Kadang dia bikin twist dengan menceritakan cerita dari sisi si pacar dan seketika headline-nya berubah jadi “My Tiny Weird Girlfriend”.
Mereka ini orang Malaysia, jadi kadang aku bisa relate banget sama keadan mereka.
3.              Oh! Holy by Ahyun (featured), romance, updated every Monday.
Oh! Holy.
Nah, yang ini agak korea-koreaan sih. Tapi ngga terlalu. Menceritakan Jamie (RIP my cat Jaime :’() yang dari kecil bisa lihat makhluk halus dan jatuh cinta sama temen masa kecilnya, Holy, yang sangat populer. Tapi karena Jamie bisa lihat hantu, jadi dia dijauhi dan jadi loner gitu. Suatu hari, tanpa sengaja, Holy mati, dan webtoon ini menceritakan bagaimana Jamie berusaha agar Holy ngga jadi mati :D
Webtoon ini juga lucu banget sih. Kelakuan karakter-karakternya ngga ada yang bener. Ditambah hantu-hantu yang ngga bener juga. Wkwk. Walaupun bersetting di Korea, tapi webtoon ini ngga terlalu ke-korea-an menurutku.
4.              :Rebirth by 69Michi, fantasy/drama, updated every 2 weeks.
:Rebirth
Aku ngga nyangka akan suka sama cerita ini. Ceritanya ada seorang ayah yang punya istri dan 2 anak laki-laki, namanya Noah. Noah tiba-tiba terbangun di masa lalu, sebelum Zombie Apocalypse terjadi. Karena dia udah pernah sampai ke masa depan, jadi dia tau kalau akan ada Zombie Apocalypse dan tau siapa-siapa aja orang yang akan membantu dia nanti dan siapa-siapa aja yang akan menghambat dia nanti. Dia mulai bersikap baik sama salah satu anaknya, Neo, yang selama ini dia telantarkan. Dan mulai bersikap dingin ke istri dan anaknya yang lain.
Yang bikin menarik dari cerita ini adalah kita dibuat penasaran dengan kalimat-kalimat yang Noah bilang udah terjadi di masa depan, dan bagaimana akhirnya kalimat tersebut bisa terjadi. Dan kita juga dibuat penasaran, apakah Noah dan Neo akan berdamai atau malah semakin menjauh.
5.              Lumine by Emma Krogell (featured), drama, updated every Sunday.
Lumine
Webtoon ini menceritakan Lumine, seorang werewolf yang melarikan diri entah dari siapa (masih rahasia), lalu bertemu seorang penyihir anak-anak bernama Kody. Lumine lalu dipekerjakan oleh ayahnya Kody untuk menjaga Kody. Tapi Lumine kesulitan untuk berubah menjadi serigala dan kadang hanya berubah jadi sebesar anjing Husky yang menyulitkan dia untuk melindungi Kody. Ditambah, Kody sangat menolak kehadiran Lumine.
Yang bikin aku stay baca webtoon ini adalah karena Lumine gemesin banget. Haha. Tapi ceritanya juga bagus sih, ngga bikin bingung, dan cukup mudah dipahami.
6.              My Dear Cold-Blooded King by lifelight (featured), romance, updated every Sunday.
My Dear Cold-Blooded King
Kihara Mei, adalah seorang rakyat biasa. Suatu hari dia ngga sengaja menemukan seorang laki-laki terluka di hutan yang ternyata adalah Prince Osamu, adik dari King Asukai Katsu, atau lebih dikenal sebagai Blood King. Singkat cerita, pertemuan itu akhirnya mengantarkan Mei dan keluarganya untuk dapat tinggal di istana.
Webtoon ini menarik banget karena artwork-nya sangat bagus, dan ceritanya ngga menye-menye. Walaupun aku agak kurang suka dengan image Mei yang digambarkan sangat cantik dan menarik sehingga (hampir) semua tokoh laki-laki jatuh cinta sama dia. I think this type of image should die. Lol. But despite that imagery, it is a great webtoon and I love it.
7.              I Love Yoo by Quimchee (featured), romance, updated every Friday.
I Love Yoo
Nah, ini Korea banget sih, tapi masih bisa aku tolerir. Ceritanya adalah tentang Shin-Ae Yoo yang merupakan cewek dari kalangan biasa dan cukup penyendiri. Dia ngga mau berurusan dengan siapapun, apalagi menjalin hubungan romantis. Suatu hari dia diajak teman-temannya untuk ke sebuah pesta yang penuh dengan orang-orang kalangan atas. Disana dia tanpa sengaja merusak baju seorang laki-laki yang belakangan diketahui bernama Kousuke. Sebelumnya, dia juga merusak baju teman dari laki-laki yang dia tolak, yang bernama Yeong-Gi. Tanpa tahu bahwa ternyata Yeong-Gi dan Kousuke adalah kakak beradik.
Aku ngga suka banget sih sama jalan cerita webtoon ini. Kenapa? 1. Lagi-lagi karena Shin-Ae di-portrait sebagai cewek yang bisa segalanya dan menarik di mata banyak laki-laki, walaupun untungnya ngga digambarin sangat cantik. 2. Ceritanya pasaran. Cewek biasa ketemu cowok kaya raya lalu jatuh cinta, bosen ngga sih? Tapi selain semua hal itu, webtoon ini lucu dan cukup menghibur. Aku suka baca webtoon ini karena ceritanya ringan banget.
8.              unOrdinary by uru-chan (featured), fantasy, updated every Thursday
unOrdinary
Ini ceritanya bagus banget sih menurutku. Bercerita ketika di dunia ini, semua manusia punya super power, lalu ada seorang cowok yang ngga punya super power sama sekali, namanya John. Orang-orang yang ngga punya super power biasa disebut cripple, dan biasanya mereka akan jadi bahan bully. Manusia akan familiar dengan ranking yang diatur berdasarkan kekuatan super power mereka. Ajaibnya, John berteman dekat dengan cewek paling kuat di sekolahnya, yaitu Seraphina. Dan webtoon ini menceritakan bagaimana John bertahan sebagai seorang cripple beserta rahasia-rahasia di baliknya.
Aku suka banget sama webtoon ini. Menurutku ceritanya detail, complex, tapi ngga se-complex Tower of God yang sampe harus Google. Filosofi-filosofi di balik kisah hidup John dan Seraphina juga bagus banget. Webtoon ini berhasil mengajarkan bahwa power bukan segalanya dan ada banyak konsekuensi di balik power yang kita punya.
9.              Super Secret by eon (featured), romance, updated every Wednesday.
Super Secret
Ini cerita yang sangat ringan dan menghibur. Bercerita tentang seorang gadis bernama Emma yang tinggal sendirian di sebuah apartemen. Dia berteman dengan Ryan, laki-laki yang tinggal tepat di sebelah apartemennya dan mereka sudah berteman dari kecil. Yang Emma ngga tau, Ryan berasal dari keturunan werewolf. Dan selama ini Ryan dan keluarganya merahasiakan itu dari Emma. Ryan akhirnya jatuh cinta sama Emma dan semuanya jadi complicated.
Cerita ini setting-nya di Seoul tapi ngga korea-korea banget. Romantis tapi ngga terlampau cheesy. Malah bikin gemes banget.
10.          Siren’s Lament by instantmiso (featured), romance, currently on hiatus.
Siren's Lament
Lyra, seorang pemilik toko bunga jatuh cinta pada Shon, temannya sejak sekolah.  Sayangnya Shon sudah memiliki pacar dan dengan hati sakit, Lyra memutuskan untuk terjun ke laut. Tanpa disangka, seorang merman (mermaid laki-laki) menciumnya di laut. Ternyata, jika seorang mermaid mencium manusia yang patah hati di dalam laut, maka ia akan bertukar wujud dengan manusia tersebut. Ia kembali menjadi manusia, dan manusia tersebut menjadi mermaid dan kehilangan seluruh memorinya. Tapi, hal itu tidak terjadi dengan Lyra dan merman yang kemudian Lyra beri nama Ian ini. Ian dan Lyra malah menjadi setengah manusia dan setengah mermaid. Jika terlalu lama jauh dari air, mereka akan “sakaw”, tapi mereka juga dapat berjalan di daratan seperti manusia.
Aku udah lama banget ngga dengar cerita manusia dan mermaid. Terakhir kayaknya pas aku SD pas nonton sinetron putri duyung-nya Ayu Azhari. Jadi pas baca cerita ini aku jadi tertarik lagi. Ceritanya juga ngga cheesy dan ngga terlampau menye-menye. Masih ada sisi adventure di bawah laut yang menegangkan. Webtoon ini lagi hiatus sebelum season selanjutnya, dan aku udah ngga sabar nunggu-nya.
Honorable mention:
Missing by micniac, Unlovable Replacement by nylana, What It Means to Be Hard by Rainbow/ibunibun, Mermaid’s Dagger by useros, Midnight Rain by Pani K, Scarce Clover by Hima-, Charisma by rocket_charisma, IRIS by aorin, Runway by Janetly, dan Four Quarters by KurisuStinah.
Judul lain yang bagus juga tapi udah tamat: Winter Woods ( I used to be obsessed with this OMG), Helios: Femina (yang bikin Michelle Phan, that Michelle Phan yang Makeup Guru itu, artwork-nya bagus tapi dia ada team sih yang ngerjain webtoon ini, jadi ngga semuanya dia yang create. Currently in season break, kayaknya bentar lagi keluar nih season 2), Girls of The Wild, dan unTouchable.
Hmmm panjang juga yah. Padahal cuma 10 haha, kalo aku tulis semua yang aku suka, bisa jadi 2 part nih. Masih banyak sih judul-judul lain yang masih waiting-list di otakku. Tapi nanti dulu deh, aku belum siap commit sama judul baru. Hihi.

See ya, semoga membantu yah. Luv!








Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In poetical post random ramble

Expectancy #1

I see you every day

through the shiny screen of my cellular

you’re so far away

yet feels so close to the bone

I feel like I knew you

for a million days of our youth

while in reality, about you

I only know your name, and that’s the truth

I won’t speak about your perfection

‘cause it will sounds so cheesy

eventhough I have many words to explain

what about you, that always make me feel uneasy

Oh baby, I wish we could hold each other to eternity.


30.11.2017 - @yustitiaayu

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In sponsored

(Bahasa Indonesia) Hatomugi Skin Conditioner Review #sponsored


Halo semuanya, apa kabar? Aku harap kamu selalu sehat dan bahagia yaah :)
Kali ini aku akan kembali lagi dengan review produk yang sudah aku pakai selama kurang lebih 2 minggu. Oh iya sebelumnya aku mau menginformasikan bahwa tulisan ini disponsori oleh nihonmart, tapi seluruh review yang aku tulis adalah murni berdasarkan pengalamanku pribadi dan tidak ada yang ditutup-tutupi. nihonmart mensponsori tulisan ini dengan cara mengirimkan produk ini secara cuma-cuma untuk aku review.
Oke langsung aja ya. Produk yang mau aku review kali ini adalah produk yang kayaknya sih lagi banyak disukai orang-orang, yaitu Hatomugi Skin Conditioner. Sebenarnya produk ini udah buanyak banget review-nya, tapi aku punya pandangan yang sedikit berbeda dari review-review yang sebelumnya sudah aku baca, jadi ngga ada salahnya kalau kamu baca tulisan ini sampai akhir ya :)
Hatomugi sebagai bahan andalan
Apa ini?
Jadi, sesuai dengan namanya, Hatomugi Skin Conditioner adalah kondisioner untuk kulit. Kalau biasanya kita pakai kondisioner untuk rambut, nah yang ini adalah kondisioner untuk kulit. Mengutip dari Wikipedia, kondisioner adalah sesuatu yang memperbaiki atau meningkatkan kualitas dari material lainnya. Kalau kondisioner untuk rambut ya berarti fungsinya untuk memperbaiki atau meningkatkan tekstur dan penampilan rambut. Kalau namanya kondisioner udara, (alias Air Conditioner, alias AC) ya artinya sesuatu yang digunakan untuk meningkatkan kualitas udara demi kenyamanan penggunanya. Intinya seperti itu. Jadi kalau namanya “Skin Conditioner” berarti produk ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan kenyamanan kulit.

Kenapa aku coba ini?
Jadi awalnya begini. Aku kan punya kulit yang berminyak nih, dan aku udah mulai kesulitan cari cara biar minyak di kulitku ini ngga muncul berlebihan. Aku pernah pakai produk yang mengklaim bisa membantu mengontrol sebum (kamu bisa baca review-nya disini) dan ternyata produk itu malah bikin kulitku memproduksi sebum yang lebih banyak. Lalu aku mikir, apa jangan-jangan kulitku dehidrasi ya? Aku mulai cari cara untuk menambahkan step tambahan dalam skincare regime-ku. Jadi aku mulai deh baca-baca review di Female Daily Network bagian serum dan essence dan aku menemukan produk ini di urutan ke-20 produk terpopuler. Lalu aku ingat, beberapa waktu sebelumnya aku pernah lihat produk ini di salah satu drugstore dan aku tergoda untuk beli karena namanya ngga asing. Ditambah lagi ukuran botolnya yang besar (setengah liter kak :D) yang bikin aku mikir “wah hemat nih.”
Tapi waktu itu aku ngga jadi beli karena aku belum pernah baca review-nya. Aku takut salah beli atau ngga cocok di kulitku jadi aku memutuskan untuk baca review dulu. Lalu aku mampir ke FD, pas lihat produk ini cukup populer aku langsung klik untuk baca review-nya, karena aku sudah lebih dulu tau kalau produk ini murah. Dan 90% orang yang review bilang kalau ini cocok di kulit mereka dan punya hasil yang bagus. Nah dari situ aku makin tertarik pada produk ini dan aku cerita ke temanku kalau aku tertarik sama produk ini bla bla bla. Eh ternyata seminggu kemudian, aku dapat e-mail dari nihonmart yang mengatakan bahwa mereka mau mensponsori review tentang Hatomugi ini. Wow bisa kebetulan gitu yah :D
Setelah tanya-tanya akhirnya aku setuju untuk mencoba produk ini. Tiga hari kemudian produk ini sampai and here I am.
Klaim dan Cara Penggunaan
Apa klaimnya?
Pada botolnya produk ini mengklaim:
1. Merupakan pelembab dan lotion yang tidak lengket yang dapat menembus ke daerah kulit kering.
2. Memberikan cukup kelembaban pada kulit,  merawat kehalusan dan mengurangi kekasaran.
3. Dapat menenangkan kulit setelah terbakar sinar matahari, dan memiliki efek pendinginan dan pengetatan.
4. Dapat digunakan sebagai pelembab wajah dan tubuh.
5. Bebas fragrance dan pewarna.

Kemasan, Volume, dan Konsistensi
Seperti yang telah aku bilang tadi, aku dapat produk ini dari nihonmart. Paket dari nihonmart ini sampainya cepet banget. Aku dapat konfirmasi kalau produknya sudah dikirim pada hari Jum’at dan pada hari Minggu paketnya sudah sampai. Paket datang dengan kotak bertuliskan “nihonmart” lengkap dengan tulisan “Fragile” untuk mencegah barang dibanting-banting. Di dalam kotaknya ada koran-koran yang aku sendiri agak bingung fungsinya untuk apa. Peace. Haha. Lalu produknya sendiri dibungkus dengan bubble wrap untuk menghindari kebocoran saat pengiriman.
Paket dari nihonmart (tampak luar)

Paket dari nihonmart (tampak dalam)
Barang dalam keadaan tersegel dan perbandingannya dengan ukuran tanganku
Produk ini kemasannya mirip sama botol air mineral. Warna botolnya bening dan tutupnya berwarna ungu. Tulisan keterangan prduk yang asli dari produsen juga di-cap berwarna ungu. Botol dan tutupnya dilapis segel plastik dan sayangnya, keterangan produk yang sudah diterjemahkan oleh distributor (termasuk ketrangan tanggal kadaluarsa) hanya ditempelkan di plastik tersebut. Kalau ngga hati-hati keterangannya bisa ikut tersobek dan terbuang saat segel produk dibuka. Tutup dari produk ini adalah tutup ulir dan lubang botolnya adalah lubang karet biasa. Nah, lubangnya ini agak menyulitkan kita kalau mau menuangkan produknya ke kapas ketika produk ini masih penuh. Karena produk ini cukup berat, sementara biar produknya mau keluar kita harus menuang produknya ke kapas, ngga bisa dengan cara menempelkan kapas lalu dibalik botolnya. Takutnya karena produk yang berat dan lubang yang terlalu biasa ini, produknya malah jadi tumpah-tumpah.
Tutup Ulir
Lubang tempat keluarnya produk
Produk ini bervolume 500ml which is banyak banget ya, Bu :D Tebakanku sih karena bisa dipakai di wajah dan tubuh makanya dikemas dalam ukuran besar. Konsistensi produknya cair banget kayak air, tapi warnanya putih. Dipindah ke botol spray juga ngga ada masalah. Karena aku pernah mindahin produk lain ke botol spray, tapi karena konsistensinya lebih kental dr produk ini eh pas disemprot keluarnya muncrat gitu. lol

Bahan-Bahan
Sesuai dengan namanya, produk ini memiliki kandungan utama Hatomugi atau lebih dikenal dengan Job’s Tears, Coix Seed, atau Adlay. Komposisi lengkapnya adalah:
Water, Dipropylene Glycol, Butylene Glycol, Glycerin, Dipotassium Glycyrrhizate, Coix Lacrima-Jobi (Job’s Tears) Seed Extract, Styrene/Acrylates Copolymer, Alcohol, Citric Acid, Sodium Citrate, Methylparaben, Propylparaben.
Ingredients List
See something? No? Ada yang sedikit aneh dari produk ini. Judulnya “Hatomugi” tapi kok Hatomugi-nya (nama latinnya Coix Lacrima-Jobi) ada di urutan keenam ya? Kalau kita lihat 5 bahan pertama, yang ada di urutan paling awal adalah air (by the way water is free, tho). Selanjutnya adalah Dipropylene Glycol yang merupakan pelarut, masking agent (sesuatu yang digunakan untuk meyamarkan bau tidak sedap dari bahan alami yang digunakan), dan pengatur kekentalan. Selanjutnya adalah Butylene Glycol yang merupakan pelarut (lagi), skin conditioning agent, humektan dan pengatur kekentalan (lagi). Selanjutnya ada Glycerin yang berfungsi sebagai humektan. Lalu ada Dipotassium Glycyrrhizate yang berfungsi sebagai skin conditioning agent, mengurangi pengelupasan kulit, mengembalikan kekenyalan kulit, anti iritasi, anti inflamasi, dan agen penenang kulit. Barulah selanjutnya ada Job’s Tears Extract alias si Hatomugi sendiri.
Setelah melihat komposisinya, aku sudah ngga berharap banyak sama produk ini. Kenapa? Karena terlalu banyak bahan-bahan tambahan yang malah ada di urutan awal ingredients. Artinya besaran dari bahan-bahan itu cukup besar. Dan kita ngga bisa bilang kalau kandungan utama dari produk ini adalah ekstrak Hatomugi itu sendiri, karena Hatomugi-nya sendiri ada di urutan keenam. Jadi menurutku produk ini kurang sesuai dengan judulnya.
Berdasarkan review yang sudah aku baca, banyak yang mengategorisasikan produk ini sebagai hydrating toner. Dan menurutku hal itu kurang tepat.
Pertama, karena kandungan bahan yang berhubungan dengan hidrasi yang muncul di urutan ketiga. Itu pun fungsi utamanya bukan sebagai hidrator, tapi lebih ke solvent atau pelarut. Baru di urutan keempat, kelima, dan keenam kita menemukan bahan yang berguna untuk menghidrasi kulit kita.
Alasan kedua adalah karena ada kandungan alkohol di dalam komposisinya. As I said million times before, alkohol bisa membuat kulit kering. Memang sih alkohol juga bisa membantu produk menyerap lebih cepat, tapi aku selalu berpikir kenapa kita harus pakai produk beralkohol yang punya potensi untuk bikin kulit kering, kalau yang kita cari adalah produk hidrator. The good news is alkohol-nya berada di urutan bawah yang artinya ngga terlalu banyak kandungannya. Fiuh.
Alasan terakhir mengapa aku ngga mau mengategorikan produk ini sebagai hydrating toner adalah karena produk ini mengandung Citric Acid. Mungkin ada yang belum tau, tapi citric acid adalah salah satu bentuk dari Alpha Hydroxy Acid (AHA) yang merupakan eksfoliator. Kalau mengandung eksfoliator ya berarti ngga bisa dikategorikan sebagai hydrating toner dong ya. Kita kan pakai hydrating toner biar kelembaban kulit kita setelah pakai eksfoliator bisa kembali, tapi kalau kita pakai produk ini setelah pakai eksfoliator, sama aja kita mengeksfoliasi setelah eksfoliasi. Meskipun kandungan citric acid-nya kecil dan terletak di bagian belakang-belakang.
Oh iya, seperti yang kita tahu, produk ini juga mengandung ekstrak Hatomugi. Setelah aku Google sana-sini ternyata Hatomugi itu ngga boleh dikonsumsi (secara oral) sama ibu hamil. Tapi aku belum menemukan sumber yang bilang kalau Hatomugi juga ngga boleh digunakan ke kulit selama hamil, jadi sebaiknya kamu (yang lagi hamil) tanya dulu ke dokter kamu sebelum menggunakan produk ini ya :)
Dan produk ini menggunakan Paraben. Aku pribadi ngga ada masalah sama penggunaan Paraben, tapi bagi kamu yang menghindari Paraben mungkin kamu bisa skip produk ini.
Produk cair seperti air berwarna putih
Produk sebelum dibaur
Produk setelah dibaur
Produk setelah meresap
Cara Pakai dan Efek di Kulit
Pada kemasannya, produk ini menjabarkan cara pemakaiannya dalam 2 cara:
1. Sebagai masker wajah dengan cara menuangkan Hatomugi Lotion ke kapas dan menerapkannya sebagai masker selama 5-10 menit.
2. Gunakan padding ke kulit untuk efek pelembab.
Dari hasil baca-baca review sebelumnya, banyak yang bilang kalau produk ini lebih nyaman digunakan dengan cara disemprotkan ke wajah. Nah karena review-review tersebut, akhirnya aku memutuskan untuk memindahkan produk ini ke botol spray yang sudah disteril. Aku pakai produk ini sebagai adjusting toner setelah cuci muka sebelum menggunakan produk lainnya. Biasanya aku hanya menyemprot produk ini banyak-banyak ke wajah dan membiarkannya sampai kering.
Banyak yang bilang kalau mereka senang mengaplikasikan produk ini untuk menenangkan kulit saat kepanasan. Aku pernah mencoba cara ini tapi tidak melihat perubahan apa-apa di temperatur kulit maupun di kenyamanan kulitku. Selain itu seperti saran di kemasannya, produk ini bisa digunakan sebagai masker wajah. Tapi melihat komposisinya, aku merasa tidak memiliki alasan untuk menjadikan produk ini sebagai masker. Jadi sejauh ini, aku memperlakukan produk ini ya hanya sebagai toner saja.
Untungnya produk ini tidak memberikan reaksi negatif di kulitku. Tidak ada jerawat atau bruntusan yang muncul sama sekali. Produk ini cukup bisa memberi sedikit kelembaban di kulit meskipun lebih banyak bertindak sebagai penenang. Aku pernah menggunakan produk ini hanya di tangan kiri, dan aku tidak merasakan perbedaan signifikan antara tangan kanan yang tidak menggunakan produk ini dan tangan kiri yang hanya menggunakan produk ini.
Tips dan Peringatan
Tips dan Peringatan Produk
Pada kemasannya produk ini memberikan peringatan untuk tidak digunakan dalam keadaan cedera, eksim, bengkak, dll. “Hentikan pemakaian jika terjadi kemerahan, gatal terjadi pada ski (what?) setelah menggunakan produk saat terkena sinar matahari. Konsultasikan ke dokter kulit segera.” That’s what literally written on the packaging, I don’t know what “ski” means.
Peringatan lainnya adalah kemungkinan adanya endapan berupa residu putih yang menempel di bagian dalam botol. Hal tersebut terjadi karena bahan-bahan yang digunakan adalah bahan alami. Namun endapan tersebut tidak mempengaruhi kualitas dan keamanan produk.

Apakah produk ini sesuai dengan klaimnya?
Hmmm...mungkin. Aku baru pakai produk ini selama 2 minggu, dan selama aku mencoba produk ini aku ngga merasakan perubahan drastis pada kulitku. Tapi yang jelas judul dan kandungan dari produk ini sedikit kurang sinkron sih. Kalau memang jawaranya adalah Hatomugi, harusnya Hatomugi diletakkan pada komposisi awal. Jadi pengguna akan benar-benar merasakan kegunaan dari Hatomugi itu sendiri, bukan kegunaan dari bahan-bahan lain seperti Glycerin atau bahan lainnya yang posisinya malah muncul lebih awal pada ingredients list.
Produk ini memang dipasarkan sebagai Skin Conditioner dan memang sesuai dengan penyebutannya sebagai skin conditioner, produk ini memang lebih berat fungsinya sebagai pengondisi kulit, bukan sebagai pelembab kulit. Jadi kalau kamu mencari produk untuk mengondisikan kulit kamu, kamu bisa menggunakan produk ini. Tapi jika kamu mencari produk untuk melembabkan kulit kamu, produk ini kurang tepat untuk kamu.
Jadi ada 2 concern disini. Pertama, produk ini sesuai dengan namanya sebagai skin conditioner. Tapi yang kedua, produk ini tidak sesuai jika mengangkat Hatomugi sebagai bahan andalan, karena kandungan Hatomugi-nya sendiri tidak berada pada urutan awal ingredients list.

Review keseluruhan:
(+) Mudah meresap di kulit.
(+) Tidak berbau.
(+) Tidak lengket dan tidak meninggalkan rasa apa-apa di kulit.
(+) Mampu memberi sedikit efek lembab.
(+) Mampu mengondisikan kulit, sesuai dengan judulnya.
(+) Mudah ditemukan. Kamu bisa beli produk ini di nihonmart (www.nihonmart.id) atau drugstore terdekat.
(+) Isinya banyak dan harganya murah (500ml untuk harga Rp. 98.500).
(+) Bisa digunakan untuk wajah dan tubuh.
(+) Informasi yang diberikan cukup lengkap.

(-) Botol besar dan berat saat masih penuh, sehingga rawan untuk tumpah saat akan dituang.
(-) Nama produk dan kandungannya kurang sesuai.
(-) Mengandung (terlalu) banyak bahan tambahan.
(-) Mengandung alkohol.
(-) Mengandung Paraben.
(-) Hasil kurang “nendang”.

Ranking? 3/5

Repurchase?
Maybe. Tapi bukan untuk digunakan ke wajah, mungkin lebih cenderung akan digunakan untuk kulit.
Sepertinya sekian review dariku tentang Hatomugi Skin Conditioner ini. Semoga dapat membantu kegalauan kamu saat akan memutuskan untuk membeli produk ini atau tidak. Terima kasih banyak pada nihonmart yang sudah mensponsori tulisan ini. Mohon maaf atas segala kekurangannya. See you in the next post! X.O
*Bahan Bacaan dan Link lanjutan:
https://en.wikipedia.org/wiki/Conditioner
https://en.wikipedia.org/wiki/Hair_conditioner
https://www.truthinaging.com/ingredients/glycerin



Read More

Share Tweet Pin It +1

2 Comments